Klasifikasi. Klasifikasi Myristica fragrans HOUTT adalah sebagai berikut: Devisio: Spermatophyta, sub devisio: Angiospermae, Class: dicotyledonae, Ordo: Ramales, Famili:Myristicaceae,Genus Myristica, Spesies: Myristica fragrans HOUTT. Morfologi Tanaman: Batang: Bentuk pohon indah, tinggi 10-20 m, menjulang tainggi ke atas dan ke samping, mahkota pohon meruncing, berbentuk pyramidal (kerucut), lonjong (silindris) dan bulat dengan percabangan relative teratur. Daun: berwarna hijau mengkilap dan gelap, panjang 4-5 cm , lebar 3-7 cm panjang tangkai daun 0,4-1,5 cm. Bentuk helaian daun ini juga dapat untuk menditeksi jenis kelamin. Ciri pala betina adalah jika bentuk helaian daun relative lebih terkulai, sedangkan ciri pala jantan adalah jika bentuk helaian daun relative lebih kecil dengan letak daun lebih tegak. Bunga: Cara pembungaan pada pala unisexual-dioecious walaupun terdapat juga yang polygamous/hermaphrodite. Pala merupakan tanaman berumah dua (dioecous) dimana bunga jantan dan bunga betina terdapat pada individu/pohon yag berbeda. Dari 100 biji atau pohon pala rata-rata terdapat 55 pohon betina , 40 pohon jantan dan 5 pohon yang hermaphrodite. Pohon jantan dicirikan oleh habitus yang lebih kecil dari betina, cabang lebih tegak daun lebih kecil dan menghasilkan banyak bunga jantan dalam bentuk rangkaian yang membawa 3 sampai 15 bunga per kuntum sedangkan bunga betina sekitar 1 sampai 3 bunga per kuntum. Bunga keluar dari ujung cabang dan ranting . Bunga betina mempunyai kelopak dan mahkota meskipun perkembangannya tidak sempurna. Warna bunga kuning, dengan diameter ± 2,5 mm serta panjangnya ± 3 mm. Mahkota bunga betina bersatu mulai dari bagian pangkal dan pada bagian atas terbuka menjadi 2 bagian yang sistematis. Kelopak bunga kecil, dan menutup sebagian kecil dari bagian bawah mahkota. Di dalam mahkota terdapat pistil yang bersatu dengan bakal bunga. Kepala putik terbelah pada bagian ujungnya. Di dalam bakal buah terdapat bakal kulit biji dan bakal biji. Bentuk bunga jantan agak berbeda dengan bunga betina walaupu warna bunganya juga kuning, diameter 1,5 mm dan panjang ± 3mm. Mahkota dari bunga jantan bersatu dari pangkal pada 5/8 bagian dan kemudian terbagi menjadi 3 bagian. Kelopak berkembang tidak sempurna bentuknya seperti cincin yang melingkar pada bagian pangkal mahkota. Benangsari berbentuk silindris merupakan tangkai besatu panjangnya ±2 mm. Sari melekat pada tankai tersebut, membentk baris-baris yang jumlahnya 8 buah dan berpasangan. Antara baris dibatasi oleh jalur kecil ± 1/10 mm lebarnya. Buah/biji: Buah pala berbentuk bulat lonjong, berwarna hijau kekuning-kuningan. Apabila masak buah akan berbelah dua, diameter 3-9 cm. Daging buahnya /pericarp tebal dan rasanya asam. Biji pala berbentuk bulat sampai lonjong panjangnya 1,5-4,5 cm dengan lebar 1-2.5 cm. Warna biji pala cokelat dan mengkilap pada bagian luarnya. Kernel bijinya berwarna keputih-putihan. Fuli berwarna merah gelap dan ada pula yang puih kekuning-kuningan dan membungkus biji menyerupai jala. Petani pala di Maluku biasanya menentukan pala jantan dan betina dari bentuk bijinya. Biji yang memiliki permukaan ujung membukit diduga jantan dan biji yang bagin ujungnya rata diduga betina. Jenis Tanaman Pala: Famili Myristicaceae hanya memiliki satu genus dengan ± 200 spesies yang tersebar di daerah tropis. Di Maluku terdapat 8 jenis pala yaitu: 1) Myristica succedawa BL. Di Ternate disebut pala Patani; 2) M.speciiosa Warb, disebut pala Bacan atau pala Hutan; 3) M schefferi Warb, disebut pala Onin atau Gosoriwonin; 4)M. fragrans Houtt , merupakan pala asli Indonesia atau nutmeg tree yang berasal dari pulau Banda dan disebut pala Banda; 5) M. fatua Houtt disebut pala Hutan (Ambon); 6) M. argantea Warb disebut pala Irian atau pala Papua; 7) M. tigens BL. Dikenal dengan nama pala Tertia; 8) M. sylvetris Houtt dikenal dengan nama pala Burung atau pala Mendaya (Bacan) atau pala Anan (Ternate). Jenis Myristica fragran HOUTT merupakan jenis yang dibudidayakan di Indonesia, India, Grenada dan Malaysya karena kualita biji dan fuinya mengandung meristerin terbaik dan kandungannya tinggi. Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Madya. Sumber: Pedoman Teknis Budidaya Pala, Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebnan, Jakarta, 2008.