Keberhasilan usaha perkebunan karet sangat ditentukan oleh mutu benih karet yang digunakan, oleh karenanya penggunaan benih karet unggul merupakan modal dasar yang menentukan keberhasilan usaha perkebunan karet. Kekeliruan dalam memilih benih akan menyebabkan kerugian yang akan dirasakan selama 25 tahun. Pengembangan usaha tani karet secara swadaya oleh petani sangat ditentukan oleh ketersediaan benih karet unggul bermutu di sentra - sentra perkebunan karet. Sampai saat ini masih banyak petani yang menggunakan benih asalan. Bahan tanaman yang berasal dari benih asalan tersebut menghasilkan tanaman yang mempunyai pertumbuhan beragam dan produksi rendah, untuk itu ketersediaan benih karet bermutu perlu diperhatikan pada sentra-sentra perkebunan karet sehingga petani dapat dengan mudah memperolehnya. Bahan Tanaman Karet Unggul Benih karet dikelompokan menjadi tiga macam yaitu (1) asal biji disemai untuk batang bawah; (2) entres untuk sumber mata entres dan (3) benih hasil okulasi. Benih karet yang dianjurkan adalah benih yang berasal dari bahan tanam klon yang diperbanyak secara okulasi. Penggunaan benih klon sangat menguntungkan dibandingkan dengan bahan tanaman yang diperbanyak dari benih semaian, karena produktivitas tanaman lebih tinggi, masa tanaman menghasilkan lebih cepat, tanaman akan lebih seragam serta memiliki sifat sekunder yang diinginkan seperti relative tahan terhadap penyakit tertentu , batang tegap, responsive terhadap stimulant dan pupuk serta volume kayu per pohon tinggi . Potensi klon akan tercapai apabila digunakan bahan tanam bermutu baik dan menerapkan teknis budidaya anjuran. Persyaratan mutu benih Pemakaian benih harus memenuhi enam tepat yaitu tepat mutu, jenis, varietas, waktu, lokasi dan jumlah yang diperlukan sebelum tanam. Benih unggul karet yang akan ditanam harus memenuhi persyaratan mutu yaitu mutu genetik, fisiologik dan fisik. Benih yang baik adalah benih yang dalam penyiapannya dilakuikan sesuai dengan standar bakunya. Klon Karet Unggul Tidak semua klon karet, bijinya dapat digunakan sebagai batang bawah. Benih untuk batang bawah berasal dari tanaman mono- klonal yang dianjurkan yaitu klon Avross 2037, GT 1, PB 260, PB 330, dan BPM 24. Tanaman yang bijinya dapat digunakan untuk batang bawah harus berumur lebih dari 10 tahun dan berada dalam satu hamparan. Klon Karet Anjuran Klon karet anjuran komersial adalah klon unggulan anjuran untuk pengembangan komersial dalam skala luas yang menurut Undang-Undang Nomor 12 tahun 1992, tentang Sistem Budidaya Tanaman disebut sebagai benih bina. Klon anjuran komersial terdiri dari : - Klon Penghasil lateks : IRR 104, IRR 112, IRR 118, IRR 220, BPM 24, PB 260, PB 339, PB 340 - Klon Penghasil lateks-kayu : IRR 5, IRR 39, IRR 42, IRR 107, IRR 119, RRIC 100 Kriteria benih palsu: Kriteria benih palsu yaitu: 1) Benih berupa benih hasil okulasi dengan mata entresklonal anjuran, tetapi jenis klon tidak sesuai dengan spesifikasiyang diinginkan konsumen; 2) Benih berupa benih hasil okulasi, mata entres tidak berasal dari entres klonal, tetapi dari tanaman seedling yang sudah mengalami beberapa kali pemotongan sehingga seperti batang entres; 3) Benih berupa benih hasil okulasi, mata tempel berasal dari tanaman seedling itu sendiri yang dikenal dengan matur (mata turun atau benih terjun payung); 4) Semaian berasal dari benih batang bawah dan tidak diokulasi; 5) Benih berupa benih kaki tiga tidak diokulasi; 6) Benih tidak dikenal, yang tidak perlu diokulasi, (Sri Wijiastuti, Pusluhtan) Sumber: https://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/memilih-benih-karet-yang-baik-dan-benar/ https://disbun.kaltimprov.go.id/artikel/memilih-benih-karet-yang-baik-dan-benar https://www.infoagribisnis.com/2014/11/budidaya-karet/