Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Pada hari selasa, tanggal 27 juli 2010, bertempat di Balai Pertemuan Gapoktan Timan Agung, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, yang dihadiri oleh Sub Tim Teknis Kegiatan Simantri Provinsi Bali, Tim Teknis Kegiatan Simantri Kabupaten Tabanan, pengurus dan anggota Gapoktan Timan Agung, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, PPL sedrta Kepala UPTD Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan, mengadakan Bimbingan Teknis Kegiatan Simantri tahun 2010. Adapun materi yang dibahas meliputi : - Pengenalan Penyakit pada Ternak Sapi. 1. Penyakit Cacingan. Cacing yang sering menyerang pada sapi adalah : a. Schistosoma bovis. b. Eurytrona pancreaticum. - Tanda-tanda penyakit hewan Cacingan : a. Hewannya selalu mencret, kemudian normal lagi. b. Badannya kurus walaupun makanannya cukup dan bulu sekujur tubuhnya suram. - Cara Diagnose : Kotoran sapi diambil sedikit, kemudian dikirim ke Laboratorium Kesehatan hewan untuk diperiksa secara mikrospokis. - Penanggulangan : Obat cacing yang dapat digunakan seperti Phenoothiazinu, Piperrazill untuk cacing lambung. 2. Penyakit SE (Penyakit Ngorok). Penyakit sering menyerang ternak sapi pada perubahan musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya, dimana tubuh hewan dalam kondisi terlalu lelah dikerjakan di sawah, atau pada saat kkurang makanan atau minuman. Ada 3 bentuk penyakit yg menyerang hewan pada bagian tingkat umur dengan tanda-tanda sebagai berikut : a. Bentuk Oedematus ( Busung ) - Bengkak dibawah kulit yang terdapat pada kepala, leher bagian depan, dada depan, gelambir dan kadang-kadang juga bengak pada dubur dan kemaluan. - Bengkak ini jelas dan apabila dirabai terasa panas dan sakit. - Kalau bagian yang bengkak ini, ditusuk dengan jarum suntik akan keluar cairan kuning kecoklat-coklaatan. - Lidahnya juga bengkak dan dapat menebal sampai 10 cm (yang normal 3 cm) dan pita suara bengkak , lubang pernapasan sempit sehingga adanya suara ngorok. - Kerap kali ingus dan air mata keluar. - Bentuk oedema ini adanya kematian 12-26 jam. b. Bentuk Pectoral ( Ruang Data ) - Ada bersin dan batuk , kalau hewannya matiruang dadnya dibuka ada cairan jernih atau merah ( ada darah, warna paru-paru hitam atau bercak-bercak mearah coklat tua ). - Kematian bentuk penyakit ini sampai 3 hari. c. Bentuk Intestinal - Adanya mencret yang kotorannya berwarna kemerah-merahan . Kalau ruang perut dibuka di buka pada usus ada pendarahan. Mula-mula faeses sulit keluar, diarenya encer sekali dan jonjor berdarah , kematian dalam bentuk ini sampai 1 minggu. Pencegahan : - Ternak diberi makan dan minum yg cukup . - Perawatan dari kebersihan kandang terjamin. - Vaksinasi dilakukan sekurang-kurangnya 1 tahun sekali. - Kalau ada sakit secepatnya dipisahkan dan cepat lapor pada petugas peternakan setempat. Pengobatan: Kalau tidak diobati hewan akan mati 12 jam sampai seminggu, diobati dengan serum dan antibiotic. (3) Penyakit Jembrana Penyakit Jembrana, sampai saat ini diketahui hanya menyerang sapi bali, yang penularannya diduga oleh serangga penghisap darah terutama nyamuk dan bangsa lalat. Sapi yang terserang penyakit jembrana memperlihatkangejala khusus, sebagai berikut: 1. Demam tinggi dapat mencapai 41 derajat celcius. 2. Kelenjar pertahanan ( pangkal kaki depan ), dan pangkal kaki belakang membesar/membengkak. 3. Dalam keadaan parah , disertai dengan diare berdarah dan keringat berdarah. Pencegahan : 1. Spraying dengan insektisida antara lain Bovinox (cair) Neocidol (serbuk), Asuntol (serbuk) dan Rhodiacide (cair) 2. Sanitasi kandang dan lingkungannya : a. Memebersihkan sarang nyamuk dan sarang lalat di sekitar kandang. b. Mengalirkan genangan air. c. Membuat lubang penimbunan kotoran dan memesukan kotoran kedalam lubang tersebut sebelum memanfaatkannyasebagai pupuk (I dewa Gde Anom/Bakorluh bali).