Loading...

manfaat unsur silikat (sio2) pada tanaman padi

manfaat unsur silikat (sio2) pada tanaman padi
manfaat unsur silikat (sio2) pada tanaman padi oleh : supeno kecamatan purwoasri yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, merupakan salah satu sentra produksi gabah/beras di kabupaten kediri. dengan pola tanam padi – padi – jagung. luas total tanaman padi adalah 6400 ha/ tahun, dan potensi hasil 9,5 ton/ha sehingga total panen kecamatan purwoasri 43700 ton/ha/tahun. namun demikian potensi tanam dan hasil yang tinggi serta pola tanam padi dua kali tersebut, ancamanakan opt sangattinggibahkansebagiansudahmenjadi endemik serangan di daerahini, seperti penggerek batang, wereng coklat (wbc), tikus, blast daun dan malai/potong leher, kresek/(xanthmona ssp) dll. salah satu upaya pengendalian opt padi khususnya penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri adalah dengan penggunaan unsure hara silika (sio2). unsur hara silika(sio2) adalah hara kimia mineral sebagai hara essensial bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang secara langsung terlibat dalam metabolism tanaman dan tanaman tidak dapat melengkapi daur hidupnya jika ketiadaan unsure hara essensial tersebut. dari pengamatan yang dilakukan, dilahan percobaan petani, dengan penggunaan unsur hara silika(sio2), ketahanan tanaman dari penyakit terutama pada daun dan batang padi cenderung meningkat dibanding dengan yang tidak menggunakan aplikasi unsure hara silika(sio2). adapun secara umum, unsure hara silika (sio2) bagi tanaman padi mempunyai kegunaan sebagai berikut : untuk membentuk dauk tegak dan lurus (tidak terkulai), sehingga efektif dalam menangkap radiasi sinar matahari dan efisien dalam penggunaa nunsur nitogen (n) yang menentukan tinggi/rendahnya tegakan tanaman tanaman yang tercukupi unsure silika(sio2), akan terlapisi unsure silika(sio2) pada bagian batang dan daun sehingga tanaman lebih tahan terhadap cendawan/jamur dan bakteri seperti hawar daunbakteri/hdb, blast, (pyilicularia sp), (xanthomonas sp) dll batang tanaman menjadi lebih kokoh/kuat dan kekar yang akan lebih tahan terhadap serangan penggerek batang ( bundep/beluk), wereng batang coklat (wbc) serta tanaman tidak mudah rebah perakaranakan lebih kuat intensif dan menimbulkan root oxidizing, yakni kemampuan akar dalam mengoksidasi lingkungan seperti dari ion fero (fe2+ ) menjadi feri (fe3+) sehingga pada lahan yang banyak unsur fe (besi) yang asem-aseman/becer tanaman padi tidak/sedikit karacunan karena pada lahan akan mengandung lebih unsur al. tanaman yang kekurangan silika banyak kehilangan air dari tanaman (transpirasinya tinggi), karena permukaan daunnya kurang terlindungi silikat, sehingga tanaman mudah kekeringan. pemberian silika menyebabkan tanaman lebih tahan kekeringan. pada tanaman padi fase anakan hingga inisiasi malai, batas kritis kandungan silika pada daun <5%, sedangkan pada fase pemasakan gabah tanaman yang kahat silika, jeraminyamengandung <5%. nilai optimal konsentrasi silika dalam jerami adalah 8-10%. di kalangan petani purwoasri, pemberian unsur silica diantaranya dengan aplikasi merk dagang “forsil, tenaz, silika, k-zo” dan lain-lain. yang lebih baik adalah penggunaan pupuk silikacair + mikromajemuk, merupakan pupuk an-organik yang dapat terlarut sempurna dalam air. sebagai contoh produk merk dagang forsil yang diperkaya unsur silika dan unsur lain. silika (sio2) 20% + seng (zn) 0.25% + molibdenum (mo) 0.001% dapat meningkatkan kwalitas dan hasil panen, selain itu juga berfungsi sebagai biostimulant yang dapat melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit, kekeringan, serta perubahan cuaca. adapun dosis aplikasi untuk penyemprotan adalah 40 ml/tangki 20 lt, yang di aplikasikan pada tanaman padi umur 25 hst, 40 hst dan hst.