Pendahuluan Kutu kebul ( bemisia tabaci ) atau dipanggil juga kutu putih merupakan hama penting pada berbagai jenis tanaman yang menjadi permasalahan di tingkat petani. Kutu kebul diklasifikasikan ke dalam keluarga Aleyrodidae, sub-urutan besar serangga, Homoptera. Kutu kebul tumbuh subur di seluruh dunia terutama di kawasan iklim subtropis dan tropis, seperti Indonesia. Sedangkan populasi di kawasan iklim sedang tidak terlalu besar. Lingkungan dengan suhu dingin bahkan sering menyebabkan kematian larva dan lalat dewasa. Serangan hama kutu kebul banyak dijumpai pada tanaman sayuran seperti: tomat, labu, mentimun, terong, okra,kacang-kacangan, brokoli, kembang kol, kubis, melon, kapas, wortel, ubi jalar, dan sayuran lainnya. Bahkan banyak dari jenis tanaman buah seperti mangga, rambutan, anggur, dan jeruk menjadi sasaran serangan hama ini. Bioekologi Serangga dewasa kutu kebul berwarna putih dengan sayap jernih, ditutupi lapisan lilin yang bertepung. Ukuran tubuhnya berkisar 1 “ 1,5 mm. Serangga dewasa meletakkan telur dipermukaan bawah daun muda. Telur berwarna kuning terang dan bertangkai seperti kerucut. Stadia telur berlangsung selama 6 hari. Serangga muda (nimfa) yang baru keluar dari telur berwarna putih pucat.Serangga muda dan dewasa menghisap cairan daun. Ekskreta kutu kebul menghasilkan embun madu yang merupakan media tumbuh cendawan jelaga, sehingga tanaman sering tampak berwarna hitam. Kutu kebul merupakan serangga penular penyakit Cowpea Mild Mottle Virus (CMMV). Gejala Serangan Secara umum, serangan kutu kebul atau kutu putih menimbulkan sejumlah dampak berikut pada tanaman: Daun melengkung ke atas, keriput, atau memelintirDaun berbintik-bintikDaun menguning, layu, dan rontokDertumbuhan terhambat, tanaman menjadi kerdilTunas dan percabangan tidak berkembangTanaman gagal berbunga, sehingga produktivitas/hasil panen sangat rendah Pengendalian Ada beberapa kiat ( secara perilaku) yang membantu mengurangi intensitas serangan Kutu kebul / kutu putih di antaranya : Tanam serempak pada komoditas tertentu seperti kedelai.Periksa daun tanaman Anda secara teratur, untuk memastikan tanda-tanda kutu daun. Carilah kelompok kutu yang bergerombol di balik daun, terutama pada pucuk dan daun muda, serta pada daun yang terlihat menggulung dan keriput.Jika populasinya masih sedikit, tindes saja kutu daun dengan tangan (gunakan sarung tangan).Ada beberapa jenis serangga yang bisa kita manfaatkan untuk memangsa Kutu kebul / kutu putih , seperti kepik dan lain sebagainya.Jaga lahan Anda bersih, bersihkan gulma secara rutin, gunting daun-daun dan ranting-ranting ranting cabai Anda yang terlalu rimbun atau rusak.Metode pengasapan di sore hari,dengan cara membuat asap di sekitar tanaman.Gunakan mulsa perak untuk menutup bedengan Anda. Diketahui bahwa plastik mulsa perak dapat menekan populasi hama kutu kebul/ kutu putih selama bulan-bulan pertama.Jika eskalasi serangan tinggi semprot dengan insektisda yang berbahan aktif Mitac 200 EC. Penyemprotan dengan air yang dicampur detergen 10% menyebabkan populasi berkurang sampai 70 %. Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung) Sumber Bacaan : - Marwoto, dkk. 2013. Hama, Penyakit dan Masalah Hara Pada Tanaman Kedelai. Balitbangtan.- I Wayan Swastika. Waspadai Hama Pendatang Baru Kutu Putih Paracoccus marinatus di Bali..- Inovasi Teknologi Hortikultura, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bangka Belitung. Sumber Gambar : Koleksi Feriadi, S.P.