Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki keanekaragaman sumber daya genetik (SDG) yang sangat besar yang tersebar di beberapa wiayah Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur. Sumber daya genetik tersebut antara lain tanaman pangan, hortikultura, biofarmaka, tanaman hutan, tanaman perkebunan, dan hewan yang merupakan salah satu sumber kekayaan alam di Provinsi Kalimantan Timur.Keanekaragaman jenis buah-buahan lokal Kalimantan Timur memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah lainnya. Keberadaan buah-buah lokal di Kalimantan Timur saat ini menjadi sumber kekayaan yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan petani di daerah tersebut.Kutai Barat merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Timur yang memiliki keanekaragaman sumber daya genetik (SDG) berupa buah-buahan lokal, diantaranya buah kapul atau tampoi (Baccaurea macrocarpa). Buah kapul banyak ditemukan di daerah hutan dan kebun pekarangan milik petani. Kapul merupakan salah satu buah lokal yang biasa tumbuh di hutan atau pekarangan di pedalaman Kutai Barat, Kalimantan Timur yang saat ini sudah mulai punah keberadaannya. Pelestarian dilakukan di pekarangan, kebun atau hutan sebagai habitat aslinya. Saat ini terdapat dua jenis kapul kapul besar dan kapul kecil (jentikan/kliwatn).Asal-usul Buah Kapul :Tanaman Kapul tumbuh dan berkembang di daerah hutan dan pekarangan dii Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.Keunggulan : Merupakan tanaman buah eksotik yang memiliki rasa asam segar.Diskripsi : - Tinggi pohon 15 m, warna kulit batang cokelat abu-abu, keadaan getah sedikit lengket dan berwarna cokelat, bentuk tajuk payung dan rimbun, bentuk batang bulat, percabangan mendatar, letak cabang terendah 1-5 m, tekstur kulit batang kasar.- Panjang daun 18,8 cm, lebar daun 7 cm, bentuk daun jorong, tipe daun majemuk datar, tepi daun rata, latak daun aternate, belahan daun simetris, warna daun bagian atas hijau tua, warna daun bagian bawah hijau, ujung daun meruncing, pangkal daun tumpul, permukaan daun bagian atas mengkilap, permukaan daun bagian bawah tidak mengkilap, arah daun menghadap keatas, warna tangkai daun cokelat. - Jumlah daun baru/tangkai/siklus 8 helai. Tipe buah rata, bentuk buah bulat, berat buah 135 gram, panjang buah 6,34 cm, lingkar buah 6,56 cm, jumlah biji 5 biji, ketebaan kulit buah 8 mm, kadar gula (Brix) 19,60 Brix, warna daging buah putih, rasa daging buah manis asam.Manfaat :Beberapa penelitian memaparkan kandungan nutrisi satu buah kapul terdiri dari serat 2,2%, lemak 1,1%, abu 0,9%, karbohidrat 34,6%, protein 1,5%, kadar air 61,9% dan Vitamin C 1,5%, serta mengandung senyawa kimia golongan saponin, alkaloid, dan flavanoid yang aktif.Selain itu, buah kapul ini juga memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, bahkan kulitnya mengandung golongan senyawa alkaloid, polifenol. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa melalui uji aktivitas antibakteri kulit, buah kapul mengandung fraksi etil asetat yang bermanfaat untuk menghambat antibakteri paling tinggi terhadap pertumbuhan S. aureus dan E. coli.Potensi Pengembangan Buah KapulPengembangan tanaman buah kapul di Kutai Barat memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan karena tanaman ini banyak disukai oleh masyarakat karena termasuk buah eksotik dan berbuah melimpah setiap tahun. Manfaat kapul sebagai buah lokal di antaranya tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia karena dibudidayakan secara alami.Tanaman kapul di Kutai Barat mempunyai peluang untuk dikembangkan dan dibudidayakan pada habitat alaminya mengingat sumber daya alam di daerah ini tersedia cukup luas, kondisi iklim sesuai, teknologi budi daya tanaman cukup tersedia, sumber daya manusia cukup memadai, serta tersedianya pasar yang cukup luas baik dalam maupun luar daerah. Ditulis Kembali oleh : Sundari/Penyuluh BPTP KaltimSumber dari: Sumarmiyati dan Noor Roufiq A Web:Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur Jl. P.M. Noor-Sempaja, Samarinda-Kalimantan TimurTelp. (0541) 220857 Fax. (0541) 220857 e-mail: bptp-kaltim@litbang.pertanian.go.id