(Dina Umi Mardiyah, SP) Jajar legowo merupakan suatu rekayasa tanaman dengan cara mengatur jarak antar rumpun padi ketika penanaman dimana ada barisan yang dikosongkan sehingga seolah seperti tanaman pada pinggiran. Hal ini terinspirasi bahwa tanaman di pinggir, baik itu pematang maupun galengan mempunyai jumlah anakan serta malai yang lebih banyak daripada barisan yang lebih dalam. Dengan demikian diperoleh asumsi, pertumbuhan tanaman padi didekat legowo lebih baik sehingga lebih banyak legowo akan menghasilkan produksi padi yang lebih baik. Manfaat jajar legowo adalah: Menambah populasi tanaman. Meningkatkan produksi tanaman padi. Memperbaiki kualitas gabah. Mengurangi serangan penyakit. Mengurangi intensitas serangan hama. Mempermudah dalam pengelolaan tanaman (pemupukan, penyemprotan pestisida maupun PPC). Menghemat biaya untuk pemupukan dan pengendalian hama. Mempermudah dalam pengendalian Gulma. Akar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Jajar legowo dengan berbagai manfaat tersebut sulit untuk diterapkan di kecamatan Tawangsari dikarenakan terdapat kendala di lingkup petani Tawangsari yaitu Penanaman membutuhkan waktu yang lebih lama. Juru tanam memiliki blak tanam sendiri sehingga sulit untuk diarahkan menggunakan system jajar legowo. Kesimpang siuran jarak tanam jajar legowo yang tepat untuk diaplikasikan sehingga diperlukan penyuluhan secara berkala dan konsisten serta adanya demplot. Penanaman membutuhkan tenaga tanam dan biaya yang lebih besar. Jumlah benih yang dibutuhkan semakin banyak. Gulma di pertanaman padi jajar legowo lebih banyak daripada yang tidak dijajar legowo. Kesuburan antar sawah berbeda sehingga dengan caplak jajar legowo yang sama dan varietas yang sama hasilnya terdapat perbedaan. Memperhatikan hal tersbut dengan dilakukannya sekolah lapangan dalam rangka mendukung Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai Daging Gula Bawang dan Cabe diterapkanlah demplot penerapan system Jajar Legowo. Setelah dilakukan pengubinan diperoleh bahwa terdapat peningkatan produksi dari demplot yang menggunakan jajar legowo daripada yang tidak mempergunakan jajar legowo. Dengan demikian diharapkan petani mau dan mampu untuk menerapkan penanaman padi sitem jajar legowo, terutama jajar legowo 2:1.