Loading...

MENGOLAH KOTORAN DAN URIN KELINCI MENJADI PUPUK KANDANG

MENGOLAH KOTORAN DAN URIN KELINCI MENJADI PUPUK KANDANG
Budidaya ternak kelinci di daerah perkotaan sangat diperlukan khususnya untuk daerah ibu kota Jakarta. Selain sebagai sumber protein hewani, kotoran dan urin kelinci juga sangat potensial untuk dijadikan pupuk organik untuk tanaman. Jumlah konsumsi pakan hijauan oleh kelinci adalah sekitar 0,4“0,6 kg ekor/hari dan konsumsi air minum sebanyak 120 ml/ekor/hari. Produksi kotoran kelinci dapat mencapai sebanyak 30“50 % dari jumlah pakan yang konsumsi, sedangkan produksi urine kelinci dapat mencapai 50 “ 65 ml/ekor/hari. Melalui pengolahan secara sederhana, kotoran dan urine dapat diubah menjadi pupuk organik yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kesuburan tanah. Kotoran kelinci berupa feses dan urine dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Feses kelinci dapat dioleh langsung menjadi pupuk padat sedangkan urinenya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair. - Pengolahan feses menjadi pupuk padat Feses kelinci dapat langsung diaplikasikan ke tanaman karena tidak bersifat membakar walaupun masih baru, tetapi supaya lebih ekonomis sebaiknya feses dikumpulkan selama satu minggu kemudian dipakai sebagai pupuk kandang. Feses kelinci memiliki kandungan N 1,95%, P2O5 1,15 ppm, K2O 0,48%. - Pengolahan urine menjadi pupuk cairUrin kelinci dapat dijadikan sebagai pupuk cair organik yang sangat bermanfaat untuk tanaman. Pupuk cair lebih mudah dimanfaatkan tanaman karena unsur-unsur di dalamnya mudah terurai sehingga manfaatnya lebih cepat terasa. Urin kelinci yang telah ditampung dapat langsung dipakai sebagai pupuk cair dengan cara mencampur 10 liter air dengan 0,5 liter urine kelinci. Selanjutnya proses penyemprotan dilakukan mulai dari satu tanaman ke tanaman lain dengan merata. Sebaiknya, setelah disemprot tidak terkena hujan agar pupuk langsung diserap tanaman. Apabila urin kelinci yang diperoleh cukup banyak dan tidak habis pada saat itu, dapat juga difermentasikan agar tahan lama. Cara fermentasinya adalah : 1 liter urin dicampur dengan 5-10 ml EM-4 ditambah dengan 50 ml mollases, masukkan ke dalam drum yang ditutup rapat dan dibiarkan selama 2 minggu agar terjadi proses fermentasi sehingga bau urine akan hilang. Setelah 2 minggu pupuk urin dapat digunakan dengan cara diencerkan. Perbandingan air dan pupuk urine adalah 1 : 1 kemudian disemprotkan pada daun tanaman. Untuk tanaman hias pengenceran dapat dilakukan dengan perbandingan 1 bagian pupuk urine : 10 bagian air. Urin kelinci yang telah disimpan selama 2 minggu memiliki kandungan hara makro N 0.6%, P2O5 18 ppm, K2O 0,12%. Untuk tanaman hias dan tanaman sayuran pemberian pupuk seminggu sekali sudah cukup, pemberian sebaiknya dilakukan sekitar jam 09.00 “ 10.00 karena pada saat itu stomata daun sedang terbuka. Penulis : Umming Sente, S.Pt