Pendahuluan Perkembangan teknologi dan informasi ikut mendorong peningkatan pemanfaatan berbagai komoditas pangan lokal. Berbagai sumber bahan pangan terus diidentifikasi untuk memberikan manfaat dalam perkembangan dan diaplikasikan pada industri pangan. Salah satu bahan pangan lokal yang mulai banyak diteliti yaitu bunga telang (Angriany, 2019). Bunga telang merupakan salah satu tanaman leguminosae yang berasal dari Asia Tropis dan daerah penyebarannya di Indonesia adalah di Jawa, Sumatera, Maluku , dan Sulawesi ( Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2020). Biasanya dimanfaatkan sebagai obat mata, pengencer dahak bagi penderita asma, atau pewarna makanan, juga memiliki manfaat farmakologis sebagai antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, antiparasit, anti diabetes, dan antikanker yang mengandung tanin, saponin, fenol, triterpenoid, alkaloid, flobatanin, dan flavonoid, juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena tingginya nilai nutrisi yang dikandung. Bunga telang memiliki kandungan protein yang berkisar antara 18% hingga 25%. Syarat Tumbuh Ketinggian tempat antara 1–1800 m di atas permukaan laut (dpl) Pada berbagai jenis tanah termasuk tanah berpasir dan tanah liat merah pH tanah 5,5-8,9 . Suhu 19–28°C dan curah hujan rata-rata 2000 mm/tahun. Karakteristik Tanaman Bunga Telang Bunga Telang memiliki bunga majemuk yang tumbuh pada bagian ketiak daun. Tangkai bunga ini berbentuk silindris dengan panjang kurang lebih 1.5 cm. Kelopak bunganya berbentuk corong dengan mahkota berbentuk kupu-kupu dan memiliki warna biru. Tangkai benangnya berlekatan dan membentuk tabung. Kepala sari berbentuk bulat dengan tangkai putik yang silindris. Bunga ini memiliki buah dengan bentuk polong dan panjangnya mencapai 7 cm hingga 14 cm dengan warna hijau pada buah muda dan hitam pada buah tua, tangkai bunga telang cenderung pendek. Bunga telang termasuk sebagai tumbuhan monokotil, dengan akar tunggang dan warna akar berwarna putih. Klasifikasi Bunga Telang: Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Super Divisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub Kelas : Rosidae Ordo : Fabales Famili : Fabaceae Genus : Clitoria Spesies : Clitoria ternatea Manfaat dan Kandungan dalam Bunga Telang Sebagai Antosianin yaitu zat warna alami yang bersifat sebagai antioksi dan yang digunakan sebagai pewarna alami untuk nasi, es lilin, es krim, cendol dan pewarna minuman. Bermanfaat untuk kesehatan manusia, karena memiliki sejumlah bahan aktif yang memiliki potensi farmakologi, diantara nya sebagai antioksidan, antibakteri, anti inflamasi dan analgesik, antiparasit dan antisida, antidiabetes, antikanker, antihistamin, immunomodulator, obat diabetes, menyembuhkan radang pada mata, pengobatan mata, anti-depresant, kesehatan hati dan potensi berperan dalam susunan syaraf pusat, Central Nervous System (CNS). Batang dan daun digunakan untuk hewan ternak, berpotensi sebagai sumber protein dan energi untuk ternak jenis ruminansia dengan kandungan protein berkisar 21-29%, energi kasar 18,6 MJ/kg, kecernaan bahan organik 69,7%, kecernaan energi 66,6 % energi termetabolis pada ruminan 12,4 MJ/kg. Sedangkan kandungan protein kasar, lemak kasar dan gula pada biji masing masing adalah 25-38, 10 dan 5%. 10 Manfaat dan Cara Olahannya Mengobati penyakit mata Mampu mengatasi segala penyakit mata, seperti gangguan penglihatan, sakit mata, mata merah, mata kuning, hingga katarak. Hal ini berkat kandungan proanthocyanidin, yang berfungsi untuk meningkatkan aliran darah ke kapiler mata. Penyajian: Rendam dua kuntum bunga telang hingga air berubah menjadi warna biru. Setelah itu, masukkan ke dalam pipet, lalu teteskan pada mata. Menurunkan kolesterol Berperan menurunkan kolesterol jahat Low Density Lipoprotein (LDL). Karena mengandung antioksidan yang tinggi. Penyajian Seduh 10-15 bunga telang dengan air panas. Aduk dan diamkan sejenak sampai airnya berubah warna. Menyembuhkan bisul Bisul pada umumnya disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus dan menimbulkan bengkak, perih, nanah, bahkan berdarah . Penyajian : Tumbuk bunga telang sampai halus kemudian campur dengan gula jawa. Lalu oleskan pada bisul. Mengatasi diare Memiliki kandungan zat antiradang dan antibakteri yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal alami. juga memberikan efek farmakologis antidiare. Penyajian: Racik ramuan dari air rebusan bunga talang dan segera meminumnya. Mengobati asma Mampu mengatasi masalah penapasan seperti asma dan bronkitis. Sebab, bunga telang memiliki sifat ekspektoran yang bisa mengurangi iritasi pada saluran pernapasan. Penyajian : merebus bunga telang hingga air berubah warna, lalu saring ke dalam gel Mengatasi diabetes Mengontrol kadar gula darah terutama pada penderita diabetes. Menurut penelitian BMC Coomplement Altern Medicine, bunga telang dapat memperlambat penyerapan glukosa dan mencegah terjadinya resistensi insulin. Penyajian: Seduh10 lembar bunga telang dengan air panas. Lalu minum Meredakan batuk dan sakit tenggorokan Meredakan batuk dan sakit tenggorokan, khususnya jika disebabkan oleh alergi. Ekstrak bunga telang terbukti dapat mengurangi jumlah zat histamin yang mengakibatkan peradangan pada tubuh. Penyajian: Cara mengolahnya, cukup haluskan akar bunga telang hingga menjadi bubuk kemudian larutkan dengan air. Ulangi 1-2 kali dalam sehari selama seminggu. Melancarkan haid Melancarkan haid dan menjaga kesuburan rahim, juga mampu mengatasi keputihan yang berlebihan. Penyajian: Rebus beberapa lembar bunga telang, lalu meminumnya secara rutin. Menghilangkan jerawat Meremajakan kulit dan meredakan iritasi pada kulit akibat jerawat juga melembapkan kulit. Penyajian: Haluskan bunga telang kemudian balurkan pada permukaan kulit yang terkena jerawat. Meningkatkan daya tahan tubuh dan kekebalan tubuh Penyusun : Nasriati Sumber : Litbang pertanian