Loading...

Mengindentifikasi Tungro Dengan Enzyme dan PCR

Mengindentifikasi Tungro Dengan Enzyme dan PCR
1. Uji Enzyme - Linked Immuno Sorbet Assays (ELISA) Elisa merupakan uji serologi yang paling banyak digunakan untuk terdeteksi virus, termasuk virus tungor, karena relatif mudah, cepat, sensitif, akurat dan dapat digunakan untuk skala besar. Metode ini menjadi sangat sensitif dan akurat, karena penggunaan antibodi, yaitu untuk virus tungro bulat dan virus tungro batang. Prinsipnya pada metode ini, larutan antibodi dituangkan pada permukaan cawan -cawan mini pda piring ELISA dan dinkubasi. Cawan dibilas, cairan contoh tanaman dituangkan dan diinkubasi, setelah dibilas cawan diisi larutan konjugat dan diinkubasi. Cawan sekali lagi dibilas dan larutan subtrat yang bening dituangkan ke cawan. Dalam waktu 10 - 30 menit apabila terjadi perubahan warna menajdi kuning maka contoh tanaman mengandung virus (positif) dan sebaliknya apabila tidak berubah warna berarti negatif. Jadi tanaman padi yang ada dilapangan diambil sampelnya / contohnya dari beberapa tempat, selanjutnya contoh atau sampel yang diambil tersebut dilakukan uji sesuai proses di atas tempat yang telah ditentukan. Sehingga hasil yang diperoleh dari uji yang dilakukan tersebut dapat menjadi acuan apakah tanaman padi tersebut terserang virus tungro atau tidak. 2. Uji PCR PCR (Polymerase Chain Reaction) merupakan teknik laboratorium yang dapat menggandakan asam nukleat (DNA) virus di dalam mesin pengganda DNA. Virus tungro bulat baik yang terdapat dalam contoh tanaman padi atau dalam tubuh wereng hijau dapat dideteksi, walaupun kadarnya sangat kecil. Dibandingkan dengan ELISA, PCR dapat 1000 - 10.000 kali lebih akurat dan sensitif. Secara garis besar, PCR meliputi tahap - tahap ekstraksi DNA dari contoh tanaman, penggandaan DNA dengan menggunakan primer khusus, visualisasi hasil penggandaan DNA dalam gel tersebut diwarnai (straining) dengan ethidium bromida, sehingga pita - pita DNA virus dapat diamati dengan jelas, sedangkan dari contoh tanaman tidak terinfeksi virus, tidak ada pita DNA. Dengan menggunakan Uji PRC (Polymerase Chain Reaction) maka signifikan atau kepastian hasil terhadap penentuan apakah tanaman padi terkena serangan virus tungro atau tidak akan lebih pasti. Oleh karena itu disarankan kepada para penyuluh pertanian di lapangan ataupun para petani, untuk lebih pastinya / akuratnya penentuan padi yang ditanam terkena virus tungro atau tidak sebaiknya menggunakan Uji PRC. Oleh : Dr. Ibrahim Saragih / Penyuluh Pertania Sumber : Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Ditjentan, Pedoman Pengendalian OPT Padi Hibrida, 2008, Jakarta Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Ditjentan, Pedoman Penyakit Tungro Pada Tanaman Padi, 2006, Jakarta.