Panen buah apel harus tepat waktu dan dilakukan dengan hati-hati, untuk memperoleh buah bermutu baik. Buah apel harus dipanen tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua, tangkainya menyatu dengan buah, serta hindari terjadinya kerusakan pada buah. Buah apel dikonsumsi dalam bentuk buah segar dan pembeli akan memilih buah apel yang berpenampilan baik, antara lain bentuk bulat, tidak ada luka atau memar, warna kulit kemerah-merahan dan mengkilat. Mutu buah apel yang baik tidak hanya berpenampilan saja, tetapi harus memiliki rasa buah yang manis, bila digigit daging buah renyah, dan beraroma harum khas apel. Dengan demikian buah apel yang rusak tidak disukai pembeli sehingga dapat merugikan para petani apel. Untuk mendapatkan buah apel yang bermutu baik, buah apel harus diperlakukan dengan hati-hati pada saat panen. Petani melakukan panen buah apel harus memperhatikan antara lain: ciri-ciri buah siap panen, waktu panen, cara panen, dan wadah hasil panen. Ciri-Ciri Buah Apel Siap Panen Buah apel yang dipanen masih muda dan telalu tua akan mengurangi mutu buah. Ciri-ciri buah apel yang masih muda antara lain: warna kulit dominan/paling banyak hijau dan tidak mengkilat. Selain itu bila dibelah, daging buah keras, banyak air, dan rasanya masam. Kemudian bila disimpan, aroma akan cepat berkurang, rasa hambar, kekerasan berkurang, perubahan warna hijau lama, dan kulit buah cepat mengkerut. Sedangkan ciri-ciri buah apel tua antara lain: tangkai buah mengering, warna hijau pada kulit berubah, aroma buah mulai timbul, daging buah berwarna kekuning-kuningan, beratnya menyusut. Buah apel tua ini baik untuk dikonsumsi/dimakan langsung, apabila disimpan lama rasanya menjadi tidak enak karena kering dan masir. Untuk mendapatkan buah apel yang bermutu baik, harus dipanen/dipetik pada saat yang tepat. Ciri-ciri buah apel yang siap dipanen/dipetik antara lain: ukuran buah terlihat optimal/paling besar ukuran tergantung jenisnya, warna kulit buah dari hijau menjadi hijau muda dan permukaan kulit buah yang berwarna merah tampak mengkilat, tangkai buah belum mongering tetapi telah tampak retak-retak. Waktu Panen Pada umumnya buah apel dapat dipanen/dipetik pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar, tergantung pada varietas dan iklim. Biasanya pada musim hujan dan tempat lebih tinggi, umur petik buah apel agak panjang. Adanya teknologi penggunaan zat pengatur tumbuh juga berpengaruh terhadap waktu panen buah apel. Penggunaan ZPT terbukti mampu mempercepat saat pecah tunas dan pembungaan apel. Dengan teknologi ini apel varietas Rome Beauty dapat dipetik pada umur sekitar 120-141 hari dari bunga mekar, Manalagi pada umur 114 hari dari bunga mekar dan Anna pada umur sekitar 100 hari dari bunga mekar. Cara Panen Memanen buah apel dengan cara memetik menggunakan tangan hingga tangkai buah terpisah dari cabang/ranting. Tangkai buah tetap menyatu dengan buah apel, karena untuk menghindari terjadinya serangan jamur/cendawan melalui bekas luka tangkai buah. Tangkai buah yang panjang sebaiknya dibiarkan atau dipotong sependek mungkin agar tidak melukai permukaan kulit apel yang lain. Pada saat memetik buah harus hati-hati dan hindarkan terjadi kerusahan atau terjadi luka pada buah apel maupun ranting/cabang tempat menempel buah. Kemudian buah apel setelah dipetik juga harus dijaga jangan sampai rusak atau ada luka dengan cara meletakan buah ke dalam wadah/keranjang panen dengan perlahan dan hati-hati. Buah apel yang terjatuh atau tertekan benda berat dapat menimbulkan bercak berwarna coklat pada daging buah (Browning). Wadah Hasil Panen Biasanya wadah panen apel berupa keranjang dari ayaman bambu sebagai wadah sementara. Kemampuan wadah panen sebaiknya tidak terlalu berat, agar tidak menyebabkan luka pada buah apel dan menyulitkan pengangkutan. Wadah tersebut biasanya menampung 30-35 kg buah apel. Wadah panen yang akan digunakan, bagian bawah perlu diberi alas dan bebas dari tonjolan yang dapat mengakibatkan kerusakan kulit buah apel. Wadah diletakkan di titik-titik tertentu dalam kebun apel agar pemetik mudah menjangkaunya. Buah apel yang telah dipetik dimasukkan dalam wadah/keranjang panen tersebut dengan pelan-pelan untuk menghindari kerusakan atau adanya luka pada buah apel. Penulis: SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber Informasi: 2003. Budidaya Apel. Jakarta: Direktorat Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, Departemen Pertanian. 2004. Buku Apel (Malus sylvestrys Mill). Jakarta: Direktorat Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, Departemen Pertanian. 2008. Budidaya Apel. http://infopekalongan.com. Diakses tanggal 30 April 2010.