Loading...

Metode Pengendalian Hama Terpadu ( PHT )

Metode Pengendalian Hama Terpadu ( PHT )

1.Pendahuluan

Hama tikus sawah adalah hama utama padi yang merusak di semua fase, dari persemaian sampai pasca panen. Akibat serangan hama tikus sawah dapat mengakibatkan menurunya hasil panen bahkan sampai 100%, oleh karena itu perlu adanya pencegahan dan penanggulangan hama tikus sawah. Hama tikus sawah dapat menyerang semua jenis tanaman dan semua jenis lahan.

2. Bioekologi Tikus Sawah

    a. Menyerang semua stadia pertumbuhan, persemaian sampai pasca panen

    b. Aktif malam hari. Siang hari, tikus bersembunyi di lubang-lubang di pematang, tanggul

    irigasi,dan perkampungan

   c. Pada fase bera, sebagian besar tikus berpindah ke perkampungan di sekitar sawah

   d. Pada fase persemaian vegetatif, populasi tikus rendah. Masuk fase generatif,populasi

    tikus meningkat

   e. Perkembangbiakan tikus mulai terjadi            saat fase primordia dan berlangsu  sampai fasegenerative

   f. Tikus jantan siap kawin umur 60 hari, dan tikus betina pada umur 28 hari

   g. Masa bunting berlangsung selama 19 23 hari

   h. 2 hari setelah melahirkan, tikus betina siap kawin lagi

   i. 1 pasang tikus mampu berkembangbiak menjadi ± 2000 ekor dalam 1 tahun

   j. Jumlah anak sekitar 2 18 ekor/induk/kelahiran 

     - kelahiran I  I6 18 ekor/induk

      - Kelahiran II           6 – 8 ekor / induk

      - Kelahiran III          2 – 6 ekor / induk

3. Gejala Serangan

    a. Keberadaan tikus dapat dideteksi dengan memantau keberadaan jejak kaki, jalur jalan, kotoran, lubang aktif

          dan gejala serangannya

   b. Ciri lubang aktif : terdapat jejak kaki di sekitar lubang, terdapat tanah urugan baru/basah di mulut

         lubang

   c. Tikus merusak dengan cara memotong batang padi mulai dari bagian tengah petak sawah, kemudian

           meluas ke arah pinggir

   d. Pada serangan berat, petak sawah terlihat botak di bagian tengah, dan menyisakan beberapa baris di

         bagian tepi petak sawah

   e. Padi dipotong bersudut sekitar 45° saat menjelang matang

4. Faktor Penyebab Berkembang Biak

    a. Ketersediaan pakan melimpah

    b. Tempat berlindung memadai (tanggul, pematang)

    c. Berkurangnya musuh alami

    d. Tanaman tidak serempak (selalu ada sumber makanan

5. Metode Pengendalian Hama Terpadu ( PHT )

    a. Pengelolaan Ekosistem: meliputi

        - Tanam dan Panen Serempak: Selisih tanam/panen < 2 minggu

        - Sanitasi Habitat: Bersihkan gulma, perkecil pematang < 30cm agar tidak jadi sarang

    b. Pengendalian Mekanis : meliputi

        - Gropyokan Massal: Gerakan serentak petani membersihkan area.

         - Perangkap (TBS/LTBS): Pemasangan perangkap di pematang atau sekitar sawah.

         - Fumigasi/Pengemposan: Menggunakan gas untuk membunuh tikus di sarang.

     c. Pengendalian Kimiawi (Rodentisida):

         - Gunakan umpan beracun (seperti bahan aktif Brodifakum) saat masa bero atau awal tanam.

    d. Pengendalian Hayati: Memanfaatkan musuh alami (misal: burung hantu).

6. Waktu Pengendalian Terbaik

    a. Awal Musim Tanam (Periode Bero/Vegetatif Awal): Untuk menekan populasi sebelum berkembang

        biak.

    b. Serentak dan Berkelanjutan: Melibatkan seluruh petani untuk efektivitas maksima

7. Kesimpulan

    a. Perlunya kebersaan dalam menanggulangi hama tikus sawah

    b. Sanitasi lingkungan harus diperhatikan

    c. Perlunya pengamatan secara rutin dan berkala