Loading...

MENGENAL HAMA DAN PENYAKIT UTAMA TANAMAN KAKAO

MENGENAL HAMA DAN PENYAKIT UTAMA TANAMAN KAKAO
Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sampai saat ini masih tetap dikembangkan oleh petani di Indoesia. Pendapatan yang diperoleh dari komoditas kakao ini dapat menambah penghasilan bagi petani , pengusaha maupun Negara. Organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakan faktor pembatas bagi produktifitas dan produksi tanaman kakao. Salah satu kendala dalam peningkatan produksi adalah serangan hama dan penyakit pada tanaman kakao yang cenderung dibiarkan oleh petani. Beberapa hama dan penyakit utama yang banyak menimbulkan kerusakan dan kerugian pada tanaman kakao akan diuraikan dibawah ini. Hama Utama Tanaman Kakao Penggerek Buah Kakao (Conopomorpha cramerella (Snell) Gejala Kerusakan : Buah kakao yang diserang berukuran panjang ± 8 cm, dengan gejala masak awal, dengan warna belang kuning, dan jika digoyang tidak berbunyi seperti buah masak normal. Jika buah dibelah tampak biji-biji kakao saling melekat dan berwarna kehitaman, ukuran biji kecil dan tidak bernas. Pengendalian : Monitoring Penggerek Buah Kakao (Conopomorpha cramerella (Snell). Deteksi dini adanya serangan hama buah. Melakukan sanitasi dengan cara mengubur kulit buah, plasenta dan buah busuk. Melakukan penyelubungan buah berukuran 8-10 cm dengan kantong plastik . Melakukan pengendalian dengan menggunakan predator musuh alami semut hitam, dengan cara dibuat sarang semut dari daun kelapa yang dilipat dan diletakkan di atas jorket. Kepik Penghisap Buah (Helopeltis spp.) Gejala Kerusakan : Masa perkembangan 17-20 hari, umur maksimum serangga dewasa 46 hari, dengan daerah sebar ketinggian 0 -1.679 m dpl Panjang tubuh ± 1 cm, telur berwarna putih dan umumnya diletakkan di kulit buah, tunas, dan tangkai buah. Bercak pada buah berukuran kecil, diameter 2-3 mm, dan letak cenderung di ujung buah Buah yang diserang tampak bercak-bercak cekung berwarna hitam Serangan pada buah menyebabkan buah kering dan mati Serangan pada pucuk atau ranting menyebabkan pucuk layu dan mati (die back), ranting mengering dan merangas. Pengendalian : Dilakukan pengamatan dini terhadap populasi hama, dilakukan apabila tingkat serangan < 15 persen Pengendalian biologis menggunakan predator semut hitam (Dolichoderus thoracichus) Hama Penggerek Batang (Zeuzera coffeae Nietn.) Gejala Kerusakan : Serangan terjadi pada tanaman muda (TBM) Gejala serangan baru terdapat lubang gerekan pada batang atau cabang (pada permukaan lubang sering terdapat kotoran hama) Akibat gerekan, maka batang atau cabang menjadi layu, kering, dan mati Pengendalian Secara mekanis dengan memotong batang yang terserang 10 cm ke arah pangkal Pengendalian secara kimia menggunakan insektisida dimasukan dalam lubang batang yang tererang. Penyakit Utama Tanaman Kakao 1 Penyakit Busuk Buah (Phytophthora palmivora ( Butl. ) Gejala Serangan : Buah kakao yang terserang berbercak coklat kehitaman, dimulai dari ujung atau pangkal buah Pengendalian : Melakukan sanitasi kebun dengan cara memetik buah yang busuk, dan dieradikasi Melakukan pengaturan pohon pelindung dan pemangkasan tanaman kakao, sehingga kelembaban menjadi rendah Penanaman klon tahan terhadap peyakit Pengendalian secara kimiawi Penyakit Kanker Batang, Phytophthora Palmivora ( Butl. ) Gejala Serangan : Kulit batang agak berlekuk dan berwarna lebih gelap atau kehitam-hitaman. Sering terdapat cairan kemerahan yang kemudian tampak seperti lapisan karat. Jika lapisan kulit luar dibersihkan maka tampak lapisan di bawahnya membusuk dan berwarna merah anggur. Pengendalian : Kulit batang yang membusuk dikupas sampai batas kulit yang sehat. Luka kupasan selanjutnya sioles dengan fungisida tembaga misal Copper Sandos, dll. Dengan konsentrasi 5%. Apabila serangan pada kulit batang sudah hampir melingkar, maka tanaman dipotong atau dibongkar. Penyait Antraknose Colletotrichum Gejala Serangan : Bintik-bintik coklat pada daun muda, bercak coklat yang tidak beraturan, infeksi pada daun muda dapat menyebabkan gugur daun. Pada ranting gundul berbentuk seperti sapu, sering berlanjut dengan mati ranting. Bintik-bintik coklat pada buah muda yang berkembang menjadi bercak coklat berlekuk (Antraksone), buah muda yang terserang menjadi layu, kering, dan mengeriput. Serangan pada buah tua akan menyebabkan gejala busuk kering pada ujungnya. Pengendalian : Perbaikan kondisi tanaman dengan pemupukan ekstra. Perbaikan kondisi lingkungan dengan memberikan pohon penaung secukupnya. Sanitasi dengan menghilangkan ranting-ranting yang telah kering dan merompas buah-buah busuk. Pennyemprotan fungisida berbahan aktif Mankozeb 0,5 % formulasi. Eradikasi dengan cara membongkar tanaman yang terserang berat. Menanam klon tahan terhadap penyakit 4, Penyakit VSD (Vascular Streak Dieback) Oncobasidium Theobromae Talbot & Keane Gejala Serangan : Daun menguning dengan bercak-bercak hijau Pada sayatan bekas dudukan daun yang sakit tampak tiga noktah berwarna coklat kehitaman. Garis-garis coklat pada jaringan kayu. Lentisel dari ranting sakit membesar. Nekrosis di antara tulang daun seperti gejala berkurang unsur Ca Pengendalian : Pemangkasan dengan cara memotong ranting sakit sampai pada batas gejala garis coklat pada xilem, ditambah 30-50 cm di bawahnya. Eradikasi dengan cara membongkar tanaman yang terserang berat. Menanam klon tahan terhadap penyakit Penyakit Jamur Upas Gejala Serangan : Infeksi pertama kali terjadi pada sisi bagian bawah cabang dan ranting Jamur mula-mula membentuk miselium tipis mengikat seperti sutera atau perak, sangat mirip dengan sarang laba-laba, pada fase ini jamur belum masuk ke dalam jaringan kulit. Jamur kemudian membentuk kerak yang berwarna merah jambu seperti warna ikan salem, kerak tersebut terdiri atas lapisan basida, kulit cabang dibawah kerak menjadi busuk. Jamur akan berkembang dan membentuk terus dan akan membentuk piknidiayang berwarna merah tua dan biasanya terdapat pada sisi yang lebih kering. Pada bagian ujung dari cabang yang sakit, daun-daun akan menedadak layu dan banyak yang tetap melekat pada cabang meskipun sudah kering. Pengendalian : Memotong cabang/ranting yang terserang jamur pada bagian yang masih sehat, kemudian dibakar atau dipendam. Membersihkan miselium pada gejala awal yang menempel pada cabang sakit kemudian diolesi dengan fungisida misalnya tridemorf ( Calixin RM ) atau tembaga konsentrasi 10% (Copper Sandoz, Cupravit), dll. Menghilangkan dan memusnahkan sumber infeksi yang terdapat di dalam maupun di luar kebun. Penyakit Akar Gejala Serangan : Tiga jenis penyakit akar kakao yaitu penyakit akar merah, penyakit akar coklat dan penyakit akar putih, gejala di atas tanah dari ketiga jenis tersebut sama. Mula-mula daun menguning, layu dan akhirnya gugur kemuguan diikuti dengan kematian tanaman. Untuk mengetahui patogennya dengan tepat harus melalui pemeriksaan akar Pengendalian : Tanaman yang telah mati harus dibongkar berikut akar-akarnya sampai bersih. Pada lubang bekas bongkaran diberi belerang sebanyak kurang lebih 600 g setiap lubang dan lubang tersebut tidak ditanami selama paling tidak satu tahun. Untuk mencegah penyebaran ke tanaman lain, perlu dibuat parit isolasi sedalam 80 cm dengan lebar 30 cm pada daerah satu baris di luar tanaman yang mati. Tanaman di sekitar tanaman mati diperiksa akar tunggangnya. Pada serangan awal tampak adanya miselium atau rhizomorf pada permukaan akar atau leher akar. Miselium tersebut dibersihkan dengan sikat kemudian dioles dengan fungisida khusus jamur akar misalnya Tridemorf (Calixin CP), PCNB ( Shell Collar Protectan, Ingro Pasta 20 PA), dll Kelayuan Pentil (Cherele Wilt) Merupakan penyakit fisiologis seperti halnya gugur buah pada tanaman buah-buahan. Angkanya dapat mencapai 70-90 % dari pentil buah yang tumbuh. Setelah pentil buah berumur lebih dari 2,5 bulan, maka telah terbebas dari penyakit ini. Penyebabnya antara lain persaingan nutrien antara pentil dengan pertunasan (flushing) dan buah-buah. Pertunasan Intensif diduga sebagai penyebab kelayuan pentil dan buah dewasa diduga sebagai penyebab kelayuan pentil serta luka mekanis karena tusukan Helopeltis spp. Cara pengendaliannya dengan memberikan pemupukan yang tepat, dan tidak melakukan pengkasan berat serta pembukaan penaungan drastis yang dapat memacu pertunasan intensif. Disusun Oleh : Edwin Herdiansyah, SP Sumber : http://eprints.upnjatim.ac.id/7784/2/Bk-kakao-1400.pdf dan sumber media lainnya