Loading...

Memotivasi Pertemuan Kelompok Wanita Tani (KWT) Dengan Bank Sampah

Memotivasi Pertemuan Kelompok Wanita Tani (KWT) Dengan Bank Sampah
Kelompok wanita tani (KWT) adalah satu organisasi yang beranggotakan ibu-ibu dan bergerak dibidang pertanian serta pangan. KWT Idaman Tani merupakan kelompok wanita tani yang berada di wilayah desa binaan Kras I BPP Kecamatan Kras. Kedua KWT tersebut merupakan KWT yang cukup baru pembentukannya. Meskipun baru kelompok ini cukup eksis dibandingkan kelompok-kelompok wanita tani yang lain. Salah satu penggerak mereka bisa eksis dan melakukan pertemuan rutin adalah adanya kegiatan bank sampah. KWT ini bekerjasama dengan salah satu bank nasional di Kabupaten Kediri yang mau memfasilitasi penyimpanan uang melalui bank sampah. Bank Sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Sampah yang ditabung ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang nantinya akan dijual di pabrik yang sudah bekerja sama. Sedangkan plastik kemasan dibeli ibu-ibu KWT setempat untuk didaur ulang menjadi barang-barang kerajinan. Tujuan dibangunnya bank sampah sebenarnya bukan bank sampah itu sendiri. Bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah. Jadi, bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 4R sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat. Bank sampah juga dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Dengan pola ini maka warga selain menjadi disiplin dalam mengelola sampah juga mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan. Cara kerja dari bank sampah ini sama seperti di bank-bank penyimpanan uang, para nasabah dalam hal ini anggota KWT bisa langsung datang ke agen bank untuk menyetor. Bukan uang yang di setor, namun sampah yang mereka setorkan. Sampah tersebut di timbang dan di catat di buku rekening oleh petugas bank sampah. Dalam bank sampah, ada yang di sebut dengan tabungan sampah. Hal ini adalah cara untuk menyulap sampah menjadi uang sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dari sampah khususnya plastik sekaligus bisa dimanfaatkan kembali (reuse). Inilah salah satu alternatif untuk memecahkan masalah sampah dan ikut berpartisipasi melestarikan lingkungan. Yang pada akhirnya berdampak baik untuk bumi ini. Sekecil apa pun yang kita lakukan untuk bumi ini, pasti akan berdampak besar bagi kelangsungan bumi itu sendiri. Selain mendapatkan manfaat tersebut, bank sampah dapat mengaktifkan kelompok mereka untuk terus melakukan pertemuan rutin, dan mengisi dengan kegiatan atau program-program dari pertanian. Ditulis Oleh : Harum Pratiwi Parinta Suci, S.TP (PPL WDB Kras I)