Jahe (Zingiber officinale) mempunyai peluang yang besar di pasar internasional,karena semakin memiliki banyak kegunaan, terutama sebagai rempah,industri farmasi dan obat tradisional,industri parfum,industri kosmetika dan lain sebagainya. Tetapi, mutu jahe segar atau olahan Indonesia masih kurang baik disebabkan kurangnya pengetahuan dan keterampilan antara lain tentang pengendalian organisme pengganggu tanaman.Organisme Pengganggu Tanaman yang utama menyerang pertanahan jahe, dan menyebabkan kerugian besar adalah penyakit layu yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Gejala serangan penyakit layu pada tanaman jah di lapangan adalah daun menguning,kemudian menggulung. Sedangkan pada rimpang ditandai dengan gejala keriput dan bau busuk yang menyengat. Penyakit lain yang serangannya cukup signifikan adalah bercak daun yang disebabkan oleh Phyllosticta sp. OrganismePengganggu tanaman utama pada tanaman jahe :1. Layu bakteri (Ralstonia solanacearum) Jenis kerusakan : tanaman mati dan rimpang busuk. Teknik Pengendalian :a. Bibit diambil dari tanaman induk sehatb. Antagonis (Pseudomonas florecent, Pseudomonas cepacia dan Bacillus sp) dikombinasikan dengan kompos (misalnya BIOTRIBA)c. Pestisida nabati dari tepung gambir dan temulawak 2. Buncak akar (Meloidogyne sp), luka akar (Radopholus similes) Jenis kerusakan : akar luka sehingga penyerapan hara terganggu dan patogen tanah mudah masuk. Teknik Pengendalian :a. Bibit diambil dari tanaman induk sehatb. Pasteuria penetrans (2-5 kapsul/tanaman/6 bulan)c. Tepung biji mimba (25-50 gr/tanaman/3 bulan)d. Mulsa (10-20 ton/ha) dan karbofuran pada saat tanam 20 “ 30 kg/ha. 3. Bercak daun (Phyllosticta sp) Jenis kerusakan : daun kering, fotosintesis tidak optimal, tanaman kerdil Teknik Pengendalian : a. Bibit diambil dari tanaman induk sehatb. Minyak cengkeh (10%)c. Mankozeb 2-3 kali seminggu. 4. Busuk kering rimpang (Sclerotium sp., Rhizoctonia sp, Fusariumsp.) Jenis kerusakan : tanaman mati dan akar busuk Teknik Pengendalian :a. Bibit diambil dari tanaman induk sehatb. Formulasi antibiotik 5. Lalat rimpang (Mimegralla coeruleifrons, Eumerus figurans) Jenis kerusakan : rimpang keriput, busuk dan keropos Teknik Pengendalian :a. Perlakuan benih dengan air panas 500C selama 10 menit,400C selama 20 menit atau insektisida botani seperti ekstrak mimba 2,5% dan ekstrak bungkil jarak 2,5%.b. Penyemprotan dengan diklorfos, interval 3 minggu.c. Karbofuran 20 - 30 kg/ha pada saat tanam 6. Kutu Perisai (Aspidiella hartii) Jenis kerusakan : kulit rimpang kusam karena rimpang dihisap dan kering Teknik Pengendalian :a. Perlakuan fumigasi benih dengan metil bromida atau alumunium fosfidab. Perlakuan benih dengan air panas 500C selama 10 menit, insektisida karbosulfan (2 ml/l), insektisida botani (ekstrak mimba 2,5% dan atau ekstrak bungkil jarak 2,5%). Disusun : Ely Novrianty, Gohan Octora Manurung dan Suryani (BPTP Lampung)Sumber : Teknologi Unggulan Jahe oleh Dr. Otih Rostiana, Ir. Dedi Saleh Effendi, MS, Dr. Nurliani B Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, tahun 2014.