Loading...

Panen dan Pasca Panen Tanaman Padi

Panen dan Pasca Panen Tanaman Padi

“Panen dan Pascapanen Padi Organik”

Disusun oleh Tim Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Samarang

I. Pendahuluan

Panen dan pascapanen merupakan tahapan penting dalam usaha tani padi organik karena sangat menentukan mutu beras, rendemen, serta nilai jual produk. Penanganan yang kurang tepat dapat menurunkan kualitas dan menyebabkan kehilangan hasil. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan penerapan teknik panen dan pascapanen yang sesuai dengan prinsip pertanian organik.

II. Pengertian Panen dan Pascapanen

  • Panen adalah kegiatan memotong dan mengumpulkan padi yang telah mencapai tingkat kematangan optimal.
  • Pascapanen adalah rangkaian kegiatan setelah panen, meliputi perontokan, pengeringan, penyimpanan, hingga penggilingan.

III. Tujuan Penyuluhan

  1. Meningkatkan pengetahuan petani tentang panen padi organik yang tepat.
  2. Mengurangi kehilangan hasil (losses) saat panen dan pascapanen.
  3. Menjaga mutu gabah dan beras organik.
  4. Meningkatkan nilai tambah dan daya saing beras organik.

IV. Kriteria Padi Siap Panen

Padi organik siap dipanen apabila:

  • Umur tanaman telah sesuai varietas.
  • ±90–95% malai telah menguning.
  • Gabah pada bagian bawah malai sudah keras.
  • Kadar air gabah sekitar 20–25%.

 

 

V. Waktu dan Cara Panen

A. Waktu Panen

  • Dilakukan pada pagi atau sore hari.
  • Hindari panen saat hujan untuk menjaga kualitas gabah.

B. Cara Panen

  1. Panen manual menggunakan sabit yang tajam.
  2. Potong batang ±15–20 cm dari permukaan tanah.
  3. Kumpulkan dan ikat padi secara rapi.
  4. Hindari kontak dengan bahan kimia atau alat tercemar.

VI. Penanganan Pascapanen Padi Organik

A. Perontokan

  • Dilakukan segera setelah panen.
  • Gunakan alat perontok bersih dan tidak tercemar bahan kimia.
  • Hindari perontokan di atas tanah langsung.

B. Pengeringan

  • Keringkan gabah hingga kadar air ±14%.
  • Gunakan penjemuran sinar matahari di alas bersih (terpal/tikar).
  • Balik gabah secara berkala agar kering merata.

C. Penyimpanan Gabah

  • Simpan di tempat kering, bersih, dan berventilasi baik.
  • Gunakan karung bersih dan diberi label organik.
  • Hindari pencampuran dengan gabah non-organik.

D. Penggilingan

  • Giling gabah saat akan dipasarkan.
  • Pastikan mesin giling bersih dari sisa gabah non-organik.
  • Penggilingan yang baik menghasilkan beras utuh dan bersih.

VII. Menjaga Mutu dan Keorganikan Produk

  • Tidak menggunakan bahan kimia sintetis dalam proses pascapanen.
  • Menjaga kebersihan alat dan tempat.
  • Melakukan pencatatan hasil panen dan pascapanen.
  • Mematuhi standar dan prinsip sertifikasi organik.

VIII. Permasalahan Umum dan Solusi

Permasalahan:

  • Kehilangan hasil saat panen
  • Gabah berjamur
  • Mutu beras rendah

Solusi:

  • Panen tepat waktu
  • Pengeringan sesuai standar
  • Penyimpanan yang baik dan terpisah

IX. Penutup

Panen dan pascapanen padi organik yang dilakukan dengan benar akan menghasilkan gabah dan beras berkualitas tinggi, aman dikonsumsi, serta bernilai ekonomi lebih baik. Disiplin dalam setiap tahapan menjadi kunci keberhasilan usaha tani padi organik.