Yang dapat dilakukan dalam mengindentifikasi virus tungro secara cepat terhadap tanaman padi antara lain sebagai berikut ; 1. Gejala dan sebaran penyakit tungro Serangan penyakit tumgro di lapangan dapat diketahui secara cepat dengan cara mengamati gejala yang khas yaitu serangan tersebar secara sporadis dan mengelompok. Gejala seperti ini dapat dibedakan dengan gejala tanaman kekuranngan/keracunan unsur hara tertntu, dimana gejalanya lebih merata hampir di seluruh areal pertanaman. Apabila ditemukan serangan sporadik di lapangan, maka hal ini merupakan adanya indikasi tanaman terserang tungro. 2. Uji iodium Uji ini tidak selalu akurat dan tidak spesifik, tetapi dapat membantu indentifikasi penyakit tungro. Cara pertama : - Daun tanaman sakit (daun ke - 2 dan ke-3) dipotong sepanjang 10-15cm. - Klorofil pada daun dihilangkan dengan cara merebus potongan daun dalam cairan alkholol 96% selama 30 menit, atau dengan merendam daun dalam alkholo 96 % selama 24 jam. - Potongan daun kemudian direndam dalam larutan iodium selama 10 menit - Cuci dalam alkohol 96 % untuk menghilangkan sisa larutan iodium pada daun. - Apabila warna potongan daun berubah menjadi biru berarti conth tanaman tadi positif ditulari virus. Cara kedua - Menggunakan daun kedua dan ketiga dari atas. Daun dipotong sepanjang ¾ nya. - Siapkan campuran iodium tincture dengan air (dengan perbandingan 1 : 4), lalu celupkan ujung potongan daun kedalamnya selama 15 - 20 menit. - Tanda negatif tampak dari reaksi coklat muda sedangkan positif adalah coklat tua. 3. Uji penularan Uji penularan dapat dilakukan dengan dua cara : Cara pertama : - Tanaman sakit yang dibawa dari lapang disungkup dengan kasa tahan serangga. - Wereng hijau sebanyak 100 - 200 ekor dimasukkan ke sungkup tersebut dan dipelihara hingga semai padi sudah siap diinokulasi. - Semai padi umur 5 - 10 hari setelah sebar (hss) disungkup dengan kasa, kemudian 25 - 50 ekor dibiarkan menghisap tanaman selama 24 jam. - Setelah itu, wereng dibunuh dan tanaman dipelihara hingga gejala muncul, yaitu kurang lebih 7 - 14 hari setelah inokulasi. Cara kedua : - Sebelum ke lapang,. Semaib padi (umru 7 hari), sudah disiapkan. - Wereng hijau yang ditangkap dari lapang dapat digunakan untuk menginokulasi semai padi di atas. Jumlah wereng tiap tanaman adalah 5 ekor - Selanjutnya mengikuti cara pertama. Oleh : Dr. Ibrahim Saragih / Penyuluh Pertania Sumber : Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Ditjentan, Pedoman Pengendalian OPT Padi Hibrida, 2008, Jakarta Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Ditjentan, Pedoman Penyakit Tungro Pada Tanaman Padi, 2006, Jakarta.