Banyak kelompok yang telah terbentuk, tetapi ada yang tidak aktif, hanya nama dan bahkan bubar secara perlahan-lahan. sangat mungkin bahwa ini disebabakan oleh ketidakmampuan para pengurusnya dalam membuat para anggotanya merasa memiliki dan menjaga keutuhan kelompok itu. 1. Manusia ditakdirkan sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. dengan segala perlengkapan dirinya seperti tangan, kaki disertai dengan 5 inderanya yaitu mata, telinga, hidung, lidah dan mulut menyebabkan seseorang manusia perlu orang lain untuk diajak bicara, diajak berjalan sama-sama dan lain-lain. Manusia juga dilengkapi rasa sayang, marah, benci, cinta dan sebagainya. 2. Kelompok terkecil dalam masyarakat adalah keluarga yaitu : suami, istri, dan anak. pada beberapa suku bahkan keluarga-keluarga itu bergabung dalam sebuah rumah besar atau rumah-rumah yang berdekatan, sehingga dipedesaan sering kita lihat, satu kampung bersaqudara semua. perkembangan transportasi menyebabkan kelompok keluarga dalam satu kampung itu mulai lepas dengan adanya pendatang-pendatang yang hidup disana. 3. Kelompok lainnya diluar keluarga mulai terbentuk dengan sendirinya karena dalam pergaulan, masing-masiung menemukan teman yang mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu, seperti anak laki-laki akan bergabung dengan sesama anak laki-laki, demikian juga anak perempuan akan bergabung dengan anak-anak perempuan. Tetapi diantara anak laki-laki itu terbentuk kelompok-kelompok kecil, misalnya yang sennag main musik akan bergabung dengan yang senang main musik, yang senang olah raga, main bola misalnya akan bergabung dengan yang senang main bola. Demikan juga dengan bapak-bapaknya karena sama-sama usahanya, misalnya usaha ternak ayam, akan cenderung berkelompok dengan yang berternak ayam, daripada dengan mereka yang berternak kambing. atau berkelompok, karena sama-sama miskin dan rumahnya berdekatan 4. Sebagai kesimpulan, sebuah kelompok dapat terbentuk karena : a. ada kesamaan-kesamaan diantara anggotanya b. ada kepentingan atau tujuan yang sama, yang ingin dicapai 5. Kelompok seharusnya juga demikian. Para petani berkelompok karena 2 hal tersebut diatas, walaupun pembentukannya difasailitasi atau dimotivasi oleh Penyuluh Pertanian. 6. Ada 3 macam kelompok, pertama adalah kelompok informal yaitu kelompok yang terbentuk dengan sendirinya karena ada kesamaan-kesamaan diantara anggota-anggotanya. Kelompok informal ini tidak mempunyai pengurus, tidak punya aturan-aturan atau kesepakatan. Anggota kelompok ini tidak tetap. Kedua adalah kelompok nonformal, kelompok yang anggotanya tetap, ada pengurusnya, ada aturan tertulis yang berbentuk Anggaran Dasar, punya legalitas (pengesahan) badan hukum. Ketiga adalah kelompok formal. Sama seperti kelompok non formal, ada pengurus, ada aturan dan punya legalitas tapi ada hirarki seperti pada partai, misalnya ada ditingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan sebagainya. Ciri-ciri sebuah kelompok yang kompak 1. Anggota-anggotanya tidak sering berganti-ganti (keluar-masuk) 2. Ada perasaan yang sama diantara sesama anggota (perasaan senasib dan sepenanggungan) 3. Pada setiap pertemuan, semua anggota hadir kecuali karena ada halangan 4. Mempunyai aturan-aturan yang disepakati dan dilaksanakan dengan baik 5. Pada setiap pembicaraan, tidak ada pendapat atau pikiran yang terlalu jauh berbeda dengan pendapat atau pikiran-pikiran lain. Hal-hal yang dapat melemahkan keutuhan kelompok 1. Diantara anggota-anggotanya ada ketidaksamaan seperti tidak sependeritaan, tidak satu tujuan, tidak sependapat dengan keputusan-keputusan yang diambil 2. Diantara anggota-anggotanya, ada yang tidak mengerti tujuan berkelompok 3. Tidak adanya saling percaya, yang ada hanyalah saling curiga, saling menduga, saling menuduh, saling menyalahkan 4. Kurangnya komunikasi antara anggota dengan pengurus 5. keputusan-keputusan yang diambil tidak berdasarkan musyawarah yang baik 6. adanya provokator dari luar kelompok Hal-hal yang dapat menjaga keutuhan kelompok 1. Tujuan kelompok dijalskan sehingga diketahui oleh seluruh anggotanya 2. Komunikasi dalam kelompok yang baik, artinya pada setiap pembicaraan mulai ketua sampai anggota memiliki kemauan untuk mendengarkan saran pendapat danbersedia memberikan umpan balik 3. Adanya kerjasama di dalam kelompok maupun dengan pihak luar yang berlangsung dengan baik 4. Ada keterikatan yang kuat diantara anggota 5. Suasana kelompok hangat, setia kawaqn dan saling percaya. terlihat pada waktu ada pertemuan 6. Ada aturan-aturan yang disusun dan disepakati bersama. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM, Penyuluh Pertanian Madya. Sumber : Dinamika dan Kerjasama Kelompok, Departemen Pertanian, Badan Pengembangan SDM Pertanian 2003)