Mengenal Lebih Dekat Hama Penggerek Polong (Etiella zinckenella) Tanaman Kedelai
Penggerek daun polong E. Zinckenelia tersebar luas di dunia, sedangkan E. hobsini hanya di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Australia. Tanaman inang E. Zinckenelia selain pendek adalah : - kacang hijau - kacang panjang - kacang tunggal - kacang kratak - kacang tanah. Seekor larva penggerek polong dapat merusak beberapa polong dan biji, Tanda serangan pada biji bunga gerakan dan adanya butiran karena berwarna coklat yang terikat oleh benang pintal. Ulat ini tersebar di daerah tropis dan subtropis Hama ini banyak menyerang polong tanaman yang termasuk Leguminosae, seperti kedelai, buncis, kacang panjang, Tephrosia, dan orok-orok. Morfologi ulat polong ini adalah Panjang ngengat lebih kurang 12 mm Sayap mukanya pada bagian tepi berwarna putih seperti perak atau kuning pucat. Kepala nya berwarna hitam. Warna ulat mula-mula hijau pucat, kemudian berubah menjadi merah muda Bentuk ulat silindris dengan panjangnya lebih kurang 15 mm Daur hidup ulat ini Telurnya diletakkan pada daun atau polong. Jumlahnya 7-15 butir. Setelah menetas, ulatnya segera membuat lubang pada polong. Ulat kemudian memakan blji dan mengeluarkan kotorannya. Ulat yang telah dewasa berwarna kemerahan. Setelah dewasa, ulat meninggalkan polong untuk berkepompong dalam tanah Pengendaliannya dengan cara - penyemprotan tanaman setelah buah berbentuk dengan insektisida, seperti Azodrin atau Basudin. - Penanaman dilakukan serentak. - Penanaman orok-orok sampai berbuah dihindari kerena merupakan tanaman inang. sumber: Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian. 1991. Budidaya dan Pengolahan Hasil Kedele. Jakarta: Departemen Pertanian Pracaya. 2008. Hama dan Penyakit Tanaman Edisi Revisi.Jakarta: Penebar Swadaya.