Penyakit merupakan salah satu faktor penyebab menurunnya hasil secara kuantitas maupun kualitas tanaman. Upaya mengatasi serangan penyakit dilakukan melalui pengendalian secara cepat dan tepat sasaran. Pengamatan secara dini sejak dari persemaian serta identifikasi penyakit dengan tepat akan menjamin keberhasilan pengendalian. Beberapa penyakit tanaman padi disebabkan oleh jamur seperti penyakt blas, bercak cercospora, busuk batang dan Bakanae. Dari ke empat penyakit tersebut, Bakanae ini kedengarannya masih asing ditelinga kita.... apa ini, namanya ala ...ala menu makasan jepang..........padahal ini merupakan penyakit yang sangat merugikan bagi para petani. Penyakit ini sudah sejak lama di kenal di Asia, banyak terdapat di daerah beriklim basah dan pertama kali di laporkan di Jepang dengan sebutan "Bakanae". Jika tidak ditanggulangi secara intensif, maka kehilangan hasil akibat penyakit ini dapat mencapai 70%.Penyebab Penyakit. Bakanae disebabkan oleh cendawan Fusarium moniliforme Sheld, termasuk ke dalam ascomycetes, Gibberella fujikuroi Saw. Penyakit ini lebih dikenal petani di Kalimantan Barat dengan padi laki karena tanaman padi yang terserang Bakanae ini tidak akan menghasilkan. Fusarium dapat berkembang dan bertahan dalam sisa tanaman yang berada di dalam dan di atas tanah. F. miniliforme adalah patogen tular benih, infeksi benih terjadi sebelum panen melalui konidia dan askospora yang diterbangkan angin, atau karena kontaminasi selama proses pemanenan. Cendawan tidak menginvestasi benih secara internal. Patogen menginfeksi tanaman melalui akar atau pucuk tanaman secara sistemik tetapi tidak sampai ke malai (Priyo, 2014). Gejala Penyakit Penyakit ini mudah dikenali dengan pertumbuhannya yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman sekitarnya. Penyakit ini mulai menyerang tanaman sejak dipersemaian. Tanaman padi yang terserang penyakit Bakanae memperlihatkan tinggi tanaman yang melebihi tanaman yang normal, tanaman kurus, warna daun hijau kekuning-kuningan, memucat dan akar tanaman membesar. Tinggi tanaman yang melebihi tanaman normal diduga karena meningkatnya giberelin yang diproduksi oleh tanaman, sedangkan perubahan warna menjadi hijau kekuningan kemungkinan besar karena bertambahnya asam fusarik dalam jaringan tanaman (Anonim, 2014).Pengendalian Penyakit1. Penggunaan benih sehat sangat penting untuk mengendalikan penyakit ini (Priyo, 2014). 2. Jangan menggunakan benih dari tanaman padi yang terserang Bakanae. Berdasarkan pengalaman Pengawas Benih Tanaman (BPT), padi yang terserang Bakanae jika dijadikan benih maka apabila benih tersebut ditanam maka padi yang terserang Bakanae bertambah banyak, sehingga semakin banyak tanaman yang tidak menghasilkan. Kondisi ini mengakibatkan kerugian yang dialami bertambah besar. Untuk itu PBT menyarankan tanaman yang terserang Bakanae tidak dijadikan benih tapi hanya untuk konsumsi. (Ir. Sari Nurita, BPTP Kalimantan Barat) Sumber1. Anonim, 2014. Bakanae. https://theadiokecenter.wordpress.com/2014/10/26 /bakanae/. Diakses tanggal 12 Desember 20172. Priyo D. K, .Penyakit Penting Tanaman Padi. http://www.agronomer.com/2014/ 12/penyakit-penting- pada-tanaman-padi.html. diakses tanggal 7 Des 2017