Loading...

Membangun karakter kewirusahaan agribisnis

Membangun karakter kewirusahaan agribisnis
Wirausaha dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang berdiri sendiri / mandiri, bukan atas perintah atau tugas dari orang lain, digerakkan oleh tenaga dan pikiran dengan berani dan semangat tinggi laksana pahlawan dengan tujuan untuk memperoleh hasil usaha berupa uang. Wirausaha dipandang sebagai cita-cita dan tujuan hidup. Disamping itu keberanian mengambil resiko, memanfaatkan dan mendayagunakan waktu serta kepemimpinan atas diri sendiri dan orang lain. Sedang wirausaha agribisnis diartikan sebagai seorang figur yang laksana perwira di bidang usaha pertanian, unggul dalam prakarsa untuk mencapai sesuatu. Prinsip wirausaha agribisnis, mampu menangkap peluang usaha, mampu merencanakan , berani mengambil resiko dengan menghimpun sumberdaya pertanian serta mampu mengambil keputusan untuk mencapai tujuan.usaha dengan hasil keuntungan dari usahataninya. Pandangan kerja wirausaha: 1) Mandiri, prinsip yang harus dimiliki suatu wirausahawan mulai dari timbul ide/ gagasan dan pengambilan keputusan untuk menjalani suatu usaha sampai menanggung resiko dalam usahanya, 2) mencintai apa yang mereka kerjakan sehingga dapat mewujudkan kegiatan yang dapat memberikan nilai tambah bahkan dapat menjadi sebuah usaha yang memberi keuntungan, 3) Berani mengambil resiko dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Untuk itu perlu banyak belajar mengenal diri sendiri baik kekuatan maupun kelemahan diri sehingga mengetahui karakter atau sifat kejiwaan diri sendiri Karakteristik wirausaha agribisnis dapat dilukiskan sebagai karakter khas yang dimiliki seseorang yang giat dalam bidang usaha agribisnis. Karakter khas wirausaha agribisnis adalah 1) Percaya diri. Seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang kuat, ketidak tergantungan kepada orang lain, teguh dalam pendirian dan selalu optimisme bahwa apa yang dicita-citakan akan dapat diwujudkan. 2) Berorientasi tugas dan hasil . Seorang wirausahawan selalu mengutamakan tugas dan hasil, bersemangat yang tinggi untuk berprestasi , berorientasi pada hasil dan laba, tekun, tekad bulat , kerja keras, energi, penuh inisiatif dalam menangkap peluang. Inisiatif diperoleh melalui pembelajaran dan pengalaman praktek bertahun-tahun yang disertai dengan karakter disiplin diri, berpikir kritis, tanggap, bergairah dan semangat berprestasi. 3) Keberanian mengambil resiko. Wirausahawan adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk mencapai kesuksesan daripada usaha yang kurang menantang. Wirausaha cenderung menghindari suatu situasi resiko yang rendah karena tidak ada tantangan dan menjauhi situasi resiko yang tinggi karena ingin berhasil. 4) Kepemimpinan. Seorang wirausahawan harus memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan, dan keteladanan, mampu memimpin, bisa bergaul dengan orang lain dan menanggapi saran dan kritik. 5) Berorientasi ke masa depan. Wirausaha harus memiliki perspektif dan pandangan ke masa depan untuk mencipatakan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang ada sekarang. 6) Kretivitas dan inovatif. Tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan saat ini, selalu menuangkan imajinasi dalam pekerjaannya, dan selalu ingin tampil beda, serba bisa dan mengetahui banyak dari berbagai sumber. Membangun karakter kewirausahaan agribisnis menuntut perubahan sikap mental, gaya hidup dan prinsip dari pelaku usaha agribisnis. Kesediaan dan kesiapan diri menjalani wirausaha dituntut sikap mental yang tangguh dengan karakteristik sebagai wirausaha. Bagaimana perubahan sikap mental dapat dilakukan ? Kunci utamanya terletak pada calon wirausaha yang mengharuskan dirinya bertindak, melakukan refleksi diri dengan mengenali diri sendiri atau menganilisis diri sendiri dan situasi lingkungannya. Pembentukan watak / karakter kewirausahaan agribisnis yang perlu dikembangkan adalah kebiasaan cara berpikir ,kebiasaan bersikap mental dan kebiasaan bermuat maju (positif) yang akan mendorong dan menjadi sosok manusia unggul yang diteladani dalam kemandirian. Membangun karakter dengan tindakan seseorang melakukan/ membina diri bersikap mental wirausaha. Potensi yang dimiliki setiap orang yaitu daya pikir yang harus diasah, dipertajam dan digunakan untuk mencapai tujuan wirausaha.. Dalam mengembangkan atau membina diri berkarakter atau memiliki sikap mental wirausaha, menyangkut banyak faktor sampai pada kehidupaan sesorang dengan lingkungannya ( dalam usaha kita menggali, menemukan dan memanfaatkan lingkungan hidup tempat tinggal kita yang dapat memberikan sumber kehidupan untuk tujuan hidup mandiri/ berwirausaha) Enam tindakan membina diri bersikap mental wirausaha yaitu: 1) Bagaimana pandangan kerja sesorang pada kewirausahaan, 2) tindakan kepemimpinan atas diri sendiri dan kepada orang lain, 3). Keberanian mengambil resiko sebagai konsekuensi hidup berwirausaha, 4) Bagaimana mendayagunakan waktu , yang dalam kaitannya membangun disiplin dan menggunakan sebagai kesempatan atau peluang. Hakekat peluang atau kesempatan adalah waktu. 5) Tindakan yang cermat dan tepat dalam menetapkan tujuan dan pengambilan keputusan, 6) membuat perencanaan dan menjalin hubungan antar masyarakat.. Pengembangan jiwa kewirausahawan diupayakan untuk menjadikan seseorang memiliki karakter mandiri dan berani mengambil resiko tampil dalam kegiatan usaha sendiri. Penulis : Asia (Penyuluh BPSDMP) Sumber informasi :: 1. Direktorat Pengembangan Usaha dan Investasi. Ditjen Pengolahan danpemasaran Hasil Pertanian. 2011. Pedoman Kewirausahaan Agribisnis. 2. Anton Djuwardi. 2010. Membangun karakter wirausaha dan praktek bisnis di bidang pangan.