Loading...

Iklim Ekstrim Basah Dan Pengolahan Tanah

Iklim Ekstrim Basah Dan Pengolahan Tanah
Salah satu perubahan iklim adalah mundurnya awal musim hujan dan makin panjangnya periode musim kemarau. Pergeseran pola hujan sangat mempengaruhi sumberdaya dan infrastruktur pertanian, bergesernya waktu tanam, musim dan pola tanam, serta terjadinya degradasi lahan. Kerentanan pertanian, terutama subsektor tanaman pangan, terhadap perubahan iklim terkait dengan tiga faktor utama, yaitu biofisik, genetik, dan manajemen. Tanaman pangan umumnya merupakan tanaman musim yang relatif snsiitf terhadap cekaman lingkungan, terutama kelebihan dan kekurangan air. Secara telnis, kerentanan sangat berhubungan dengan sistem penggunaan lahan dan sifat tanah, pola tanam, teknologi pengolahan lahan, air, dan tanaman, serta varietas tanaman (Las et al., 2008b). Dampak utama dari perubahan iklim global terhadap sektor pertanian adalah : (1) berubahnya pola hujan dan kejadian iklim yang ekstrim (banjir dan kekeringan), (2) meningkatnya suhu udara, dan (3) naiknya muka laut. Dalam mengantisipasi perubahan iklim yang terjadi saat ini kita perlu harus kerja keras dalam mangamati dan menangani untuk sektor pertanian yang terancam ada kerusakan lahan pertanian khusuanya dalam pengolahan tanah yang tepat pada iklim ekstrim basah. Pengolahan tanah merupakan salah kegiatan yang paling penting dalam melakukan budidaya pertanian karena pengolahan tanah agar dapat memudahkan untuk penanaman seperti tanaman padi, jagung, kacang tanah, dan lain-lain. Melakukan pengolahan tanah dengan membalikan tanah itu agar dapat membantu membuka sirkulasi udara dalam tanah dengan baik. Dalam melakukan pengolahan tanah ini dapat dilakukan berbagai macam cara dilakukan dengan disesuaikan medannya atau permukaan lahan yang akan diolah, pengolahan tanah pada iklim ekstrim basah seperti sawah sebaiknya diolah menggunakan bajak yang baik manual atau mekanis. Maka disarankan para petani pada lahan yang ekstrim basah sebelum melakukan pengolahan terlebih dahulu melakukan pembuatan drainase yang baik, dimana drainase ini membantu pengaturan jalan arus aliran air yang baik dalam waktu pengolahan tanah agar tidak terlalu basah dan kering sehingga pada proses melakukan kegiatan tersebut, juga membantu pengaturan air pada waktu penanaman agar tidak terlalu kebanyakan sehingga tidak merusak tanaman yang fase vegetatif dan generatif. dapat berjalan dengan lancar dan baik. Setelah itu pengolahan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan bajak agar tidak terlalu sulit dilakukan oleh para petani dilapangan. Bila pada lahan kering atau lahan tadah hujan waktu terjadi iklim ekstrim basah maka proses pengolahan tanah diupayakan terlebih dahulu dibuat saluran drasinase yang baik, selain itu tanggul-tanggul dibuat dan diperbaiki. Tujuan daripada pembuatan drainase dan perbaikan tanggul dalah supaya saluran sirkulasi masuk keluarnya air ke dalam lahan pertanian terkontrol, drainase dan sirkulasi udara dalam tanah berjalan dengan baik dan yang tidak kalah pentingnya adalah pada waktu pengolahan tanah atau waktu hujan tiba humus atas tanah yang banyak mengandung unsur hara tidak hanyut dibawa air ketempat yang lebih rendah. Pada prisnsipnya pengolahan tanah yang dilakukan pada lahan usaha tani yang mengalami ekstrim basah sama dengan pengolahan tanah pada lahan lainnya. Hanya pada ekstrim basah perlakuan pengolahan tanah agak berbeda dengan tanah yang iklim normal. Bila pada tanah yang iklim normal proses pembuatan drainase dan bedeng perlu juga dilakukan tetapi tidak terlalu intensif. Dalam proses pembalikan tanah biasanya dibiarkan dulu 3 -4 hari setelah itu baru diratakan selanjutnya baru ditanami dengan tanaman budidaya yang diinginkan. Untuk ekstrim basah pengolahan tanah mungkin dibajak atau dibalik tetapi proses pelapukan tanah yang memakan waktu 3-4 hari mungkin tidak bisa dilakukan karena air hujan yang datan sangat banyak sehingga untuk menghindari tidak terlaksananya tanam setelah tanah dibalik segera diratakan untuk dilakukan penanaman budidaya yang diinginkan. Soal pengolahan tanah baik pada iklim normal maupun normal ekstrim basah ataupun iklim ekstrim kering pada prinsipnya harus dilakukan pengolahan tanah, tetapi serangkai kegiatannya misalnya dari pembalikan tanah ke proses pelapukan dan pengrataan tanah mungkin tidak bisa dilakukan secara runtun sempurna. Begitu juga waktu yang butuhkan untuk serangkaian tiap pelaksanaan mungkin waktunya tidak sama. Misalnya pada musim iklim normal waktu proses pelapukan tanah 3-4 hari, tetapi pada ekstrim basah waktu pelapukan tanah mungkin tidak ada. Maka disarankan para petani di lapangan melakukan pengolahan tanah dengan tepat dan baik, agar tidak merugikan petani sendiri dalam melakukan budidaya pertanian. Contoh pada tanaman padi dengan melakukan pengolahan tanah pada iklim ektstrim basah yang baik dan tepat akan mendapatkan hasi yang baik, karena pengolahan tanah untuk menguraikan unsur hara dan bahan organiknya dalam tanah dilaksanakan, pembuatan drainase dan bedeng dilakukan untuk mencegah hanyutnya unsur hara yang berguna bagi tanaman padi. Disarankan pada para penyuluh pertanian dan petani di lapangan apapun yang terjadi tentang iklim di lapangan sepanjang kita sikapi dengan yang baik dan berupaya melakukannya dengan berbagai cara yang baik pula, mudah-mudahan kita dapat memperoleh hasil yang baik. Karena segela sesuatu yang dijadikan Allah di muka bumi ini ada manfaat bagi manusia termasuk kita warga petani. Oleh : Dr. Ibrahim Saragih / Penyuluh Pertanian Sumber : Kementan, Kenali dan Pahami Perubahan Iklim, 2010, Jakarta Badan Litbang, Peta Kerentanan Sektor Pertanian dan Dampak Perubahan Iklim, 2010, Jakarta Ibrahim Saragih, Penelitian Iklim (Perubahan Mempengaruhi Produksi pertanian), 2010, Jakarta