Loading...

PANEN DAN PASCA PANEN NILAM

PANEN DAN PASCA PANEN NILAM
Panen Tanaman nilam dapat dipanen pertama kali saat tanaman berumur 4-6 bulan, panen berikutnya dilakukan dalam selang waktu 2-6 bulan sekali sampai tanaman berumur 3 tahun. Cara panen yaitu: pangkas tanaman 15-30 cm di atas tanah dan tinggalkan satu cabang tanaman untuk merangsang pertumbuhan tanaman selanjutnya. Lakukan panen pada pagi hari dan atau sore hari menjelang malam, pada siang hari sel-sel daun sedang berfotosintesa sehingga laju pembentukan minyak berkurang, serta daun kurang elastis dan mudah robek. Panen tanaman nilam dilakukan sebelum daun nilam menjadi coklat kemerahan, karena daun yang berwarna coklat kemerahan rendemen minyak sudah berkurang. Potong hasil pangkasan sepanjang 3-5 cm kemudian dijemur. Jemur daun di bawah terik matahari selama 5-6 jam. Selanjutnya layukan daun dengan cara mengering anginkan selama 2-3 hari, sampai kadar air mencapai 15%. Tebal lapisan penjemuran sekitar 50 cm dan harus dibalik 2-3 kali sehari. Berikutnya daun siap disuling. Pengolahan Minyak Nilam Minyak nilam dihasilkan dengan cara penyulingan menggunakan uap langsung atau uap dan air (secara dikukus). Suling daun nilam selama 4-6 jam untuk cara uap langsung dan 5-10 jam untuk cara dikukus. Perbandingan daun dan tangkai 2:1. Gunakan alat suling yang terbuat dari besi tahan karat (stainless steel) atau flat besi yang digalvanis (carbon steel) setidaknya pada bagian pipa pendingin dan pemisah minyak, agar diperoleh hasil minyak berwarna lebih muda dan jernih. Untuk penyulingan secara dikukus, kecepatan penyulingan 0,6 uap/kg terna. Pada penyulingan dengan uap langsung, tekanan mula-mula 1,0 atm, lalu naikkan secara bertahap sampai 2,5-3,5 atm (tekanan dalam ketel suling 0,5-1,5 kg/cm2) pada akhir penyulingan. Penulis : Ume Humaedah Sumber: Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 2008. Teknologi Budidaya Nilam