KOPI DAN PALA SEBAGAI PATRIOT EKSPOR KOMODITAS PERKEBUNAN
[JAKARTA] Program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor) menjadi andalan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong roda perekonomian. Digagas oleh Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) , program ini mendorong pengusaha dan eksportir melipatgandakan lalu lintas ekspor pertanian menjadi tiga kali lipat. Dengan ini, produksi dapat mencapai tujuh persen per tahun. Mentan mengharapkan UPT-UPT Karantina di daerah bisa bekerja sama dengan Pemerintah Daerahnya masing-masing agar terus mengembangkan komoditas unggulan daerah berstandar ekspor untuk mendukung gerakan gratieks. "Jadi saya berharap Karantina tidak jaga pelabuhan, tapi jagonya mengandalkan ekspor impor yang berpihak pada bangsa. Catat ini," ujar Mentan SYL. Sejalan dengan hal tersebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan saat ini kualitas eksport di dominasi oleh komoditas perkebunan. Eksport tidak hanya meningkatkan pendapatan petani tetapi terkait dengan harga diri dan jatidiri bangsa, dengan eksport kedudukan Indonesia ada di level teratas”. jelas Dedi Nursyamsi. Sementara itu agenda Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 16 dilaksanakan pada Jumat (05/05/2023) di AOR BPPSDMP dengan tema Patriot Eksport Komoditas Perkebunan dengan narasumber Junaidi, Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan. Pada paparan materinya Junaidi menjelaskan bahwa komoditas kopi dan pala saat ini menjadi andalan komoditas eksport Perkebunan. Pembukaan akses pasar dengan penambahan negara tujuan eksport baru dan peningkatan pangsa eksport ke negara tujuan yang ada dilakukan melalui promosi dan diplomasi”. jelas Junaidi. Lebih lanjut Junaidi mengatakan bahwa untuk peningkatan nilai tambah dilakukan melalui penyediaan alat pasca panen dan desiminasi teknologi pengolahan komoditi hilirisasi dan agroindustri. Dalam hal peningkatan eksport baik kopi dan pala kami selalu monitoring dan evaluasi setiap empat bulan serta membuat laporan hasil monitoring dan evaluasi”. imbuh Junaidi. Sebagai informasi selain Program MSPP, Kementerian Pertanian memastikan sektor pertanian tanah air akan terus maju, mandiri dan modern. Untuk itu, Kementan akan memaksimalkan semua potensi, termasuk juga program-program PHLN seperti Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP). SIMURP bertujuan meningkatkan produksi dan produktivitas, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Penyuluh dan Petani dalam penerapan teknologi CSA, mengurangi resiko gagal panen serta mengurangi efek gas rumah kaca dan meningkatkan pendapatan Petani di Daerah Irigasi (DI) dan Daerah Irigasi Rawa (DIR) lokasi kegiatan.hvy