Loading...

PANEN DAN PASCA PANEN WIJEN

PANEN DAN PASCA PANEN WIJEN
A. PANEN Tanaman wijen dapat dipanen pada umur 85-140 hari setelah tanam (HST), tergantung pada varietas. Wijen varietas lokal umumnya berumur panjang, yakni dipanen pada umur 120-140 hst, sedangkan varietas unggu berumur pendek yaitu dapat dipanen pada umur 85-101 hst. Disamping umur tanaman, penentuan saat panen wijen dapat memperhatikan ciri-ciri morfologis daun, buah, dan batang tanaman. Ciri-ciri (karasteristik) tanaman wijen dapat dipanen adalah sebagai berikut: 1. Sebagian daun (daun bawah) berwarna kekuning-kuningan atau mengering 2. Batang bawah berwarna hijau kekuning-kuningan atau coklat kehitam-hitaman, terutama pada bagian bawah dan ujung tanaman 3. Polong(buah) berwarna hijau kekuning-kuning dan berbintik-bintik hitam Tatacara panen dapat dilakukan dengan langkah kerja sebagai berikut. 1. Tentukan tanaman wijen yang sudah menunjukkan ciri-ciri laik panen 2. Potong atau pangkas batan tanaman pada posisi di bawah letak buah dengan pisau atau parang yang tajam 3. Kumpulkan hasil panen dipinggir kebun atau tempat yang strategis B. PASCA PANEN Penanganan pascapanen wijen meliputi kegiatan pokok sebagai berikut. 1. Pengikatan Hasil panen wijen di tempat pengumpulan (penampungan) segera diikat menjadi ikatan-ikatan kecil berisi antara 10-30 batang tanaman wijen 2. Pembersihan daun Bersihkan daun-daun pada setiap batang wijen yang berisi buah (polong) agar memudahkan penanganan berikutnya. 3. Pengeringan (penjemuran) Tahapan pengeringan wijen sebagai berikut. a. Pasang tiang-tiang bilah bambu atau potongan kayu pada jarak 2-4 m, lalu hubungkan tiang yang satu dengan yang lainnya hingga membentuk para-para dua tingkat, dan ikat erat-erat b. Jemur ikatan-ikatan batang wijen berisi biji (polong) tadi dengan cara disandarkan pada para-para menghadap ke atas c. Alasi lantai penjemuran dengan tikar atau terpal d. Biarkan buah (polong) wijen dijemur 4-7 hari hingga sungguh-sungguh kering 4. Perontokan Perontokan buah wijen kering dengan cara dipukul pelan-pelan menggunakan sepotong kayu bilah bambu. Buah wijen kering akan pecah, lalu bijinya segera ditampung pada tikar atau wadah lain. 5. Pembersihan kotoran Bersihkan kotoran berupa ranting dan daun kering atau pasir yang tercampur pada biji wijen dengan cara menampi pelan-pelan, lalu kotoran yang terpisah segera dibuang 6. Penyortiran (sortasi) Sortir (pisahkan) biji wijen yang hampa dari biji yang baik (bernas) 7. Pewadahan Wadahi biji wijen yang kering ke dalam kaleng tertutup rapat agar tahan lama dan terhindar dari gangguan organisme. Slamet Widodo Sumber ; Kanisius, Yogyakarta