Lada Katokkon (Capsicum annuum L.var.sinensis) adalah sejenis Cabai atau Lombok primadona khas Tana Toraja. Bentuknya seperti cabai Paprika (Capsicum Annuum var. Grossum) namun dalam bentuk mini, gemuk bulat pendek, dengan ukuran normal sekitaran 3~4 cm dengan penampang seukuran 2 hingga 3,5 cm, bewarna hijau keunguan saat masih muda, dan bewarna merah menyegarkan saat buahnya matang Lada Katokkon hanya bisa tumbuh dengan baik di dataran tinggi, sekitaran 1000 hingga 1500Mdpl, seperti dataran tinggi Kabupaten Tana Toraja. Tetapi ternyata bisa dikembangkan di BPP Bontosikuyu Kepulauan Selayar dengan ketinggian tempat > 25 Mdpl.Adapun tahapan kegiatan budidaya meliput :Persemaian BenihBuah yang telah diseleksi, bijinya dikeluarkan kemudian dijemur/diangin-anginkan selama kurang lebih 7 hari kemudian disemaikan. Bibit siap dipindahkan setelah berumur setelah berumur ± 3minggu di kokeran atau 5 minggu setelah semai.Pengolahan Lahan Pengolahan lahan secara sempurna dilakukan 2 kali menggunakan Sekop dan Cangkul. Pengolahan pertama meliputi pembongkaran tanah dengan menggali sedalam 25 -30 cm kedalam tanah. Setelah bedengan siap kemudian pemasangan Mulsa Plastik . Hal selanjutnya dibuat lobang tanam dengan jarak tanam 80 Cm x 60 Cm dengan menggunakan pola tanam menyerupai bentuk jajar genjang. Penanaman. Bibit sudah dapat di tanamsetelah berumur ± 3 minggu di kokeran atau 5 minggu setelah semai . Bibit ditanam kedalam lobang tanam yang telah disiapkan secara tegak lurus dan pangkal tanaman harus rata dengan permukaan mulsa untuk mengurangi serangan hama jangkrik yang biasanya memotong batang tanaman muda. Pemeliharaan Tanaman PenyiramanPada saat tidak turun hujan, penyiraman dapat dilakukan maksimal 3 kali dalam seminggu. Perempelan TunasPerempelan Tunas dilakukan saat umur tanaman 4 – 6 minggu di pertanaman. Proses perempelan tunas biasanya dilakukan 2 sampai 3 kali tergantung pertumbuhan tanaman dan akan di hentikan saat terbentuk cabang. Pengendalian hama dan penyakitHama yang menyerang lada katokkon pada awal pertanaman pada umumnya adalah jangkrik dan belalang. Untuk menghindari hal tersebut saat penanaman pangkal tanaman harus rata dengan permukaan mulsa dan gulma yang berada di pinggir mulsa dibiarkan tumbuh sebagai sumber makanan bagi jangkrik agar tanaman tidak diserang. Pemupukan tambahan (Susulan)Teknik pemupukan pada sistem mulsa plastik dilakukan melalui penyemprotan pupuk organik cair melalui daun maunpun dengan cara pengecoran pada lubang tanam. Pemupukan susulan pertama dilakukan saat umur tanaman 2 minggu setelah tanam dengan menggunakan limbah cair dari kotoran ternak. Pemupukan selanjutnya melalui penyemprotan dengan menggunakan pupuk organik elang biru. Penyemprotan dilakukan sebanyak 2 kali dengan selang waktu 2 minggu setelah proses pemupukan pertama. Hasil produksi untuk percontohan lada katokkon sudah dapat dinikmati dan dipasarkan langsung ke rumah-rumah makan maupun pasar di Kota Benteng Ditulis Oleh : Andi Maulana, SP., MP.Penyuluh Pertanian MadyaWIBI : Kabupaten Kepulauan Selayar