Faktor terpenting dalam budidaya tanaman lada adalah bagaimana cara merawat tanaman lada itu dengan sebaik-baiknya karena tanaman lada termasuk tanaman yang membutuhan perawatan intensif. Dalam budidaya tanaman lada, kita tidak bisa serta merta setelah menananam dibiarkan begitu saja ditinggalkan, tetapi tanaman perlu dilakukan perawatan berkala, seperti pemupukan, pengairan dan pengendalian organisme pengganggu. Hama dan Penyait Tanaman Lada Hama utama yang sering meyerang tanaman lada adalah penggerek akar, penggerek batang dan penggerek buah yang melubangi butir buah lada untuk meletakkan telur di dalamnya. Hama pada taaman lada ini dapat dikendalikan dengan aplikasi insektisida, baik yang kimia, organik maupun menggunakan insektisida hayati. Selain hama yang menyerang bagian atas pada tanaman lada, adapula hama yang menyerang pada bagian bawah tanaman yang menyebabkan menurunnya produksi lada yaitu berupa cacing halus (nematoda, umunya jenis radopholus similis dan meloydogine incognita) yang memakan akar tanaman lada. Akar yang terluka ini menjadi sangat rentan terkena serangan jamur akar (biasanya jenis fusarium solani dan fusarium oxysporum). Jika akar sudah demikian, tanaman lada menjadi kekurangan asupan hara atau nutrisi. Batang tubuh lada akan menguning, layu lalu mati perlahan. Inilah sebabnya maka petani menyebut hal ini sebagai penyakit kuning. Cara mengatasi penyakit kuning ini adalah dengan aplikasi insektisida khusus cacing, yakni nematisida. Nematisida kimia yang paling populer adalah yang berbahan aktif karbofuran, cara dan dosis aplikasi bisa dilihat di masing-masing kemasan. Untuk nematisida organik, dapat menggunakan ekstrak daum mimba dan daun jarak. Tumbuk (blender) 1 kg daun mimba dan 1 kg daun jarak, tambahkan 3 ons daun kecubung jika ada. Aduk rata dengan 5 liter air, lalu diperas untu dosis 10 tanki semprot kapasitas 14 liter lalu disemprotkan secara merata ke bagian tanah perakaran tanaman lada. Untuk penanggulangan hama, dapat dilakukan dengan cara hayati bisa dilakukan dengan menanam penutup tanah tanaman Arachis pintoi dan melakukan penyiangan terbatas pada piringan tanaman lada. Tanaman Arachis pintoi dapat mengurangi penyebaran propagul (spora) jamur phytoptora capsica, selain itu juga, bunga Arachis pintoi merupakan sumber nutrisi bagi musuh alami hama penggerek batang lada. Penyakit pada tanaman lada umumnya disebabkan oleh jamur patogen (jamur merugikan). Adapun jenis penyakit yang paling sering menyerang tanaman lada di Indonesia adalah penyakit busuk pangkal batang (basal stem rot), yang disebabkan oleh jamur phytoptora capsici. Penyakit ini umumnya menyerang pada musim hujan, di mana kondisi lahan lembab dan basah. Oleh sebab itu pembuatan parit pada lahan tanaman lada sangat dianjurkan. Ciri-ciri tanaman lada yang terserang oleh penyakit basal stem rot adalah pada pangkal batang terlihat gelang menghitam dan kadang berlendir kebiruan, tepi daun juga ikut menghitam dan layu. Tanaman yang sudah terkena penyakit busuk pangkal batang ini sebaiknya dimusnahkan dengan cara dicabut dan dibakar. Sedangkan pada tanaman yang belum terkena penyakit harus segera dilakukan penanggulangan dengan cara aplikasikan pemberian fungisida sistemik dan kontak. Aplikasi penyemprotan fungisida sistemik dan fungisida kontak dilakukan penyemprotan secara berseling antara keduanya dalam tenggang waktu tiga hari sekali. Untuk lebih efektif fungisida melekat pada tanaman dapat ditambahkan perekat dan perata. Disamping pemberian aplikasi fungisida,, sebaiknya juga kocorkan bubur bordo di perakaran tanaman lada. Pencegahan penyakit akibat jamur patogen ini dapat dilakukan dengan menaburkan biang jamur musuh alami phytoptora capsici, yakni jamur trichoderma harzianum dan jamur gliocladium virens. Kedua agen hayati pencegah penyakit busuk pangkal batang ini sudah mulai populer digunakan oleh para petani, dan hasilnya cukup baik dan efetif.. Disusun Oleh : Edwin Herdiansyah, SP Sumber : Dari berbagai media dan https://www.kompasiana.com/bangpilot/586cb36daa23bdc706f5dce4/bertanam-lada-perdu-atau-lada-panjat?page=1&page_images=1