Sumber daya manusia pertanian adalah semua pemangku kepentingan yang terkait secara langsung atau tidak langsung dengan pembangunan pertanian. Mereka ada yang bekerja di pemerintahan, mulai dari pusat hingga ke tingkat desa, karyawan BUMN sektor pertanian, dan sebagian besar lainnya berkiprah di sektor swasta. Di tingkat lapangan, SDM pertanian terdiri dari pelaku utama (petani tanaman pangan, petani hortikultura, peternak, pekebun) dan pelaku usaha pertanian, baik individu, kelompok atau korporasi. Untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian, dapat dilakukan melalui komunikasi yang intensif dengan memanfaatkan dan mengelola umpan balik secara bijak sebagai masukan untuk peningkatan kompetensinya. Komunikasi, Pengalaman Pembelajaran dan Kualitas SDM Pertanian Sebagai mahluk sosial, manusia perlu berkomunikasi dengan pihak lain karena komunikasi merupakan kebutuhan dasar setiap orang untuk mencapai berbagai tujuan. Misalnya untuk menyampaikan pesan, berbagi pengalaman, berdiskusi untuk penyelesaian masalah, atau dalam rangka pembelajaran. Cara berkomunikasinya dapat dilakukan dengan tatap muka, menggunakan berbagai media komunikasi, atau kombinasi kedua cara tersebut. Dalam suatu komunikasi antara dua pihak (interpersonal, kelompok, massal) dan berlangsung dua arah, terdapat enam unsur penting, yaitu pemberi/sumber pesan, pesan yang disampaikan, saluran yang digunakan, penerima pesan, kesan atau efek yang diinginkan terjadi, dan feedback atau umpan balik. Pada aktivitas pembelajaran, sumber dan penerima pesan bisa berada di dalam diri orang yang belajar. Oleh sebab itu proses komunikasi dalam diri seseorang (intrapersonal), sesungguhnya adalah proses pembelajaran pada dirinya sendiri. Dengan demikian apabila komunikasi itu digunakan dalam konteks individu dan bertujuan untuk mempelajari sesuatu topik atau materi, hal itu berarti berbicara tentang bagaimana manusia belajar. Dalam proses pembelajaran yang dilakukan melalui komunikasi intra maupun interpersonal, umpan balik sangat berperan penting dan perlu dikelola serta dimanfaatkan sebaik-baikya. Pemanfaatan umpan balik ini dalam suatu proses komunikasi bertujuan agar komunikator dan komunikan dapat mencapai makna yang sama dari substansi yang dikomunikasikan. Pada akhirnya tujuan dari komunikasi masing-masing pihak dapat tercapai. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan/atau perubahan sikap, maka pengalaman pembelajaran perlu dipilih yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Pengalaman pembelajaran adalah gerak balas seseorang dengan keadaan yang ditemuinya ketika ia berkomunikasi. Apabila komunikasi ditujukan untuk adanya perubahan perilaku tertentu, maka perbahan itu terjadi karena adanya tingkah laku yang aktif dari pihak yang belajar/berkomunikasi. Dengan demikian, untuk terjadinya peningkatan kualitas SDM, maka materi yang dibicarakan atau dipelajari, haruslah sesuai dengan tujuan perubahan yang diinginkan. Dalam konteks komunikasi yang dilakukan oleh SDM pertanian, terutama untuk tujuan peningkatan kompetensinya, maka perlu sekali memanfaatkan umpan balik sebagai informasi yang bermanfaat. Umpan balik adalah reaksi atau tanggapan dari berbagai pihak yang berkomunikasi. Penyampaiannya dapat secara langsung ataupun tidak langsung oleh para pihak yang berkomunikasi. Bahkan, dalam suatu proses komunikasi yang dinamis, umpan balik itu perlu dicari, diburu dan/atau digali untuk memperoleh masukan guna pencapaian tujuan jangka pendek ataupun jangka panjang. Oleh sebab itu amat penting bagi sumber daya manusia pertanian, disemua bidang pekerjaannya, dan dimanapun mereka menjalankan fungsinya, memanfaatkan umpan balik untuk meningkatkan kompetensinya. Kompetensi SDM perlu terus ditingkatkan dari waktu ke waktu agar mampu mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi. Perubahan kompetensi SDM pertanian kearah yang positif adalah sebagai wujud dari peningkatan kualitasnya. Peingkatan kualitas tersebut hanya dapat terjadi melalui komunikasi interpersonal, intrapersonal, dan kombinasi diantara kedua bentuk komunikasi tersebut. Dengan adanya peningkatan kualitas seluruh SDM pertanian yang terkait secara langsung ataupun tidak langsung dengan pembangunan pertanian, akan berpengaruh positif terhadap pencapaian target-target pembangunan pertanian di Indonesia. Penulis : Enisar Sangun (Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP)