Untuk lebih lebih mempertajam fungsi penyelenggaraan penyuluhan dalam meningkatkan pelayanan kepada pelaku utama dan pelaku usaha menuju terwujudnya produktivitas usaha tani dan pendapatan petani yang lebih baik, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap melalui Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan menyelenggaraan Pertemuan Teknis Penyuluh bidang Pertanian Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2012. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari di hotel Husada Cilacap itu (9 dan 10 Mei 2012-red) diikuti 40 orang koordinator penyuluh dan penyuluh pertanian perwakilan dan masing-masing Balai Penyuluhan Kecamatan di wilayah kerja Kabupaten Cilacap. Kepala BP2KP Kabupaten Cilacap, Ir. Sujito, M.Si, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan, Drs. Slamet Saifudin ,ketika membuka kegiatan tersebut menyatakan, Pertemuan Teknis Penyuluh merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara berkala antar penyuluh atau antara penyuluh, peneliti, aparat pengaturan dan pelayanan untuk membahas penyelenggaraan penyuluhan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan menuju terwujudnya produktivitas usahatani dan pendapatan petani yang lebih baik. Ir. Sujito, M.Si menegaskan, untuk mewujudkan surplus beras 10 juta ton pada tahun 2014, Kementerian Pertanian pada tahun 2012 telah menetapkan target produksi padi sebesar 72,03 juta ton GKG. Dengan pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 1,49% pertahun dan konsumsi per kapita sebesar 139,15 kg pertahun, maka konsumsi beras pada tahun 2012 sebesar 33,5 juta ton. Apabila produksi padi sebesar 72,03 juta ton GKG atau setara dengan 40,5 juta ton beras dapat dicapai, maka pada tahun 2012 diharapkan surplus beras sebesar 7,0 Juta ton. Upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk mendukung percepatan tersebut adalah melalui 1) Peningkatan Produktivitas; 2) Perluasan Areal dan Optimasi lahan; 3) Penurunan Konsumsi Beras; dan 4) Penyempurnaan Manajemen Gerakan Massal P2BN. Menurut Kepala BP2KP Kabupaten Cilacap, Ir Sujto,M.Si, Upaya tersebut sejalan pula dengan target utama 4 (Empat) Sukses Pembangunan Pertanian pada tahun 2014 yang meliputi 1. Pencapaian Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan, 2. Peningkatan diversifikasi pangan, 3. Peningkatan NIlai Tambah, Daya Saing dan Ekspor, serta 4. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Target 1 : Pencapaian swasembada kedelai sebesar 2, 7 juta ton, gula 5,7 juta ton dan daging sapi 0,55 juta pada tahun 2014. Sedangkan untuk swasembada berkelanjutan produksi padi 81,70 juta ton atau susrplus 10 juta ton beras, dan produksi jagung 29 juta ton di tahun 2014. Target 2 : Peningkatan Diversifikasi pangan yaitu dilakukan dengan Kampanye Nasional Penganekaragaman Pangan, guna penurunan konsumsi beras minimal 1,5 % pertahun, penganekaragaman pangan berbazis sumberdaya lokal dan peningkatan keamanan pangan. Target 3 : Peningkatan Nilai Tambah,Daya Saing dan ekspor antara lain meningkatkan produk olahan yang diperdagangkan dari 20 % pada tahun 2010 menjadi 50 %, pada tahun 2014 dan pengembangan tepung-tepung untuk mensubtitusi 20 % gandum/terigu impor pada tahun 2014. Target 4 : Peningkatan Kesejahteraan Petani yaitu ditandai dengan pendapatan perkapita pertanian 7,93 juta rupah di tahun 2014, dengan rata-rata laju peningkatan pendapatan perkapita 11, 10 persen pertahun. Untuk mewujudkan surplpus beras 10 juta ton dan pencapaian 4 target Sukses Pembangunan Pertanian di tahun 2014 tersebut, tentu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, sehingga tidaklah berlebihan dan bahkan wajar adanya jika kemudian tahun 2012 ini dicanangkan sebagai Tahun Kerja Keras bagi Setiap penyuluh di seluruh Indonesia, tanpa terkecuali para penyuluh pertanian di wilayah kerja Kabupaten Cilacap. Karena bagaimanapun keberhasilan secara nasional akan sangat ditentukan oleh realisasi pencapaian-pencapaian target yang ditetapkan oleh masing-masing pemerintah di daerah Pada Pertemuan Teknis Penyuluh, Ir. Sujito M.Si meminta agar para penyuluh tetap optimis, bahwa dengan kerja keras, setiap pelaksanaan tugas pasti dapat kita selesaikan dengan berbagai kemungkinan yang terbaik. Caranya adalah dengan membangkan Integritas ( sense of integrity), sebagai sebuah sikap mental yang menjunjung tinggi kejujuran, kesatuan, keutuhan (wholeness ) atau kebersamaan yang erat terpadu, komitmen, konsistensi dan kreatifitas dalam pelaksanaan tugas penyuluhan. Usai acara pembukaan, dilanjutkan dengan penyajian materi antara lain SRI, Pengolaan Bahan Organik, Pengendalihan Hama Penyakit Padi Hibrida, Peran Penyuluhan dalam Mendukung P2BN, Programa Penyuluhan Bidang Pertanian dan Kecerdasan Adversiti bagi Penyuluh.dan Teknis Pengisian SMS Center. Adapun sebagai narasumber adalah Dr. Ir. Satoto, Ms. Dra. Trinny S.Kadir dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi di Sukamandi, disamping Ir. Sujito,M.Si, Kepala BP2KP Cilacap,Drs. Slamet Saifudin, Kepala Bidang Penyenggaraan Penyuluhan, serta Ir. Sudarno Akhmadi( dan Ir. Guleno Irianto PJF pada BP2KP Kabupaten Cilacap. (AP)