Loading...

KUNJUNGI KEBUN RAPHIS, MENTAN MINTA BINTAN TANGKAP PELUANG EKSPOR

KUNJUNGI KEBUN RAPHIS, MENTAN MINTA BINTAN TANGKAP PELUANG EKSPOR
Menteri Pertanian (Mentan) RI Suswono, M. MA berharap Kabupaten Bintan sebagai centra pertanian di wilayah Provinsi Kepri mampu menangkap peluang ekspor sayur dan buah-buahan ke negara tetangga Singapura. "Sekarang kita ditantang, karena Indonesia diberi peluang memenuhi hingga 30 persen kebutuhan sayur dan buah-buahan negara Singapura sampai tahun 2014," ujar Mentan saat berkunjung ke lokasi gresinda flora, kebun Raphis Excelsa yang dikelola petani di KM 20 Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Minggu (6/5) lalu. Mentan sangat berharap Bintan mampu mengambil pangsa pasar ekpor ini, mengingat letak geografis Kabupaten Bintan yang strategis, dan dekat dengan negara Singapura sehingga memiliki nilai plus dibanding daerah lainnya. Terutama dari sisi biaya pengiriman. Apalagi setelah mendengar keterangan Bupati Bintan Ansar Ahmad, bahwasanya dari 22. 661 hektar lahan produktif, baru sekitar 728 hektar lahan yang dimanfaatkan untuk pertanian. Artinya produksi pertanian di Bintan masih bisa ditingkatkan, baik melalui program ekstensifikasi maupun diversifikasi. "Sepanjang jalan menuju ke sini dari bandara tadi, saya melihat masih banyak lahan kosong yang belum dimanfaatkan," cerita Mentan seraya berharap kedepannya lahan-lahan tidur tersebut bisa digarap para petani. Sehubungan ekspor sayur ke Singapura, Bintan sebenarnya sudah melakukannya, namun karena sesuatu hal, tidak berjalan mulus dan terhenti. Dalam hal ini, Mentan meminta Pemkab Bintan agar segera mencari akar permasalahannya, sehingga kerjasama ekspor yang terjalin sebelumnya bisa dilaksanakan kembali. Sementara itu dalam kegiatan yang dihadiri Kepala BP2KP Bintan, Jufrin Zuniwal tersebut, Gubernur Kepri, HM Sani turut melaporkan bahwasanya kontribusi bidang pertanian terhadap pemasukan daerah di wilayah Provinsi Kepri masih sangat kecil yakni sekitar 2 persen. Nilai ini diharapkan bisa meningkat, kerana potensi pertanian di wilayah Provinsi Kepri masih sangat tinggi. Dalam kunjungan ini, selain melihat langsung perkebunan tanaman Raphis Excelsa yang dikembangkan melalui bantuan dana APBN tersebut, Mentan bersama Gubernur Kepri, HM Sani turut menyaksikan penandatanganan MoU kerjasama ekspor tanaman raphis antara Pemkab Bintan yang diwakili Bupati Bintan Ansar Ahmad dengan investor dari Singapura PT Liver Glory. Sebelumnya petani raphis sudah dua kali melakukan ekspor tanaman raphisnya ke Singapura, ekspor pertama sebanyak 415 rangkai, dan kedua 531 rangkai. Dalam waktu dekat ini, ekpor ketiga ke Singapura akan segera dilaksanakan. Selain Singapura, Bintan juga membidik negara Belanda sebagai sasaran ekspor tanaman raphis. Dipenghujung kunjungan ke kebun Rapis, Mentan turut melakukan temu wicara dengan para perwakilan petani se Kabupaten Bintan. Di acara yang dimoderatori langsung Bupati Bintan Ansar Ahmad tersebut, banyak masukan dan keluhan para petani yang disampaikan, diantaranya biaya pengiriman ekspor yang mahal, kurangnya benih unggul tanaman hortikultura, seperti benih daun bawang. Masalah lainnya, permintaan bantuan teknologi untuk pengolahan buah naga seperti yang disampaikan Bapak Edi Subagio, salah satu petani. Harapan Edi ini tidak terlepas dari kekawatiran petani buah naga di Bintan, akibat adanya kabar produksi buah naga dari negara Vietnam sudah mulai membanjiri Indonesia, dan harganya cukup miring. Selain masalah tadi, Ketua KTNA Kabupaten Bintan, Tukiman juga meminta Kementerian Pertanian agar memperbanyak diklat-diklat untuk para petani. Karena melalui diklat inilah, wawasan dan ilmu petani bisa bertambah, selain didapat melalui penyuluh di lapangan. Semua curhat para petani tersebut, sangat direspon positif Mentan, bahkan sebagian besar sudah dicarikan jalan keluarnya. (Gindriawan S/Dedi Rosadi)