Loading...

Larutan Entomopatogen Untuk Padi Organik

Larutan Entomopatogen Untuk Padi Organik
Larutan entomopatogen merupakan bahan untuk pengendalian hama tanaman padi secara biologis. Pembuatan larutan entomopatogen ini tidaklah sulit. Bahan bakunya berupa biakan cendawan Beauveria bassiana dan metarhizium anisopliae. Biakan cendawan ini diperoleh di Laboratorium Pengamat Hama Penyakit Tanaman setempat dengan harga terjangkau. Bahan pendukung lainnya adalah beras yang sangat mudah diperoleh. Peralatan utama pembuatan larutan entomopatogen ini berupa kotak inokulasi. Kotak ini dapat dibuat sendiri dari papan tripleks atau kardus bekas pembungkus barang elektronik. Sementara peralatan pendukung lainnya tersedia di lingkungan sekitar, yaitu kantong plastik, sendok, nampan, periuk. dan dandang. Cara pembuatan larutan entomopatogen ini sangat mudah. Adapun tahapan pembuatannya sebagai berikut. a) Masak beras hingga menjadi nasi. b) Tuang nasi yang sudah masak ke atas nampan, lalu biarkan hingga dingin. c) Masukkan nasi yang sudah dingin ke dalam kantong plastik (sekitar 1/4 bagian kantong). d) Sterilkan nasi tersebut dalam dandang selama 2-3 jam terhitung sejak airnya mendidih. e) Dinginkan kembali nasi dalam kantong plastik setelah disterilkan. Inokulasi nasi yang sudah dingin tersebut dengan biakan entomopatogen di dalam korak inokulasi. Caranya, tangan kanan dimasukkan dalam kotak melalui lubang kanan dan tangan kiri dimasukkan ke kotak melalui lubang kiri sehingga kedua tangan berada di dalam kotak. Secara hati-hati, biakan entomopatogen diambil dan ditaburkan ke permukaan nasi dalam plastik. f) Tutup mulut kantong plastik berisi nasi yang sudah diinokulasi. Berikan ruang udara ancara nasi dan mulut kantong sebelum ditutup. g) Simpan nasi tersebut di dalam ruangan yang tidak terkena cahaya matahari langsung. Miselium cendawan entomopatogen akan berbiak memenuhi media nasi dalam waktu 3-4 minggu. Pengaplikasian larutan entomopatogen ini adalah sebagai berikut. Sebanyak 100 g media yang sudah dipenuhi miselium cendawan entomopatogen diremas-remas dalam 10 liter air. Selanjutnya, airnya disaring dan disemprotkan pada tanaman yang diserang hama. Oleh karena entomopatogen akan menginfeksi hama maka diusahakan hama sasaran harus terkena semprotan secara langsung. Sumber : Budidaya Padi Secara Organik/ Drs. Agus Andoko