Loading...

MANFAAT BIOSAKA DAN PROSES PEMBUATANNAY

MANFAAT BIOSAKA DAN PROSES PEMBUATANNAY
PENDAHULUAN Dalam rangka mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern sesuai semboyan Menteri Pertanian, pemerintah mendukung penerapan hasil-hasil inovasi sederhana terutama yang dikembangkan oleh petani, salah satunya adalah Biosaka. Biosaka merupakan larutan ekstrak tumbuhan yang berperan sebagai elisitor yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Penggunaan Biosaka dalam usahatani adalah sebagai salah satu upaya perlindungan tanaman berbasis ekologi untuk menjaga kelestarian lingkungan. Menurut Muhammad Ansar, petani di Blitar berhasil meningkatkan hasil dan kualitas hasil produksi padinya dengan menggunakan bahan alami biosaka yang terdapat di sekitar areal pertanaman. Hasil uji lab pada ramuan Biosaka menunjukkan adanya kandungan hormon, jamur dan bakteri yang tinggi, mengandung PGPR, ZPT, MoL dan sejenisnya Apa itu Elisitor.....? Elisitor itu sendiri adalah suatu senyawa kimia yang dapat memicu respons fisiologi, morfologi, dan akumulasi fitoaleksin, meningkatkan aktivasi dan ekspresi gen yang terkait dengan biosintesis metabolit sekunder. Secara sederhana Elisitor berfungsi memberikan sinyal positif pada tanaman agar bereaksi memunculkan sel-sel hebat dan hormon-hormon yang bagus buat pertumbuhan. MANFAAT BIOSAKA Memperbaiki sel-sel tanaman Menghemat penggunaan pupuk kimia serta meminimalisir serangan hama dan menjadikan lahan yang subur, Mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia 50 hingga 90% dan meningkatkan jumlah produksi. KELEBIHAN RAMUAN BIOSAKA : Efektifitas kinerja yang baik. Reaksi biosaka dapat dilihat dalam waktu 24 jam Dapat digunakan pada seluruh fase tanaman, mulai dari benih sampai panen; Proses produksinya pun sangat cepat karena tidak menggunakan metode fermentasi yang biasanya memakan waktu paling cepat 1 minggu; Cara penggunaannya mudah dan penggunaan dosis yang sangat sedikit, cukup 40 ml dicampur 15 liter air untuk satu kali penyemprotan untuk Untuk 1 ha tanaman padi. “Penyemprotan dari mulai tanam sampai panen dilakukan sekitar 7 kali aplikasi; Dapat diterapkan pada semua komoditas, termasuk tanaman perkebunan; Dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50-90 persen, sehingga jauh menghemat biaya produksi; Bahan baku Biosaka juga tersedia setiap saat di lingkungan petani, dimana dan kapanpun; Biaya nol rupiah/gratis petani bisa membuat sendiri. Tidak ada risiko kerugian bagi petani dan tanaman. tidak beracun; Meminimalisir serangan hama penyakit Lahan menjadi subur 13. Umur panen lebih pendek, produktivitas dan produksi lebih bagus KEKURANGAN BIOSAKA : Tidak dapat diproduksi dengan mesin bahan baku yang terus berganti pada saat pembuatan. Tiga tahapan penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan alami Biosaka. Pemilihan bahan yang tepat yaitu memanfaatkan berbagai macam dedaunan atau rerumputan di sekitar areal pertanaman yang kondisinya sehat, artinya tidak terlihat adanya lubang-lubang atau bercak-bercak yang menunjukkan gejala serangan OPT. Proses pembuatannya dengan meremas (tidak menghancurkan) dedaunan atau rerumputan di dalam air sampai tercampur secara homogen (tidak mengendap, tidak berubah warna menjadi bening dan tidak mengeluarkan gas meskipun disimpan dalam waktu yang lama). Aplikasi di lapangan dengan cara penyemprotan dengan pengabutan pada waktu, cara dan dosis yang tepat. PROSES PEMBUATAN BIOSAKA Alat Wadah (baskom/ember) Gayung Saringan Corong Botol/Jerigen Bahan Rumput-rumputan / daun-daunan yang sehat, sempurna, ukuran daun simetris, tidak terkena hama/penyakit, tidak bolong-bolong, tidak jamuran, ujung daun tidak kusam dan warna daun rata. Ambil agak ke pucuk/daun masih hijau, boleh diambil 2-4 daun dengan batangnya Pilih rumput/daun minimal 5 jenis yang berasal dari sekitar pertanaman, jenis dan warna rumput/daun bebas, tidak harus standar/seragam karena setiap waktu dan tempat bisa berbeda-beda. Takaran, untuk 2,5 ons bahan rumput / daun , diperlukan 5 liter air. PROSES PEMBUATAN Peremasan, dimulai dengan berdoa, dilakukan dengan sabar, ikhlas, sepenuh hati dan fokus. Campurkan bahan dengan air bersih sebanyak 2-5 liter dalam wadah yang sudah disiapkan (tanpa campuran bahan apa pun) Lakukan peremesan dengan tangan kanan, sementara tangan kiri memegang pangkal bahan. Sekali meremas diikuti sekali memutar/mengaduk air ke kiri. Tangan kanan bergerak memutar air ke kiri (berlawanan arah jarum jam) sambil mengumpulkan bahan yang tercecer Remas sampai selesai, tidak berhenti, tidak sampai hancur batangnya, tangan tidak boleh diangkat, tetap tangan di dalam air dan tidak berganti orang. Ketika meremas tidak boleh pakai blender, mesin, atau ditumbuk tetapi harus menggunakan tangan, karena ada interaksi antara tangan dengan rumput sebagai makhluk hidup. Peremasan dilakukan sampai ramuan homogen ( 10-20 menit) Ciri biosaka telah homogen yaitu tidak mengendap, tidak timbul gas, tidak ada butiran, bibir permukaan membentuk pola cincin, ramuan biosaka terlihat pekat dan mengkilap, berwarna hijau/biru/merah sesuai dengan warna rumput/daun yang digunakan dan dapat disimpan hingga 5 tahun. Selanjutnya ramuan biosaka disaring dan masukan dalam botol/jerigen Ramuan biosaka bisa langsung diaplikasikan dan sisanya dapat disimpan Wadah ramuan biosaka disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak dan ada sirkulasi udara Penyemprotan dengan cara pengabutan minimal 1 meter diatas tanaman dengan nozzle menghadap keatas dan dosis larutan sebesar 40 ml Biosaka/15 lt air, sisanya disimpan untuk aplikasi berikutnya. Waktu penyemprotan bisa pagi atau sore hari, namun sebaiknya pada sore hari dengan memperhatikan cuaca dan arah angin. Penyusun : Nasriati Sumber : Direktorat jenderal Tanaman Pangan. Kementerian Pertanian.