Loading...

INOVASI TEKNIS SISTEM PERTANIAN BIOINDUSTRI BERBASIS INTEGRASI TANAMAN “ TERNAK DI PROVINSI BENGKULU

INOVASI TEKNIS SISTEM PERTANIAN BIOINDUSTRI BERBASIS INTEGRASI TANAMAN “ TERNAK DI PROVINSI BENGKULU
PendahuluanPembaharuan diperlukan sebagai upaya mewujudkan pertanian bio-industri yang berkelanjutan. Pembaharuan dalam perpektif sistem pertanian bioindustri dapat dilakukan melalui: (1). Usaha pertanian berbasis ekosistem intensif; (2). Pengolahan seluruh hasil pertanian dengan konsep whole biomass biorefinery; (3). Integrasi usaha pertanian-biodigester-biorefinery. Prinsip dasar pembaharuan dalam konsep bioindustri diantaranya adalah: (1). Berkelanjutan (2). Mengoptimalkan pemanfaatan produk dengan mengurangi/meminimalkan limbah (ramah lingkungan) (3). Memaksimalkan pendapatan melalui peningkatan nilai tambah (4). Mempertimbangkan keseimbangan dan efisiensi (economic scale). Sektor pertanian berperan penting dalam perekonomian di Provinsi Bengkulu karena menyumbangkan porsi terbesar (39,84%) dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto/PDRB, (BPS Provinsi Bengkulu, 2012). Dukungan luas wilayah, kondisi lahan, iklim dan geografi di Provinsi Bengkulu menjadikan wilayah ini di dominasi oleh komoditas perkebunan dan ternak. Kelapa sawit, karet, dan kopi merupakan komoditas yang dominan dan menjadi komoditas unggulan, sedangkan sapi potong merupakan komoditas ternak utama di Provinsi Bengkulu. Inovasi Teknologi Yang Dikembangkan 1. Inovasi Penyambungan Tanaman Kopi Sistem "Tag-Ent"2. Inovasi Pemupukan Kopi Minimum Input Eksternal3. Inovasi Pasca Panen Kopi Masak Optimum/petik Merah4. Inovasi Silase Daun Kopi Sebagai Pakan Sapi5. Inovasi Fermentasi Kulit Kopi Sebagai Pakan Ternak6. Inovasi Pembuatan Pupuk Padat (Kotoran Ternak-Kulit Kopi-Dedak Padi)7. Inovasi Pembuatan Pupuk Cair/Bio-Urine Nilai Ekonomi Sistem Integrasi Tanaman-TernakProduksi kopi kering/ha/musim panen adalah sebagai berikut: 1600 x 24 x 11,2 x 34 x 100/120 x 20% = 2.437 kg biji kopi kering. Dibandingkan dengan pertanaman kopi sebelum penerapan inovasi hanya memproduksi 700 “ 900 kg/ha. Maka dengan penerapan inovasi teknologi terjadi kenaikan produksi yang sangat signifikan yaitu lebih 2,7 “ 3,5 kali lipat. Sedangkan dengan penerapan inovasi penyambungan tanpa diberi pupuk sama sekali memperlihatkan produksi yang lebih sedikit yaitu 1786 kg/ha.Tambahan Pendapatan PeternakProduksi kompos 13 ekor sapi selama 1 bulan 6000 kg = Rp 3.600.000,-Input (tenaka Kerja, penyusutan alat 2X buat, karung) = Rp 2.115.000Tambahan Keuntungan = Rp 1.485.000,-/blnAdanya pendapatan setiap bulan ini memotivasi peternak untuk memelihara ternak dengan sunguh-sungguh karena petani bisa memperoleh uang/penghasilan secara rutin. Biasanya peternak menerima uang dari hasil penjualan ternak pada hari raya Hajidan lebaran Idul Fitri. Penerapan system usahatani dengan pendekatan model Bio Industri sangat menguntungkan diusahakan karena petani sebagai pelaku pembangunan pertanian terlatih menjadi pengusaha di wilayah kerjanya. Pendapatan yang akan diterima tergantung dari kemauan petani melakukan inovasi teknologi yang telah tersedia. Dari aspek lingkungan sangat menguntungkan karena kawasan kegiatan tidak ada limbah bahkan terbentuknya bio masa dan bio diversitas membantu memperbaiki struktur tanah menjadi lebih subur. penulis : Dr. Umi Pudji Astuti, MP.