Dalam rangka melihat dan meninjau pelaksanaan penyuluhan ditingkat kecamatan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bersama Kepala Pusat Pertanian melaksanakan kunjungan kerja ke Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Cilamaya, Kab. Karawang dan BP3K Ciasem, Kab. Subang pada hari Jumat, 27/12/ 2013. Hadir dalam kunjungan tersebut Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Ir. Fathan A. Rasyid, dan kepala BP3K se Kabupaten Karawang dan Lab. Subang. Dalam kunjungan pertamanya ke BP3K Cilimaya, Kepala Badan menyampaikan bahwa selama ini sering mendapatkan keluhan dari berbagai pihak terkait mengenai kurangnya koordinasi, komunikasi dan sinergi antara Dinas Pertanian dan Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, sekarang menjadi tugas utama saya untuk dapat mensinergikan hal itu semua. Namun Kepala Badan mengatakan bahwa BP3K Cilamaya sudah mengalami kemajuan dari penyuluh dan petaninya. Ini dapat dilihat dari kemandirian petani artinya petani sudah bisa melakukan budidaya padi sendiri dengan menerapkan inovasi-inovasi yang terbaru yaitu mampu menyeleksi varietas-varietas unggul, dan menentukan waktu tanaman. Selanjutnya Kepala Badan menyampaikan pesan dari Wakil Menteri Pertanian untuk segera membuat konsep BP3K model yang akan dijadikan referensi nasional dengan melihat BP3K yang baik, mempunyai fasilitas yang mumpuni, mekaniseme pelatihan, kegiatan penyuluhan dan sarana prasarananya terpenuhi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pembangunan pertanian serta memperkuat kelembagaan penyuluhan pertanian di tingkat kecamatan. Rencananya setiap kabupaten memiliki 1 atau 2 BP3K model yang didukung oleh Bakorluh dan Bapeluh, dan BP3K Cilamaya bisa dijadikan salah satu contoh BP3K model di Kabupaten Karawang. Selain menyampaikan arahan, Kepala Badan juga mengajak para penyuluh untuk berdiskusi terkait pelaksanaan penyuluhan di tingkat kecamatan. Salah satu diskusi yang diangkat adalah kurangnya tenaga penyuluh pertanian dalam melaksanakan pendampingan kepada petani. Hal ini terkait dengan akan terjadinya pensiun massal para penyuluh pertanian dalam kurun waktu empat tahun mendatang. Untuk itu Ka Badan menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian terus berusaha dengan mendorong agar THL-TBPP dapat diangkat menjadi penyuluh pertanian PNS atau melalui pola rekruitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang undang-undangnya telah disahkan oleh DPR-RI. Di BP3K Ciasem Kabupaten Subang Kepala Badan PPSDMP menyampaikan agar 9 Indikator Kinerja Penyuluh bisa terukur dengan baik, sehingga menghasilkan output yang optimal.