Loading...

Masalah dan Solusi dalam Pembuatan Kompos

Masalah dan Solusi dalam Pembuatan Kompos
Masalah dan Solusi Dalam Pembuatan Kompos Kompos merupakan pupuk campuran yang dibuat dari bahan organik sisa-sisa makhluk hidup baik hewan maupun tumbuhan yang mengalami proses penguraian (dekomposisi) oleh organisme pengurai. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami penguraian bahan-bahan organik agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, pengaturan aerasi dan penambahan aktivator pengomposan. Ada berbagai macam teknik pengomposan, pengomposan secara aerobik paling banyak digunakan karena mudah dan murah dilakukan serta tidak membutuhkan kontrol proses yang sulit. Dan pada umunya para petani telah menguasai teknik ini, namun dalam penerapannya sering dijumpai permasalahan yang berakibat terhadap lamanya proses pengomposan dan rendahnya mutu kompos yang dihasilkan. Pada umumnya permasalahan yang sering terjadi pada proses pengomposan seperti timbulnya bau yang tidak sedap, berulat, terlalu basah atau kering, tidak terjadi perubahan suhu atau bahkan tidak ada perubahan yang terjadi pada bahan-bahan pengomposan. Masalah 1, bila dalam proses pengomposan berbau ammonia. Penyebab, terlalu banyak bahan daun hijau dan basah (terlalu banyak sumber nitrogen). Solusi, tambahkan bahan-bahan daun kering berwarna coklat atau sekam padi bakar dan diaduk-aduk. Masalah 2, berbau tengik seperti telur busuk atau berbau asam. Penyebab, terlalu lembab atau kurang udara sehingga yang terjadi adalah proses pembusukan bukan proses penguraian (dekomposisi/fermentasi). Solusi, diaduk sampai bau hilang, tambahkan bahan-bahan berwarna coklat (daun kering, serbuk gergaji, dedak, sekam padi bakar) sehingga kelembapan hilang. Masalah 3, menggumpal dan berbau telur busuk. Penyebab, kurang udara, terlalu lembab dan terlalu basah. Solusi, tambahkan bahan coklat dan diaduk hingga baunya hilang. Masalah 4, kering. Penyebab, kurang air. Solusi, diberi air atau dibasahi sambil dibolak-balik. Masalah 5, terlalu basah. Penyebab, terlalu banyak air, bahan kompos terlalu basah, kehujanan, tidak cukup udara. Solusi, tambahkan bahan coklat (karbon al ; daun kering, serbuk gergaji, sekam padi bakar, dedak), dibolak-balik dan diaduk-aduk. Masalah 6, panas tidak merata atau bahkan dalam pengomposan tidak terjadi panas. Penyebab, wadah tempet pengomposan terlalu kecil atau tumpukan bahan kompos terlalu sedikit, potongan bahan terlalu besar Solusi, ukuran wadah atau tumpukan bahan kompos minimum 50x50x50 cm, idealnya 1x1x1 m. Ukuran lebih kecil juga bisa misalnya memakai karung asal bahan dipastikan dipotong keci-kecil lebih kurang 3 cm. Masalah 7, tidak ada perubahan yang terjadi, tidak ada panas yang timbul. Penyebab, kurang bahan hijau, kurang udara, kurang lembab, bahan tidak dirajang. Solusi, pastikan bahan hijau cukup banyak, bahan dipotong kecil-kecil ukuran lebih kurang 3 cm, selalu diaduk-aduk, basahi dengan air dan mol atau aktivator lainnya. Andi R