Hari ini, Jumat 7 Juli 2023 sedang dilaksanakan kegiatan Jarkomluhdes. Kegiatan hari ini berisi diskusi dan sharing pengalaman serta ilmu dari anggota meeting Kabupaten/Kota dan stakeholder lainnya. Kegiatan ini dimoderatori oleh Saudara Gumiwang Purwa Permana, S.P dari Bidang Penyuluhan Distanhorti Jawa Barat. Dari Karang Sentosa, Bapak Haji menyampaikan mengenai beberapa manfaat yang didapatkan dari Jarkomluhdes. Salah satunya adalah adanya tatap muka berberapa petani dari seluruh Jawa Barat. Bapak Haji menyampaikan, Jarkomluhdes merupakan salah satu sumber ilmu yang bisa digunakan dengan baik oleh semua pihak, terutama petani. Beliau juga menyampaikan bahwa ilmu-ilmu yang disampaikan juga tidak akan ada habis-habisnya, karena para petani yang ikut Jarkomluhdes ini pasti merupakan orang-orang yang berilmu. Pak Maman juga melengkapi penuturan Bapak Haji, bahwa semakin seseorang mencari ilmu, semakin kebutuhannya akan ilmu bertambah. Karang Sentosa variative, karena sudah mulai alih fungsi. Keadaan lahannya tidak sama seperti tahun 90an, dimana para petani menanam secara serentak. Hal ini dikarenakan kondisi pengairan yang beragam. Bapak Maman juga menghimbau agar para petani bisa dan mau mengisi data di jarkomluhdes.id, karena website tersebut bisa digunakan oleh petani sendiri untuk mengtahui kondisi harga komoditas di wilayah tertentu. Hal ini tentunya bisa membantu para petani untuk menentukan Harga dalam menjual komoditasnya. Dari Desa Sukatenang, Kec. Sukawangi menyampaikan, bahwasannya keadaan di lokasi juga sama bahwasannya keadaan pertanian di Desa Sukatenang umumnya Bekasi Utara perlu perbaikan. Permasalahan yang dialami sangat variatif, sehingga petani mengharapkan ada tindak lanjut, karena permasalahan tidak hanya pada keadaan air, namun juga dari keadaan petani, masyarakat, iklim serta petugas seperti Penyuluh dan POPT. Kondisi sementara dialapangan, mayoritas padi terserang beluk, bahkan ada beberapa hektar yang gagal panen karena beluk tersebut. Para petani juga mengharapkan adanya bantuan dari Dinas mengenai permasalahan: -Air (koordinasi dengan pihak pengairan), -Alsintan (terutama pasca panen) (karena kekurangan tenaga kerja). Disampaikan juga bahwa di Bekasi Utara masih banyak lahan yang belum tergarap, namun petani sekitar belum mampu mengolah karena keterbatasan modal dan tenaga kerja. Di Sukatenang sendiri dilapangan kondisinya masih musim panen, dengan sisa sekitar 20%. Dari Posluhdes Wibawamulya menyampaikan, bahwasannya di Wibawamulya juga terkendala di kebutuhan alsintan. Selain alsintan, berkurangnya jumlah lahan juga menjadi salah satu masalah. Meski begitu, dengan dukungan dan arahan dari penyuluh di wilayahnya bisa memperbaiki hasil pertanaman padi. Di Wibawamulya sendiri sejauh ini sedang mencoba beberapa varietas padi yang baru untuk melihat kecocokannya di wilayah Wibawamulya. Di bidang hortikultura, para petani sedang mengembangkan pertanaman Pepaya Calina, dan hasilnya cukup memuaskan hingga diminati pembeli dari Bogor. Permasalahannya adalah, karena jumlah lahan yang ada masih kurang disebabkan sudah mulai banyak lahan yang menjadi wilayah perumahan. Petani juga sudah menggunakan pupuk buatan sendiri, yaitu pupuk asam amino dari ikan dan/atau telur keong mas. Pupuk ini menggunakan Yakult sebagai sumber bakterinya. Di bidang perikanan, para petani sedang mengembankan ternak lele, yang direncanakan akan ada Bimtek di minggu depan mengenai ikan lele dan nila. Para petani juga mengeluhkan mengenai proposal pengajuan bantuan alsintan, dimana terkadang proposal yang disampaikan berkaitan dengan alsintan sulit direalisasikan, dari Dinas seringnya hanya masalah pembangunan yang direalisasikan. Posluhdes juga sudah mengenalkan VOC, karena VOC dirasa sangat baik. Dari Posluhdes Sumberjaya, disampaikan ada petani yang masih musim panen, namun ada juga yang sudah mulai menanam kembali. Kendalanya, pertanaman padi terserang sundep, sehingga hasil padi tidak maksimal. Tgl 20-21 di Desa ada rencana dari Ibu-ibu PKK ingin mengadakan bimbingan teknis mengenai Hiroponik, akuaponik, pupuk organik, perkembangbiakan lele dan biosaka. Di lingkup RT/RW juga ingin mengadakan materi mengenai jamur jakaba. Bapak Jaenudin dari Posluhdes Sumberjaya juga ingin mencoba aplikasi pupuk organik di hidroponik sebagai pengganti A-B mix. Desa Wanamekar, Garut, sedang ada program harummadu. Namun, untuk masalah biaya masih belum sama semua dari setiap desa, tergantung kebijakan Kepala Desa. Bapak Maman menyampaikan, perihal alih fungsi lahan, biasanya ketika suatu wilayah sudah diberi izin untuk dari pihak pemerintah mengurangi intensitas bantuan pertaniannya. Sementara itu, terkadang lahan yang sudah dibeli oleh pengembang tidak langsung digunakan, sehingga lahan menjadi tidak terpakai. Apabila kondisi lahan memang tidak terpakai, terkadang bisa di sewa kembali untuk dimanfaatkan. Akan tetapi, perlu ada kerjasama dari pihak petani/kelompok tani, pihak desa serta penyuluh diwilayahnya. Red: Gumiwang Purwa (Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa Barat)