Loading...

KEMBANGKAN VARIETAS DENDANG UNTUK ATASI AIR ASIN DAN KERACUNAN BESI

KEMBANGKAN VARIETAS DENDANG UNTUK ATASI AIR ASIN DAN KERACUNAN BESI
Pada musim gadu 2015 petani kooperator, Bapak Amir, anggota Kelompoktani Sidoharjo, Parit Madiun, Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, mengujicoba varietas padi Inpari-34 untuk mengatasi intrusi air asin. Masalahnya adalah varietas padi ini dikembangkan untuk lahan sawah irigasi. Ketika diujicoba pada lahan pasang surut di Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya, terbukti tidak toleran terhadap keracunan besi yang diakibatkan oleh oksidasi pirit. Oksidasi pirit terjadi saat kemarau panjang hingga satu bulan dan tanah sawah mulai retak-retak sehingga pirit teroksidasi. Pada saat turun hujan maka pertanaman padi yang tidak toleran Fe akan memperlihatkan gejala keracunan besi termasuk VUB Inpari-34. Oleh karena itu untuk lahan pasang surut dianjurkan menggunakan Varietas Dendang untuk daerah yang petani dan pasarnya menyukai beras dengan tekstur pulen. Kendalanya Varietas Dendang kurang tahan penyakit blast sehingga perlu pengendalian mulai dari perlakuan benih dengan fungisida berbahan aktif iso-prothiolane, aplikasi fungisida berbahan aktif Triziklazol dan Iso-prothiolane secara bergantian mulai umur 10 HST, 20 HST, 30 HST, dan saat keluar bunga 5 %. Berikut ini adalah deskripsi Varietas Dendang untuk mengatasi intrusi air asin dan keracunan besi pada lahan pasang surut di Kalimantan Barat.Nomor seleksi : IR52952B-3-3-2 Asal persilangan : Osok/IR5657-33-2 Golongan : Cere Umur tanaman : 123 “ 127 hari Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 90 “ 100 cm Anakan produktif : 15 “ 20 batang Warna kaki : Hijau Warna batang : Hijau Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Warna daun : Hijau Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak Daun bendera : Miring Bentuk gabah : Ramping Warna gabah : Kuning bersih Kerontokan : Sedang Kerebahan : Tahan Tekstur nasi : Pulen Kadar amilosa : 19,5 % Bobot 1000 butir : 24 g Rata-rata hasil : 4,0 t/ha Potensi hasil : 5,0 t/ha Ketahanan terhadap Hama : Agak tahan terhadap wereng coklat biotipe 1 dan 2 Penyakit : Agak tahan terhadap blas dan bercak coklat, rentan terhadap hawar daun bakteri strain III dan IV Cekaman lingkungan : Cukup toleran terhadap Fe dan salinitas, toleran terhadap keracunan Al. Anjuran tanam : Baik ditanam pada lahan gambut dan sulfat masam Pemulia : Suwarno, T. Suhartini, B. Kustianto, dan Adidjono P. Teknisi : Sudarna, Basaruddin Nasution, Supartopo, Gusnimar Allidawati Alasan utama dilepas : Padi rawa, tahan blas, tahan BPH 1 dan 2, nasi pulen Dilepas tahun : 1999 Jika petani dapat mengendalikan serangan dengan cara yang dianjurkan diatas biasanya pertanaman padi dapat selamat sampai saat panen. (Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc., BPTP Kalimantan Barat) Sumber: Suprihatno, B.. 2010. Deskripsi Varietas Padi. BB Padi. Sukamandi. P.97 dan Hasil ujicoba VUB Inpari-34 di Desa Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya, melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Komuniasi dan Diseminasi Penyuluh Pertanian pada BPTP Kalimantan Barat.