Hama yang menyerang tanaman dapat merusak pohon, bunga, dan buah. Hal ini akan berakibat mengurangi kualitas buah bahkan akan mengurangi produksi yang akhirnya dapat merugikan petani. Bertanam alpukat akan diambil hasilnya berupa buah dan dikonsumsi dalam bentuk segar, maka perlu menjaga kualitas buah dalam keadaan sehat agar aman dikonsumsi. Oleh karena itu petani yang ingin mengembangkan tanaman alpukat harus mengetahui jenis hama yang sering menyerang tanaman alpukat dan bagaimana cara mengatasinya. Berikut beberapa jenis hama yang menyerang tanaman alpukat dan cara mengatasinya. 1. Ulat Kupu-Kupu Gajah (Attacus atlas L.) Hama ini berupa ulat berwarna hijau ditutupi warna putih seperti tepung, terdapat duri dalam dagingnya, dan memiliki panjang hingga 15 cm. Bila telah berubah menjadi kupu-kupu maka lebar sayapnya bisa mencapai 25 cm. Penyebab hama ulat kupu-kupu gajah ini karena kurangnya predator dan cuaca ekstrim bisa menjadi alasan meningkatnya populasi hama ini pada tanaman alpukat. Gejala Serangan serangan ulat terlihat dari daun alpukat tidak utuh seperti ada bekas gigitan, tetapi tidak ada kepompong. Jika terjadi serangan hebat, daun akan dimakan habis, tetapi tanaman tetap hidup. Cara mengatasinya dapat dengan menghancurkan lima siung bawang dicampur dengan 50 ml minyak sayur dan sedikit air. Lalu semprotkan ke pohon alpukat hingga 3 hari, maka ulat kupu-kupu gajah akan segera mati. 2. Aphis gossypii Glov/A. Cucumeris, A. cucurbit/Aphis kapas Hama ini berupa kutu berwarna hijau hingga hitam atau kuning kecoklatan yang menyerang daun. Hama bisa mengeluarkan embun madu bercampur cendawan jelaga yang mengundang semut untuk datang. Gejala serangan hama ini terlihat dari warna daun yang berubah menjadi kehitaman dan juga mengganggu pertumbuhan tanaman alpukat menjadi kerdil. Penyebab munculnya kutu daun ini karena hama ini tertarik dengan warna khususnya orange, kuning, biru violet dan hijau yang dipantulkan daun. Kutu daun sering menghinggapi tanaman cabai karena warna cabai yang merah merona. Cara mengatasinya, dapat dibasmi dengan ekstrak cabai merah yang dibuat dari 4 mangkuk cabai merah ditambah 30 gram detergen. Selain itu, dapat juga dengan rebusan campuran cabai dengan air yang dididihkan selama 20 menit, lalu dinginkan terlebih dahulu baru kemudian tambahkan detergen, semprotkan ke tanaman alpukat setiap pagi dan sore hari hingga hama tanaman menghilang. 3. Kutu Dompolan Putih (Pseudococcus citri Risso)/Planococcus citri Risso Hama kutu dompolan putih ini berbentuk tubuh elips, warna coklat kekuningan terkadang merah orange yang ditutupi warna putih tepung, ukuran sekitar 3 mm dan terdapat benjolan pada bagian tepi tubuh hingga 14-18 pasang. Gejala serangan hama ini terlihat pada perkembangan tanaman yang semakin kurus dan tangkai buah, daun, bunganya akan terlihat pucat. Lama-kelamaan bagian tanaman akan tertutup hama berwarna putih dan mengering. Hama ini seperti kutu dompolan putih, yaitu tertarik dengan warna khususnya orange, kuning, biru violet dan hijau yang dipantulkan daun. Pada musim kemarau jumlah serangga ini akan jauh meningkat pesat. Cara mengatasinya ada beberapa cara, antara lain dengan menggunakan insektisida berbahan karbaril, formotion, monocrotophos atau dimetoat. Cara lainnya dapat memakai ekstrak jahe yang ditambahkan air dan detergen. Larutan ini kemudian disemprotkan ke tanaman alpukat. 4. Codot (Cynopterus sp) Hewan ini menyukai buah-buahan dan gemar mengkonsumsinya, dengan cara memanjat pohon lalu menyerang buah alpukat yang telah tua dan masak di pohon untuk dimakan, Penyebab datangnya codot karena aroma buah alpukat yang sudah matang di pohon. Gejala serangan terlihat dari daging buah alpukat yang banyak berlubang. Cara mengatasi dapat dengan menakut-nakuti codot memakai kincir angin yang diberi peluit, sehingga akan terganggu dengan suara peluit dari kincir angin. 5. Kumbang Bubuk Cabang (Xyleborus coffeae Wurth/Xylosandrus morigerus Bldf) Kumbang ini berwarna coklat tua dengan ukurannya 1.5 mm dan bila dalam bentuk larva akan berwarna putih dengan panjang 2 mm. Gejala serangan hama ini bisa terlihat dari cabang atau ranting tanaman terdapat lubang yang menyerupai terowongan dalam ranting tersebut. Lambat laun terowongan ini akan semakin besar sehingga makanan untuk pohon alpukat tidak tersalurkan dengan baik. Akhirnya lambat laun daun akan mulai layu dan ranting pohon akan mati.Selain itu, hama ini sering menyerang pohon yang masih muda sehingga mudah sekali tanaman alpukat mati karena kumbang bubuk cabang. Cara mengatasi dapat dengan membakar atau memangkas cabang/ranting yang terserang. Selain itu, dapat diatasi dengan insektisida berbahan aktif seperti asefat atau diazinon. Dosisnya 0,5-0,8 gram/liter dan Diazinon 60 EC dosis 1-2 cc/liter untuk menyemprot tanaman yang terkena hama. 6. Ulat Kipat (Cricula trifenestrata Helf) Ulat kipat ini memiliki panjang tubuh berkisar 6 cm, bagian kepala dan ekornya berwarna merah menyala, dan tubuhnya dipenuhi bulu halus. Gejala serangan terlihat adanya kepompong bergelantung di pohon alpukat dan daun alpukat banyak berlubang atau tidak utuh karena dimakan oleh ulat kipat. Penyebab utama munculnya hama ini karena faktor cuaca yang ekstrim dan ekosistem yang tak stabil mendukung hadirnya ulat kipas pada tanaman alpukat. Cara mengatasinya: 1) menggunakan ekstrak daun pepaya, yaitu 50 gram irisan daun pepaya direndam kedalam 100 ml air selama 24 jam, kemudian peras dan disaring, tambahkan 2-3 liter air, lalu semprotkan ke tanaman yang terkena hama ulat kipat; 2) menggunakan bahan kimia insektisida yang mengandung bahan monokrotofos atau sipermetrin, dengan dosis 1,3 cc per liter, lalu semprotkan ke bagian tanaman yang ada ulatnya. 7. Tungau Merah (Tetranychus cinnabarinus Boisd) Hama ini memiliki ciri berwarna merah tua untuk betina dan hijau kekuningan untuk jantan. Pada bagian kaki dan mulutnya terdapat bercak hitam dengan sekisar 0.5 mm. Gejala serangan akan tampak daunnya mudah layu dan rontok. Sebelumnya permukaan daun akan berbintik kuning lalu berubah menjadi merah tua. Pada bagian bawah permukaan daun akan terlihat anyaman benang yang halus dari tungau. Tungau merah ini bisa menjadi penyebab daun alpukat kering. Penyebab timbulnya tungau merah bisa dikarenakan lahan yang kering dan mudah sekali menyerang pohon alpukat dan juga bisa menyerang ubi kayu. Cara mengatasi dapat menggunakan ekstrak ketumbar, yakni hancurkan 200 biji ketumbar lalu tambahkan 2 liter air, kemudian semprotkan ke seluruh bagian pohon alpukat pada pagi hari. 8. Lalat buah Dacus (Dacus dorsalis Hend.) Hama ini berukuran 6 – 8 mm dengan bentangan sayap 5 – 7 mm, warna dadanya coklat dengan bercak putih atau coklat. Larva hewan ini jika masih muda berwarna putih dan berubah kekuningan serta memiliki panjang tubuh 1 cm. Gejala serangan hama ini terlihat benjolan atau bintik hitam pada permukaan buah. Hal ini terjadi karena hama lalat tersebut menusukan buah sebagai lokasi meletakan telurnya. Bagian dalam buah alpukat yang diserang hama ini nantinya akan busuk karena dimakan larva. Buah yang dihinggapinya bukan hanya sebagai sumber makanan tapi juga sarang telur lalat ini. Cara mengatasi bisa dengan menyemprotkan insektisida atau memakai obat organik. Obat organik dengan menggunakan ekstrak selasih maupun minyak citronella, caranya: rajang 50 gram daun selasih lalu rendam sehari semalam, saring, kemudian tambah detergen dan aduk merata, Lalu semprotkan cairan ini pada bagian pohon alpukat setiap pagi atau sore hari. 9. Belalang Daun Hama ini bagian tubuhnya berwarna hijau dengan bercak kekuningan. Belalang daun memiliki kemampuan untuk berkamuflase sehingga tidak mudah dikejar oleh predator. Gejala serangan terlihat pada daun berlubang dan akan dimakan secara terus menerus hingga habis. Penyebab adanya belalang daun karena tersedianya sumber habitat dan makanan dari hama ini. Cara mengatasi hama ini bisa dengan menghadirkan beberapa burung sebagai predatornya, dengan dilepas beberapa burung untuk memangsa belalang daun pada waktu tertentu. Daftar Pustaka: Hama dan Penyakit Alpukat: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi dan Cara Pencegahan. Juli 16, 2021, Berita GDM. Buku Pintar: Budidaya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Redaksi Agro Media, Cetakan Pertama. 2009. Sakina Rakhma Diah Setiawan. Tips Menanam Alpukat Mentega agar Cepat Berbuah. com. 9 Desember 2021.