Jagung merupakan tanaman pangan ke dua setelah padi. Di Kalimantan Barat, jagung sebagian besar diusahakan di lahan kering dengan menggunakan varietas jagung hibrida. Jagung hibrida merupakan jagung yang hanya dapat ditanam satu kali saja dan apabila akan menanam jagung lagi maka harus membeli kembali. Untuk itu, tahun 2012 “ 2014 dalam rangka pendampingan SL-PTT di introduksikan varietas Lamuru, Sukmaraga dan Provit-A yang merupakan varietas jagung komposit atau jagung bersari bebas di beberapa kabupaten di Kalimantan Barat dengan harapan varietas ini dapat digunakan kembali menjadi benih sehingga petani tidak disibukkan lagi mencari benih jagung pada saat musim tanam berikutnya. Dari hasil uji adaptasi tersebut, ternyata varietas Lamuru memberikan produksi rata-rata 5,4 t/ha lebih tinggi dari varietas Sukmaraga 3,98 t/ha dan Provit A 4,29 t/ha. Hasil uji adaptasi ini pada tahun 2015 “ 2-16 ditindaklanjuti dengan melakukan Demfarm VUB Jagung di lahan kering pada musim kemarau dengan menggunakan varietas Lamuru dan varietas Hibrida Bima 20 mendukung UPSUS di Kalimantan Barat. Dari hasil demfarm, ternyata varietas Lamuru ini memiliki provitas yang cukup memuaskan pada musim kemarau dengan rata-rata produksi 5,31 t/ha, sedangkan varietas Hibrida 4,47 t/ha. Hal ini membuktikan bahwa varietas Jagung Lamuru adaptif ditanam di lahan kering Kalimantan Barat, dimana dalam kondisi yang cukup kering, varietas ini masih bisa bertahan dan memberikan hasil yang cukup memuaskan. Hasil demfarm jagung ini lebih tinggi dari provitas jagung di Kalimantan Barat yang hanya mencapai 32,57 ton/ha. Sedangkan jika dilihat dari deskripsi varietas, provitas jagung Lamuru di demfarm ini hampir mendekati deskripsi provitas jagung Lamuru yang mencapai rata-rata 5,6 t/ha (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2013). Dengan demikian varietas Lamuru ini punya peluang yang besar untuk di kembangkan di lahan kering Kalimantan Barat, selain provitasnya tinggi, cukup tahan pada kondisi yang kering serta dapat ditanam kembali pada musm tanam berikutnya. Berikut deskripsi varietas unggul jagung Lamuru :Umur Tanaman : 55% keluar rambut : 55 hariMasal fisiologis : 90 “ 95 hariBatang : TegapWarna batang : HijauTinggi tanaman : ± 190 cm (160 “ 210 cm)Daun : PanjangWarna daun : HijauKeragaman tanaman : Agak seragamPerakaran : BaikMalai : Semi KompakWarna anthera : Coklat Muda (80%)Warna rambut : Coklat Keunguan (75%)Tongkol : Panjang dan SilendrisTinggi Letak Tongkol : ± 90 cm (85 “ 110 cm)Kelobot : Tertutup dengan baik (75%)Tipe biji : Mutiara (flint)Warna Biji : KuningBaris Biji : LurusJumlah baris/tongkol : 12 “ 16 barisBobot 1000 biji : ± 275 grRata-rata hasil : 5,6 t/haPotensi Hasil : 7,6 t/haKetahanan : Cukup tahan terhadap penyakit bulai (Penonosclerospora maydis) dan karatDaerah Sebaran : Dataran rendah sampai 600 m dpl(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2013) Penulis : Sari Nurita, BPTP Kalimantan Barat Sumber: Badan Pusat Statustik Provinsi Kalimantan Barat, 2016. Kalimantan Barat Dalam Angka 2016. Pontianak Nurita, S. et al., 2012. Laporan Akhir Pendampingan SL-PTT Padi, Jagung dan kedelai di Kalimantan Barat. BPTP Kalimantan Barat Nurita, S. et al., 2013. Laporan Akhir Pendampingan SL-PTT Padi, Jagung dan Kedelai di Kalimantan Barat. BPTP Kalimantan Barat Nurita, S. et al., 2014. Laporan Akhir Program Pendampingan PTT Padi, Jagung dan Kedelai di Kalimantan Barat Pratiwi, et al., 2015. Laporan Akhir Identifikasi Calon Lokasi, Koordinasi, Bimbingan dan Dukungan Teknologi UPSUS Padi dan Jagung, Komoditas Utama Kementerian Pertanian di Kabupaten Landak. BPTP Kalimantan Barat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2013. Deskripsi Varietas Unggul Jagung Edisi 2013. Maros Supriadi, K., 2016. Laporan Akhir Pendampingan UPSUS Jagung di Kabupaten Bengkayang Tahun 2016. BPTP Kalimantan Barat