Loading...

Konservasi Lahan Kakao Secara Vegetatif

Konservasi Lahan Kakao Secara Vegetatif
Konservasi tanah secara vegetatif merupakan cara konservasi tanah dengan memanfaatkan tanaman ataupun sisa-sisa tanaman untuk mengurangi erosi. Teknik konservasi tanah di Indonesia diarahkan pada tiga prinsip utama yaitu perlindungan permukaan tanah terhadap pukulan butir butir hujan, meningkatkan kapasitas infiltrasi tanah seperti pemberian bahan organik atau dengan cara meningkatkan penyimpanan air, dan mengurangi laju aliran permukaan sehingga menghambat material tanah dan hara terhanyut. Konservasi untuk tanaman kakao dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan penanaman pohon pelindung. Penanaman pohon pelindung/tanaman penaung Tanaman kakao membutuhkan sinar matahari yang masuk pada perkebunan, namun cahaya yang masuk diharapkan hanya sekitar 60-80% dari cahaya langsung, tergantung pada musim. Pada musim kemarau diperlukan naungan yang lebih banyak dari musim hujan, untuk itu perlu dilakukan pengaturan dan pemilihan tanaman yang tepat, agar tanaman kakao mempunyai produktivitas tinggi. Tanaman kakao juga memerlukan tanaman penaung yang berperan dalam memperbaiki unsur tanah, mengembalikan hara tercuci, dan menahan terpaan angin terutama pada kakao yang belum menghasilkan. Tanaman penaung memiliki fungsi untuk: 1). Pemecah/pematah angin, agar angin yang berhembus dapat ditahan atau terkena tanaman naungan terlebih dahulu sebelum mengenai tanaman kakao; 2) Menambah pendapatan sampingan, apabila tanaman penaung merupakan tanaman yang mempunyai nilai jual seperti pisang, kelapa, dan lainnya; 3) Menaungi, meredam suhu maksimum dan suhu minimum yang dapat merusak tanaman kakao. 4) Mencegah terjadinya erosi. Kriteria tanaman penaung tanaman kakao Pohon yang digunakan sebagai penaung tanaman kakao harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1) Mudah dan cepat tumbuhnya, percabangan dan daunnya memberikan perlindungan yang baik; 2) Tidak mengalami masa gugur daun pada musim tertentu; 3) Mampu tumbuh dengan baik pada tanah-tanah kurang subur dan tidak bersaing dalam hal kebutuhan akan air dan hara; 4) Tidak mudah terserang hama dan penyakit; 5) Tidak menjadi inang hama dan penyakit; 6) Tahan akan angin, dan mudah memusnahkannya, jika sewaktu-waktu tidak dipakai lagi. Tanaman penaung pada umumnya merupakan tanaman yang tidak memiliki nilai ekonomis sehingga tidak menarik bagi petani. Untuk itu tanaman penaung sebaiknya menggunakan tanaman yang mempunyai nilai ekonomis seperti pisang, kelapa, dan sengon atau jati sebagai tanaman tepi. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan tanaman bernilai ekonomis tersebut adalah pengaturan tata tanam agar persaingan antara tanaman kakao dengan tanaman penaung tersebut diusahakan seminimal mungkin, namun tanaman tersebut dapat memberikan naungan yang cukup untuk tanaman kakao. Tanaman penaung sementara Fungsi tanaman penaung sementara adalah: 1) Melindungi kakao muda dari penyinaran yang berlebih; 2) Melindungi tanah dari erosi; 3) Meningkatkan kesuburan tanah melalui tambahan bahan organik dari hasil pangkasan dan seresahnya; 4) Menekan pertumbuhan gulma. Jenis tanaman yang banyak dipakai untuk pelindung sementara yaitu Moghania macrophylla dan pisang (Musa sp.) Moghania sesuai untuk tinggi tempat 700 m dpl ke bawah. Cara penanaman naungan yaitu dengan menanam Naungan sementara di dalam barisan tanaman penaung tetap atau di bagian ”bibir” terasan. Tanaman penaung tersebut harus ditanam minimal satu tahun sebelum penanaman kakao. Pohon pelindung tetap Pelindung tetap mutlak diperlukan dalam sistem budidaya tanaman kakao lestari (berkelanjutan), karena usahatani kakao tanpa pelindung tetap cenderung menyebabkan percepatan degradasi lahan dan mengancam keberlanjutannya. Pohon penaung tetap yang banyak dipakai di Indonesia yaitu lamtoro (Leucaena spp.), gamal (Gliricidia sepium), dadap (Erythrina sp.), dan sengon (Paraserianthes falcataria). (Sri Wijiastuti, Pusat Penyuluhan Pertanian). https://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/dokumentasi/serial/monograf1/monografkonservasi001.pdf (https://mitalom.com/budidaya-perkebunan/2339/jenis-dan-fungsi-pohon-pelindung-naungan-pada-tanaman-kakao/ https://ditjenbun.pertanian.go.id/manfaat-dan-risiko-pemberian-naungan-pada-tanaman-kakao/