Loading...

MENGENAL JENIS-JENIS VARIETAS KELAPA DALAM

MENGENAL JENIS-JENIS VARIETAS KELAPA DALAM
Kelapa merupakan komuditi perkebunana yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian nasional. seluruah bagiaan tanaman dapat dimanfaatkan sehingga dijuluki sebagai pohon kehidupan karena mulai dari akar sampai daun semua bisa menjadi bebrapa jenis produk seperi Kopra, Minyak, Nata de coco,Gula Merah,arang tempurung, nilai tambah komuditi tersebut seperti Kopra, sapu lidi, Sapu ijik, sapu lidi, dan banyak lagi. Peningkatan hasil produktivitas tanaman dapat terwujudkan bila mana teknologi tersedia dikalangan pelaku utama dan pelaku usaha seperi cara budidaya yang baik, peremajan tanaman dan tidak kala penting adalah teknologi penggunan varietas unggul yang mampu meningkatkan hasil produksi dikarenakan tanaman tahan terhadap organisme penggangguu tanaman. varietas unggul adalah tanaman yang sudah melalui uji lab (bersertifikat) dan dielapas oelah Kementrian Pertanian, sehingga aman untuk dikembangkan. Adapun Jenis-jenis Varietas Kelapa dalam sebagai berikut: 1. Kelapa Dalam Mapanget (DMT) Berasal dari Sulawesi Utara bentuk buah kepala bulat, ukurannya sedang, warnyanya merah kecoklat-coklatan, mulai berbuah umur 5 tahun, produksi kopra op- timal 3,5 ton/ha/tahun, kadar minyak 62,95%. Tanaman ini agak toleran terhadap kemarau panjang. Cocok dikembangkan lahan kering iklim basah denagn intensitas curah hujan > 2500 -3500 mm/tahu 2. Kelapa Dalam Tenga (DTA) Tanaman berasal dari Sulawesi Utara, mulai berbuah 5 tahun setelah tanam, bentuk buah bulat, ukuran buah sedang, warna kulit buah umumnya hijau, produksi kopra optimal 3,0 ton/ ha/tahun. Kadar minyak 69,31%. Tahan terhadap kering selama 3 bulan dan dapat dikembangkan dilahan kering iklim basah dengan curah hujan 3. Kelapa Dalam Bali (DBI) Asal Bali mulai berbuah umur 5 tahun, bentuk buah bulat, ukuran buah besar, warna kulit buah hijau kekuningan, produksi kopra optimal 3,0 ton/hektar/ tahun. Kadar minyak 65,52%. Tahan terhadap kekeringan sampai dengan 3 bulan. Daerah pengem- bangan lahan kering iklim basah (curah hujan 4. Kelapa Dalam Palu (DPU) Asal Sulawesi Tengah mulai berbuah umur 5 tahun, bentuk buah bulat, ukuran buah besar, warna kulit buah umumnya hijau, produksi kopra optimal 2,8 ton/ hektar/tahun. Kadar minyak 69,28%. Agak toleran terhadap kemarau panjang. Daerah pengembangan lahan kering iklim basah (curah hujan 5. Kelapa Dalam Sawarna (DSA) Asal Jawa Barat mulai berbuah 4 tahun, bentuk buah bulat, ukuran buah sedang, warna kulit buah hijau kekuningan, produksi kopra optimal 3,5 ton/hektar/ tahun. Kadar minyak 66.26%. Tidak toleran terhadap kekeringan. Daerah pengembangan lahan kering iklim basah dengan curah hujan sedang sampai tinggi ( > 2500 mm/tahun). 6. Kelapa Dalam Takome (DTE) Asal Maluku Utara mulai berbuah umur 5 tahun, bentuk buah bulat, ukuran buah kecil, jumlah buah per tandan banyak (75 – 100 butir), produksi kopra optimal 2,14 ton/hektar/tahun. Kadar mi- nyak 50,59%. Toleran terhadap kemarau panjang.aerah pengembangan lahan kering iklim basah dengan curah hujan rendah sampai tinggi (>1200 mm/ tahun). Selain itu, masih ada beberapa kultivar kelapa yang sedang dievaluasi memiliki potensi hasil tinggi. Kultivar-kultivar kelapa yang belum dievaluasi dikategorikan sebagai kelapa unggul lokal (kelapaDalam atau Genjah). 7.Kepala Unggul Dalam Lokal Jika Sulit mendapatkan Varietas kelapa unggul nasional, terutama karena lokasi pengembangan jauh, maka benih yang dibutuhkan dapat diseleksi dari populasi kelapa Dalam unggul lokal atau Blok Penghasil Tinggi (BPT) yang telah ditetapkan oleh Dinas Perkebunan/ instansi terkait dan disetujui oleh Balit Palma berdasarkan evaluasi yang dila- kukan peneliti dan petugas lapang. Sumber; Balitbangta Penyusun : Marwayanti Nas BSIP Sulawesi Barat