Loading...

Kering Alur Sadap (KAS) pada Tanaman Karet

Kering Alur Sadap (KAS) pada Tanaman Karet
Pada tanaman karet masih banyak yang menyangka bahwa Kering Alur Sadap (KAS) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri ataupun virus, padahal KAS terjadi karena tidak seimbangnya lateks yang keluar dengan lateks yang terbentuk kembali (regenerasi). Normalnya setelah dilakukan penyadapan lateks akan beregenerasi minimal >36 jam, namun penyadapan terutama perkebunan rakyat kurang dari 36 jam sudah dilakukan kembali penyadapan pada pohon yang sama. Sebagai akibat dari penyadapan yang hampir dilakukan setiap hari menyebabkan rusaknya kulit yang disadap dan dalam jangka panjang pohon karet tersebut tidak bisa mengeluarkan lateks, dan juga mengakibatkan pecah-pecah pada kulit serta pembengkakan pada batang tanaman. Salah satu cara untuk mengetahui gejala KAS secara sederhana adalah dengan tes tusuk pada bagian alur sadap atau sesuai dengan arah peneyebaran KAS, dan sebaiknya dilakukan secara rutin minimal setiap tiga bulan sekali agar deteksi KAS bisa diketahui lebih dini. Mengendalikan KAS adalah sebagai berikut: Menghindari penyadapan yang dilakukan terlalu sering dan mengurang penggunaan pemakaian stimulansia Menurunkan intensitas penyadapan yang semula dua hari sekali menjadi tiga atau empat hari sekali. Mengupas kulit yang pecah-pecah atau kering dengan pisau sadap, dan jika memungkinkan penyadapan dilanjutkan dibawah kulit yang kering. Istirahatkan pohon jika semua panel mengalami kekeringan. Jangan melakukan penyadapan saat pohon masih basah, karena jika dipaksakan maka air hujan akan masuk kedalam pori-pori sadapan dan mempercepat terjadinya KAS. Hal yang sangat perlu diperhatikan dalam perkebunan karet yaitu rotasi tanaman. Rotasi penyadaan yang baik untuk tanaman karet yang baru disadap atau biasa disebut dengan TM 1 hingga TM 3, sebaiknya dilakukan rotasi 3-4 hari pada pokok yang sama, sedangkan untuk tanaman yang sudah lebih dari TM>3 sebaiknya juga dilakukan rotasi 2-3 hari pada pokk yang sama. Rotasi tanaman ini diperlukan dan sangat bermanfaat. Hal ini perlu dilakukan untuk kelanjutan masa hidup karet itu sendiri dan juga agar selalu stabil produksi getah yang dihasilkan oleh pkok tanaman karet tersebut. Penting juga diperhatikan teknik menyadap yang baik jangan terlalu dalam dan juga jangan terlalu tipis, kedua hal tersebut berpengaruh terhadap pemulihan kulit pada batang karet yang disadap. Penulis: Akhmad Ansyor, SP, M.Sc Sumber Gambar: Koleksi Dirjen Perkebunan Sumber Bacaan: Dirjenbun, Pusat Standar Instrumen Perkebunan