Loading...

MENEJEMEN KESEHATAN PEDET

MENEJEMEN KESEHATAN PEDET
Kelangsungan hidup pedet sangatlah penting karena pada fase ini tingkat pertumbuhan pedet sangat cepat. Banyak ditemui dipeternak, dimana tingkat pertumbuhan pedet sangat rendah bahkan tercatat angka kematiannya yang cukup tinggi. Kematian pedet umumnya terjadi pada saat masa penyapihan yaitu sekitar umur 4-5 bulan, sehingga sulit diharapkan bagi induk atau pejantan yang berkualitas tinggi. Induk sapi bunting antara 278-288 hari setelah itu akan melahirkan pedet, yang berfungsi sebagai penerus usaha ternak sapi. Anak yang lahir mungkin jantan atau betina, apapun jenis kelamin pedet yang dilahirkan harus diperlakukan sama, semua kebutuhan pedet yang berupa nutrisi, perawatan dan pengelolaan zooteknis serta kemurnian darah bangsanya dapat dijaga dan dipenuhi. Langkah awal yang harus dilakukan terhadap pedet yang baru lahir adalah membersihkan lendir di dalam rongga mulut dan rongga hidung serta mengeringkan bulunya yang dapat dilakukan dengan baik oleh induknya sendiri. Tali pusar dipotong pendek (±2 cm dari pangkalnya) dan diberi yodium segera mungkin setelah kelahiran untuk mencegah infeksi. Biarkan pedet bersama induk selama 40-72 jam, agar pedet mendapat kolostrum dan menggertak induk untuk mengeluarkan susu dengan mudah dan lancar. Selanjutnya pedet ditempatkan dalam kandang khusus pedet serta dijaga supaya pedet dan alas kandangnya tetap kering. Saluran pencernaan pedet saat lahir belum berkembang dan berfungsi dengan baik, sehingga belum mampu mencerna pakan padat, rumput, atau sumber serat lainnya. Pemberian pakan padat dan hijauan (pakan sumber serat) pada pedet dilakukan secara bertahap. Penambahan konsentrat diharapkan akan meningkatkan produksi asam propionat pada biokonversi pakan dalam rumen. Semakin tinggi asam propionat maka prekursor pembentukan glikogen semakin banyak sehingga dapat meningkatkan laju pertambahan bobot badan. Suplementasi konsentrat akan meningkatkan kecernaan bahan kering, organik dan energi (Sariubang dan Tambing, 2000). Penyusun: Suryani Sumber bacaan : Subronto 2007 Universitas Gajah Mada Ilmu penyakit Ternak II.