Kajian Pemanfaatan Lahan Dibawah Pertanaman Kelapa Untuk Kecukupan Pangan
Salah satu kendala dalam peningkatan produksi tanaman adalah keterbatasan lahan tersedia dan ketersediaan lahan di bawah tegakan kelapa yang tidak termanfaatkan, oleh karena itu perlu dilakukan suatu usaha yang mengarah pada efisiensi lahan yakni dengan penanaman tanaman jagung, padi , kacang tanah dengan pola intercropping di bawah tegakan kelapa untuk meningkatkan produksi tanaman kelapa, jagung serta optimalisasi penggunaan lahan tidur. Berdasarkan data rata-rata produktivitas, untuk produktivitas tanaman jagung, hasil tertinggi diperoleh dari tanaman intercropping jagung-kacang tanah dibandingkan dengan tanaman intercropping jagung-padi dan monokultur jagung yaitu sebesar 10,44 ton/ha. Nisbah hasil tertinggi tanaman diperoleh pada pola intercropping tanaman jagung dan kacang tanah yakni 1.4 yang bermakna penggunaan lahan khususnya budidaya tanaman jagung-kacang tanah, lebih menghasilkan 40 % jika dibandingkan dengan menanam jagung secara monokultur. Tingginya nisbah hasil pada pola tersebut merupakan hasil simbiosis mutulisme diantara kedua tanaman. Simbiosis tersebut lebih mengarah pada kemampuan bintil kacang tanah yang mampu menfiksasi nitogen di udara yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh tanaman yang ada disekitarnya, dalam hal ini jagung. Menurut Suwena (2002) bintil-bintil akar kacang tanah dapat bersimbiosis dengan Rhizobium sehingga dapat menambat Nitrogen bebas. Selain itu jagung juga memberikan keuntungan bagi kacang tanah melalui naungan sebab tanaman kacang tanah merupakan tanaman dari golongan C4 yang pada dasarnya tidak membutuhkan penyinaran penuh matahari. selain itu karakter tanaman jagung dan kacang tanah yakni jagung tegak dan kacang tanah perdu, membuat dua komoditi ini mudah beradaptasi dengan pola tanam yang ada dan tidak saling mengganggu. Nilai rata-rata hasil perhitungan keseluruhan NKL tanaman intercropping jagung kacang tanah dibawah naungan kelapa adalah 1,742 sehingga Nilai Nisbah Kesetaraan Lahan (NKL) artinya NKL > 1 ini menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi memberikan hasil tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Nilai tersebut juga menunjukkan bahwa terdapat keuntungan sebesar 0,7 % lebih banyak apabila dilakukan tumpang sari jagung dan kacang tanah dibandingkan hanya menanam dengan pola monokultur jagung dibawah tegakan kelapa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penanaman jagung protein tinggi dibawah tegakan kelapa dengan pola intercropping padi gogo dan kacang tanah mampu meningkatkan produksi tanaman jagung hingga 30 % serta meningkatkan produktivitas lahan hingga 70%. Ari Widya Handayani, SP Calon Penyuluh Pertanian BPTP Gorontalo Sumber : Laporan Akhir Kegiatan Pemanfaatan Lahan Dibawah Pertanaman Kelapa Dengan Jagung Protein Tinggi, Padi Gogo Dan Kedele Untuk Kecukupan Pangan Bergizi Secara Berkelanjutan (Ir. Annas Zubair, M.Si, dkk. tahun 2016)