[JAKARTA] Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi, melalui peningkatan Indeks Pertanaman, diarahkan pada pemenuhan sarana produksi yang lengkap untuk mendukung pelaksanaan Good Agricultural Practices (GAP) mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih berkualitas, pemupukan, pengelolaan OPT Terpadu sampai pada panen dan pasca panen, memerlukan kualitas dan kuantitas SDM pertanian yang memadai sebagai pelaku utama dan pelaku pendukung Hal ini menuntut peningkatan kinerja penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan pertanian sebagai fungsi peningkatan kualitas dan kuantitas SDM pertanian melalui pendampingan efektif kepada pelaku usaha tani di lapangan. Kinerja Kementerian Pertanian sangat penting untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan bahkan meningkatkan ekspor”. ujar Mentan. Pada arahan Ngobrol Asyik (Ngobras Penyuluhan) volume 47, Selasa (21/11/2023 bertempat di AOR BPPSDMP, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan, Dedi Nursyamsi mengatakan penyuluh pertanian harus hadir disetiap detak jantung petani dan menyatu dengan petani. Gunakan pupuk kimia sedikit sehingga produktivitas naik, benih harus unggul benih bagus dan juga penggelolaannya. Penyuluh Pertanian harus dampingi petani di musim rendeng, sehingga produktivitas meningkat terutama untuk padi dan jagung”. jelas Dedi Nursyamsi. Narasumber Ngobras, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Yudi Sastro yang diwakilkan Happy Suryati yang merupakan ketua tim kerja pembinaan dan pengawasan sertifikasi benih menjelaskan pada paparannya program pembangunan tanaman pangan yaitu peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman pangan untuk mencapai swasembada berkelanjutan. Untuk mencapai hal tersebut di perlukan ketersediaan dan penggunaan benih varietas unggul bersertifikat karena berpengaruh pada produktivitas, mutu hasil dan efisiensi usaha tani”. jelas Happy Suryati. Selanjutnya narasumber ngobras mengatakan benih dapat berkontribusi dalam upaya peningkatan produktivitas dengan syarat varietas sesuai dengan agroekosistem setempat, benih terjamin mutunya, tepat waktu tanam dan lokasi, tersedia, mudah di akses dan harga terjangkau. Adapun target untuk tercapai sasaran produksi tahun 2024 yaitu padi sebanyak 65,40 juta ton GKG, jagung sebanyak 35,3 juta ton pipilan kering”. imbuh Happy Suryati.hevymay