Loading...

KOMODITAS HORTIKULTURA DILAHAN KERING

KOMODITAS HORTIKULTURA DILAHAN KERING
[Jakarta] Pertanian organik merupakan teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak petani beralih ke pupuk organik atau hayati dan tidak bergantung pada penggunaan pupuk kimia. Mentan SYL berharap melalui Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) yang telah dilaunching Kementan, kebutuhan pangan tetap terjaga dan berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, penghasil devisa negara, sumber pendapatan utama rumah tangga petani, dan penyedia lapangan kerja. "Gerakan ini tidak berarti meninggalkan penggunaan pupuk anorganik sepenuhnya, melainkan boleh menggunakan pupuk kimia dengan ketentuan tidak berlebihan atau menggunakan konsep pemupukan berimbang," ujar Mentan SYL. Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan penyuluhan dan Pengembangan SDm Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan genta organik memaksimalkan pestisida nabati, pembenah tanah, pupuk organik sesuai permintaan tanaman dengan pemupukan berimbang. Kalau kita tidak bijak dalam pemanfaatan pupuk kimia, agro kimia, pestisida maka tanah dan air kita akan menangis. Cara bijak yang dilakukan dapat melalui genta organik yang dapat menyelamatkan bumi”. ujar Dedi Nursyamsi. Sementara itu agenda kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) penyuluhan volume 16 , Selasa (18/04/2023) bertemakan Penerapan Pertanian Organik pada Komoditas Hortikultura Lahan Kering. Narasumber Ngobras Puji Astuti yang merupakan Penyuluh Pertanian BPP Semin, Kab. Gunungkidul, Prov. DI Yogyakarta menjelaskan pada paparan materinya bagaimana mengelola lahan kering menjadi lahan yang berproduksi pertanian. Karena Kondisi Lahan kering dengan ketersediaan air yang terbatas, komoditas yang berkembang lebih dominan untuk komoditas tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah”. ujar Puji Astuti. Puji Astuti menjelaskan bahwa dalam upaya menghemat penggunaan air, beberapa petani hortikultura menerapkan pengairan dengan sistem sprinkle dan irigasi tetes atau drip. Penyuluh terus melakukan pendampingan kepada petani untuk tetap melaksanakan budidaya yang ramah lingkungan diantaranya dengan melakukan pendampingan kepada petani untuk menerapankan konsep pertanian terpadu, pembukaan klinik agensia hayati untuk menyediakan kebutuhan agensia hayati, mendorong petani untuk terus memproduksi pupuk organik padat maupun cair serta penerapan budidaya tanaman sehat”. pungkas Puji Astuti.hvy