KEGIATAN SEKOLAH LAPANG TEMATIK PADI SAWAH DI KECAMATAN WONGGEDUKU BARAT
Latar Belakang
Padi merupakan komoditas pangan utama yang berperan penting dalam ketahanan pangan. Tetapi petani padi sawah masih menghadapi berbagai kendala seperti produktivitas yang belum optimal, serangan hama dan penyakit, serta penerapan teknologi budidaya yang belum sesuai anjuran. Kondisi ini menuntut peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola usahatani padi sawah.
Sekolah Lapang Padi Sawah merupakan salah satu upaya pembelajaran nonformal yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas petani melalui proses belajar langsung di lapangan. Melalui sekolah lapang, petani diajak untuk mengamati, menganalisis, dan mempraktikkan teknik budidaya padi sawah yang baik dan benar, mulai dari pengolahan lahan, penggunaan varietas unggul, pemupukan berimbang, pengelolaan air, hingga pengendalian hama dan penyakit secara terpadu.
Tujuan Sekolah Lapang
Metode Pembelajaran yang Dilakukan
Petani belajar langsung di lahan sawah melalui praktik budidaya, sehingga materi mudah dipahami dan diterapkan.
Peserta melakukan pengamatan tanaman, tanah, air, serta hama dan penyakit secara rutin, kemudian mendiskusikan hasilnya.
Petani berdiskusi dan saling bertukar pengalaman untuk memecahkan permasalahan yang ditemui di lapangan.
Penyuluh atau fasilitator memberikan contoh penerapan teknologi, seperti penanaman, pemupukan, atau pengendalian hama.
Peserta dilatih menganalisis masalah yang muncul dan menentukan solusi yang tepat berdasarkan kondisi lapangan.
Peserta
Sekolah lapang ini diikuti oleh 30 peserta khususnya para petani perwakilan kelompok tani dari masing-masing desa di Kecamatan Wonggeduku Barat.
Sasaran
Sasaran dari kegiatan sekolah lapang ini adalah para peserta mau dan mampu menerapkan ilmu yang sudah didapatkan pada sekolah lapang baik untuk di lahannya sendiri maupun disebarkan ke anggota kelompok taninya. Sehingga dapat memberikan dampak positif pada peningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan pendapatan petani khususnya para petani di Kecamatan Wonggeduku Barat.
Penutup
Melalui kegiatan ini, para petani tidak hanya belajar dari penyuluh tetapi juga saling berbagi pengalaman antar sesama petani. Suasana belajar yang terbuka dan kekeluargaan membuat kegiatan sekolah lapang berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Diharapkan, Sekolah Lapang Padi Sawah ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi padi serta kesejahteraan petani.
Penyusun: Fasya Ayu Farinka (BPP Wonggeduku Barat)
Juli-Agtustus 2025