Pembangunan pertanian selalu memerlukan dukungan inovasi teknologi yang memadai dan berkesinambungan. Oleh karena itu inovasi teknologi baru akan bermanfaat apabila dapat menjangkau dan diterapkan oleh pihak-pihak yang membutuhkan/pengguna. Inovasi teknologi berperan dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani sehingga dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga petani. Inovasi yang ditawarkan kepada petani harus memenuhi persyaratan teknis, ekonomis, sosial budaya dan lingkungan. Secara teknis inovasi harus dapat atau diupayakan dapat dibuat, dioperasikan, dimodifikasi dan digandakan sesuai dengan kemampuan setempat. Namun demikian, secara nasional, sistem adopsi/alih teknologi pertanian dinilai masih lemah. Oleh karena itu inovasi teknologi yang baik, perlu dilakukan diseminasi terus menerus sampai betul-betul diadopsi petani.Salah satu inovasi teknologi yang perlu didiseminasikan adalah sistem tanam jajar legowo. Sistem tanam jajar legowo merupakan cara tanam padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang kemudian diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya berada pada barisan yang kosong, selanjutnya dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan. Sistem tanam legowo 4 : 1 adalah cara tanam padi sawah yang setiap empat baris tanaman diselingi oleh satu baris kosong dikiri dan satu baris kosong di kanan, dimana jarak tanam pada barisan pinggir ½ kali jarak tanaman pada baris tengah.Berdasarkan hasil penelitian, rekayasa teknik tanam padi dengan cara tanam jajar legowo 4:1 terbukti dapat meningkatkan produksi padi sebesar 12-22%. Peningkatan ini relatif tinggi bagi petani yang hanya dilakukan dengan merubah sistem tanam tegel menjadi sistem tanam jajar legowo saja. Pada sistem tanam jajar legowo 4:1 terdapat 3 macam posisi tanaman yaitu disebut tanaman pinggir, tanaman tengah, dan tanaman sisipan.1. Tanaman pinggir. Yang dimaksud dengan tanaman pinggir adalah tanaman yang posisinya berada dipinggir. Terdapat dua baris tanaman pinggir pada sistem tanam jajar legowo 4:1, masing-masing berada dipinggr sebelah kiri dan sebelah kanan. Tanaman pinggir berjajar 4 dengan dua tanaman tengah. tanaman pinggir diapit oleh tanaman tengah dan barisan kosong (lorong). 2. Tanaman tengah. Yang dimaksud dengan tanaman tengah adalah tanaman yang terletak ditengah-tengah barisan tanaman. Terdapat dua baris tanaman tengah pada sistem tanam jajar legowo 4:1. Ke dua tanaman ini diapit oleh tanaman pinggir.3. Tanaman sisipan. Yang dimaksud dengan tanaman sisipan adalah tanaman yang posisinya sebaris dengan tanaman pinggir yang merupakan pindahan dari tanaman yang dikosongkan/dibuat lorong. Tanaman sisipan dalam sistem tanam jajar lgowo 4:1, hanya berjajar dua tanaman yaitu tanaman sisipan sebelah kiri dan tanaman sisipan sebelah kanan dalam barisan tanaman.Khusus terhadap tanaman sisipan, selama ini masih banyak petani yang belum menerima karena dianggap terlalu rapat sehingga memberikan hasil yang sedikit. Pada hasil pengujian yang dilakukan BPTP Bengkulu tahun 2012 di Kabupaten Seluma, terhadap tanaman padi Inpari 10 di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu dengan produktivitas 5,6 t/ha, diketahui bahwa pertumbuhan tanaman sisipan terhadap tanaman pinggir dan tanaman tengah relatif sama. Perbedaan tanaman sisipan hanya pada jumlah gabah bernas nya saja. Rata-rata jumlah gabah bernas pada tanaman pinggir lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman tengah maupun tanaman sisipan dan jumlah gabah bernas pada tanaman sisipan lebih tinggi dibandingkan tanaman tengah. Masing-masing gabah bernas pertanaman pada tanaman pinggir:tanaman tengah:tanaman sisipan yaitu: 82,54:70,10:73,76 gabah per malai (Ahmad Damiri).