Loading...

INFORMASI IKLIM UNTUK PENANGGULANGAN WERENG BATANG COKLAT

INFORMASI IKLIM UNTUK PENANGGULANGAN WERENG BATANG COKLAT
Salah satu pembatas produksi tanaman adalah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Salah satu OPT yang sangat berbahaya bagi padi adalah hama Wereng Batang Coklat (WBC). Serangan WBC cukup tinggi terjadi pada periode 1974-1978, 1998-1999 dan 2005-2008. Pada tahun yang lain ada serangan namun tidak seluas pada tahun-tahun tersebut. Keberadaan WBC tergantung patogen, inang, lingkungan fisik yang mendukung (curah hujan, suhu dan kelembaban) serta lingkungan biotik (musuh alami dan organisme kompetitor). WBC mempunyai sifat berkembang biak sangat cepat, telurnya banyak, siklus hidupnya pendek (28 hari), daya sebarnya cepat dan daya serangnya tinggi. Akibat serangan WBC WBC harus dikendalikan karena karena dapat menyebabkan berubahnya warna daun menjadi kuning oranye sebelum menjadi coklat dan mati. Dalam keadaan populasi tinggi dan varietas yang ditanam rentan dapat menyebabkan tanaman menjadi terbakar (hopperburn), selain itu WBC dapat juga menularkan penyakit virus kerdil hampa dan virus kerdil rumput yang sangat merusak. Sehingga bila tidak ditangani dengan cepat dan baik WBC dapat mengancam swasembada beras. Anomali iklim El-Nino penyebab serangan WBC Kenaikan serangan OPT disebabkan oleh anomali iklim khususnya El-Nino yang mempengaruhi terhadap pertumbuhan hama dan penyakit, faktor biofisik terutama suhu udara dan kelembaban udara (setelah periode El-Nino). Dengan banyaknya hujan dimusim kemarau, wereng memiliki apa yang disebut dengan biological clock, dimana ia mampu berkembang baik dimusim hujan maupun kemarau asal ada stimulan berupa curah hujan yang tinggi. Kisimoto dan Dyck (1976) mengemukakan bahwa faktor iklim yang juga berpengaruh terhadap serangga hama padi adalah suhu, kelembaban relatif, curah hujan dan angin. Faktor iklim merupakan parameter dan variabel penting dalam peramalan serangan hama dan penyakit tanaman. Oleh karen itu, iklim dapat dijaadikan salah satu indikator untuk sistem peringatan dii luas serangan hama WBC. Data dan perangkat yang diperlukan untuk peramalan 1. Data yang digunakan dalam peramalan antara lain: a) data luas serangan WBC dua mingguan (yang diperoleh dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura /BPTPH); b) data iklim dan data hujan dua mingguan (diperoleh dari BMKG dan stasiun iklim otomatis Badan Litbang Pertanian; c) peta digital batas administrasi (dari Bappenas) dan peta lahan sawah (dari Balai Besar Penelitian Sumberdaya lahan Pertanian). 2. Perangkat lunak yang dipergunakan adalah: a) Microsoft Access 2003, sebagai perangkat lunak database; 2) Minitab sebagai perangkat lunak untuk analisa data tabular; c) Arc GIS 9.2 dan Arc View sebagai perangkat lunak analisis dan pengolahan data spesial; 4) icrosoft Visual Basic 6 dan Map Object 2.4 sebagai perangkat lunak membuat aplikasi sistem informasi geografis dan simulasi luas serangan WBC. Tahapan penyusunan prototipe sistem peringatan dini luas serangan WBC 1. Menginventarisasi informasi yang diperlukan 2. Menentukan tujuan yang akan dicapai 3. Pemilihan perangkat lunak dan perangkat yang akan dipergunakan 4. Membuat desain dan database yang menyimpan data pengamatan data prediksi iklim dengan menggunakan Microsoft Access 2003. 5. Membuat alur logika berdasarkan model hubungan antara luas serangan dengan parameter iklim yang dianalisi menggunakan minitab 6. Melakukan Interface dialog management untuk menjembatani alur logika manajemen data 7. Membuat aplikasi dengan menggunakan MS Visual Basic 6.0 untuk menggabungkan alur logika, manajemen data tabular, model dan data spesial sehingga dapat digunakan dengan mudah. Menggunakan Map Object 2.4 untuk menampilkan dan menganalisis data spasial 8. Output yang dihasilkan: a) data wilayah yang terserang dan luas serangan WBC berdasarkan data pengamatan; b) prediksi wilayah terserang dan luas serangan WBC berdasarkan data iklim prediksi. Output dapat ditampilkan melalui peta tematik, tabel dan grafik. Peringatan dini menyediakan informasi prediksi luas serangan WBC jika suatu wilayah sudah mempunyai data prediksi iklim. Data ini kemudian dimasukkan dalam sistem database dan bila kemudian di perlihatkan, maka akan menghasilkan informasi prediksi tentang wilayah yang akan terserang. Keuntungan sistem peringatan dini luas serangan WBC Keuntungan menggunakan sistem ini adalah para petugas dan petani dapat dengan mudah memperoleh: a) informasi tentang sebaran luas serangan WBC, informasi luasan serangan WBC melalui pengamatan akan memberikan informasi wilayah endemik yang harus mendapat perhatian khusus; b) informasi prediksi dapat digunakan untuk tindakan antisipatif jika suatu wilayah diprediksi akan terjadi serangan maka segera dilakukan pencegahan. Apabila hal dilakukan dengan baik maka dapat segera dilakukan pencegahan sehingga serangan WBC tidak berkembang luas sehingga kegagalan panen dapat ditekan. Oleh : Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber : Jurnal Tanah dan Iklim, BB Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor 2009