Loading...

Mengetahui Keunggulan dan Kekurangan Lada Merambat dan Lada Perdu

Mengetahui Keunggulan dan Kekurangan Lada Merambat dan Lada Perdu
Tanaman lada merupakan salah satu jenis rempah yang paling penting di antara rempah-rempah lainnya baik ditinjau dari segi perannya dalam menyumbangkan devisa negara maupun dari segi kegunaannya yang sangat khas dan tidak dapat digantikan dengan rempah lainnya, dan diberi julukan King of Spices. Di Indonesia, sentra tanaman lada banyak terdapat di provinsi Bangka Belitung, Lampung, dan Kalimantan Dalam melakukan perbanyakan tanaman lada bisa dilakukan dengan cara menggunakan sulur panjat untuk menghasilan tanaman lada merambat dan cabang produksi untuk menghasilan tanaman lada perdu. Namun ada kelebihan dan keurangan dari masing-masing penggunaan bahan setek yang digunakan. Kelebihan Tanaman Lada Panjat Membuat benih lebih mudah, bahan setek tersedia banyak diambil dari sulur panjat, dan harga benihnya lebih murah. Tanaman lada panjat jarang terkena penyakit busuk akar dan busuk pangkal batang. Perawatan tanaman lebih mudah dalam melakuan pemupukan dan penyiangan gulma. Produksi buahnya lebih tinggi jika dibandingan dengan lada perdu. Umur tanaman relatif lebih panjang.dibandingan lada perdu Tanaman aga tahan terhadap cekaman air. Bahan setek bisa langsung ditanam dengam menggunakan sulur Panjang, diltanam pada awal musim hujan. Kekurangan.Lada Panjat Tanaman mulai dapat berprodusi lebih lama, yaitu sekitar umur 2,5 – 3 tahun setelah tanam. Tanaman harus mengguaan tiang panjat untuk tempat merambat, bisa menggunaan tiang panjat mati atau hidup. Untuk tiang panjat mati bisa menggunaan tiang terbuat dari cor semen atau kayu besi, sedangkan untuk tiang panjat hidup bisa menggunaan pohon gamal, dadap dan petai cina yang mempunyai perakaran dalam. Pohon tiang panjat hidup yang digunaan untuk merambat tanaman lada, harus dilakuan pemangkasan 2 kali dalam satu tahun, yaitu diawal musim hujan dan akhir musim hujan dengan tujuan untuk mengurangi kelembaban di dalam kebun sehingga tidak menimbulkan penyakit pada tanaman lada. Dalam melakukan pemanenan buah lada menggunakan alat bantu tangga, karna tanaman merambat pada tajar dengan ketinggian kurang lebih 3 meter. Kelebihan Tanaman lada perdu Tanaman lada perdu lebih cepat,berbuah yaitu pada umur kurang lebih 1 tahun setelah tanam. Tanaman lada perdu tidak membutuhkan tiang panjat, tanaman tidak merambat tetapi membentuk pohon perdu. Bisa ditanam di halaman rumah atau ditanam dalam pot, sehingga dalam melakukan panen lebih mudah, tidak membutuhkan alat tangga. Kekurangan Tanaman Lada Perdu Dalam pembuatan benih agak sulit, karna sumber benih dari cabang produki yang bertapak jumlahnya terbatas dalam sulur. Pertumbuhan tanaman aga sulit dan butuh waktu lebih lama oleh sebab itu harga bibitnya sedikit lebih mahal. Bibit lada perdu dibuat dari potongan batang (stek) cabang produksi atau cabang buah. Lebih rentan terkena penyakit busuk akar dan busuk pangkal batang, karena tanah perakaran dan pangkal batang tertutupi oleh rimbunnya tajuk daun. Dalam melakukan pemupukan dan penyiangan gulma lebih sulit, karena cabang, ranting dan dedaunan lada perdu membentuk tajuk terhampar di permukaan tanah. Harus dibuat penyangga agar ranting, dan dedaunan lada perdu tidak langsung menyentuh tanah. Produksi buah lebih rendah jika dibandingkan dengan lada panjat. Umur relatif lebih pendek. Tanaman kurang tahan terhadap cekaman air. Perawatan tanaman lebih intensif jia dibandingkan dengan lada panjat. Disusun Oleh : Edwin Herdiansyah, SP Sumber : Dari berbagai sumber media dan https://www.kompasiana.com/bangpilot/586cb36daa23bdc706f5dce4/bertanam-lada-perdu-atau-lada-panjat?page=1&page_images=1